Selasa, Agustus 4, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Koperasi Syariah dan Jalan Mandiri Finansial PTKIN

SuhartonobySuhartono
10/06/2025
in Ekonomi, Kolom, Opini, Pendidikan, UMKM
1
0
SHARES
101
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

Koperasi Syariah dan Jalan Mandiri Finansial PTKIN

Oleh: Prof. Dr. Suhartono, S.Si., M.Kom.

Di tengah ketatnya persaingan global, ketahanan finansial sebuah perguruan tinggi tak lagi bisa semata-mata bersandar pada Tri Dharma Perguruan Tinggi. Di balik jargon-jargon akademik, ada realitas yang tak kalah penting: bagaimana kampus bertahan secara ekonomi. Ini bukan sekadar soal APBN, tetapi juga soal strategi bertahan hidup—dan berkembang. Di titik inilah, diversifikasi sumber keuangan menjadi keniscayaan. Terutama bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), seperti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Koperasi Syariah dan Jalan Mandiri Finansial PTKIN

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Bias Spiritual

Bias Spiritual Yes, Religion No dalam Kritik Feodalisme Keagamaan?

02/08/2026
Sekolah Rakyat Terintegrasi Jatim 4

323 Siswa Mulai Belajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi Jatim 4, Gubernur Khofifah Cetak Generasi Unggul Malang Selatan

31/07/2026
Load More

Sudah terlalu lama perguruan tinggi negeri menggantungkan hidup pada tiga tiang rapuh: alokasi dana pemerintah, kontribusi mahasiswa, dan hibah atau kerja sama eksternal. Di saat tekanan fiskal makin besar dan dunia pendidikan dituntut lebih mandiri, kita butuh terobosan. Maka, ketika wacana koperasi syariah masuk sebagai alternatif, ini bukan sekadar wacana romantik ekonomi umat. Ia adalah tawaran praksis yang patut diseriusi.

 

Lebih dari Sekadar Unit Usaha

Koperasi syariah bukanlah sekadar laci simpan-pinjam berbumbu islami. Ia berdiri di atas prinsip keadilan, tolong-menolong, dan keberkahan. Ia menolak praktik riba, menghindari spekulasi, serta membangun transaksi atas dasar kejelasan dan kesepakatan. Prinsip-prinsip seperti syirkah, mudharabah, dan musyarakah bukan hanya jargon kitab fiqh, tapi bisa jadi tulang punggung ekonomi kampus.

Lebih dari itu, koperasi syariah punya potensi sebagai inkubator bisnis, laboratorium ekonomi syariah yang nyata, serta wadah pemberdayaan ekonomi mahasiswa dan sivitas kampus. Di tengah tantangan pembiayaan pendidikan tinggi, koperasi syariah adalah peluang yang tak boleh dilewatkan.

Baca juga: Strategi Pengembangan Kampus IV UIN Malang: Menjawab Tantangan Ketahanan Pangan Lewat Teo Agro Science and Technology

Mengelola Aset, Membangun Ekosistem

UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki potensi besar: sumber daya manusia kompeten, aset lahan yang belum optimal, dan basis ideologis keislaman yang kuat. Kombinasi ini membuka ruang untuk membangun koperasi syariah yang tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh.

Bayangkan jika kampus memiliki unit usaha halal yang mandiri—toko kebutuhan harian, jasa keuangan syariah, warung makan sehat, bahkan pengelolaan aset untuk disewakan. Pendapatan dari unit-unit ini bisa digunakan untuk membiayai beasiswa, mendukung riset, meningkatkan fasilitas pembelajaran, bahkan membiayai program kewirausahaan mahasiswa. Ini bukan mimpi. Ini adalah strategi.

Legalitas Sudah Jelas, Tinggal Mau atau Tidak

Secara regulatif, tidak ada yang menghalangi. Undang-Undang Perkoperasian, UU Sistem Pendidikan Nasional, dan PP No. 17 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Pendidikan membuka pintu lebar untuk penggalangan dana non-akademik. Bahkan disebutkan secara eksplisit bahwa koperasi dapat menjadi salah satu alat penggerak ekonomi pendidikan.

Pertanyaannya bukan “boleh atau tidak”, tetapi “siap atau tidak”. Dan kesiapan itu bukan soal modal awal semata, tapi keberanian untuk memulai.

Dampak Positif dan Tantangan Nyata

Koperasi syariah di kampus bukan hanya akan menambah sumber pendanaan non-APBN, tetapi juga akan menciptakan efek domino positif: tumbuhnya ekosistem kewirausahaan, meningkatnya literasi keuangan syariah, hingga munculnya kultur ekonomi mandiri berbasis nilai keislaman.

Namun tentu tak tanpa tantangan. Mulai dari komitmen kelembagaan, ketersediaan SDM yang kompeten di bidang keuangan dan hukum syariah, hingga literasi keuangan sivitas akademika yang masih terbatas. Maka, implementasi koperasi syariah perlu tahap yang jelas: pembentukan tim inisiasi, penyusunan AD/ART, pelatihan pengurus, pendampingan usaha, hingga integrasi program dalam kurikulum dan magang mahasiswa.

 

Lebih dari Alternatif, Ini Jalan Kemandirian

Pendirian koperasi syariah bukan sekadar alternatif, tapi strategi utama dalam membangun kemandirian keuangan PTKIN. Ia menawarkan model bisnis inklusif, mandiri, dan bernilai ideologis. Jika dikelola dengan serius, koperasi bukan hanya akan menopang kampus, tapi mengangkat derajat ekonomi umat dari ruang-ruang kelas hingga kantin-kantin kampus.

Dan lebih penting dari semuanya, koperasi syariah adalah bentuk keberanian: untuk tidak selalu meminta-minta, untuk berdiri di atas kaki sendiri, dan untuk menjadikan nilai Islam bukan hanya doktrin, tapi dasar pijakan ekonomi kampus.

 


Prof. Dr. Suhartono, S.Si., M.Kom.

Calon Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2025–2029.

 

Tags: Calon Rektor UIN MalangEkonomi syariahKemandirian PTKINKoperasi syariahProf SuhartonoUIN Maliki Malang
Suhartono

Suhartono

Kandidat Rektor UIN Maliki Malang Periode 2025–2029

Related Posts

Bias Spiritual
Kolom

Bias Spiritual Yes, Religion No dalam Kritik Feodalisme Keagamaan?

bySelamet Castur
02/08/2026
Sekolah Rakyat Terintegrasi Jatim 4
News

323 Siswa Mulai Belajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi Jatim 4, Gubernur Khofifah Cetak Generasi Unggul Malang Selatan

byImam Hanifah
31/07/2026
beasiswa tahap akhir Pemkab Lumajang
Jawa Timur

Pemkab Lumajang Salurkan Beasiswa Tahap Akhir untuk 114 Mahasiswa Berprestasi, Bupati Bunda Indah Dorong Kesiapan Kerja

byArdian FRand1 others
31/07/2026
mundurnya Perry Warjiyo
Bisnis

Soroti Mundurnya Perry Warjiyo, Dahlan Iskan Buka Suara Soal Independensi BI dan Tekanan Kurs

byArdian FRand1 others
28/07/2026
koperasi di Kota Batu
News

Peringati Harkop ke-79, Nurochman Ajak Koperasi di Kota Batu Naik Kelas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

byImam Hanifah
28/07/2026
Perry Warjiyo
Bisnis

Perry Warjiyo Resmi Mundur dari Gubernur BI karena Alasan Pribadi, Istana Tepis Spekulasi Politik

byArdian FRand1 others
28/07/2026
Next Post
Komisaris PT GAG Nikel Disorot, Gus Fahrur Dituding Langgar Etika dan Citra PBNU

Komisaris PT GAG Nikel Disorot, Gus Fahrur Dituding Langgar Etika dan Citra PBNU

Comments 1

  1. Ping-balik: Calon Rektor UIN Maliki, Prof. Hartono Bicara Pendidikan & Generasi Emas 2045 Swa News

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

16/06/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025

EDITOR'S PICK

Daftar 15 Jurusan Terfavorit di UPN Veteran Jatim SNBT 2026, Ilmu Komunikasi Paling Unggul

28/03/2026
KPK Selidiki Pertemuan Yaqut–Tauhid Hamdi, Posisi Eks-Menag Kian Terjepit

KPK Selidiki Pertemuan Yaqut–Tauhid Hamdi, Posisi Eks-Menag Kian Terjepit

02/10/2025

Aston Villa Sambangi Jakarta! Bawa Alejandro Garnacho dan Trofi Liga Europa Hadapi Indonesia All Stars di GBK

28/07/2026
Korban KPRI UIN Maliki Malang

Soroti Berita yang Hilang, Korban KPRI UIN Maliki Malang Nilai Pernyataan Ketua Baru Tendensius

13/07/2026
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan