Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Batu, Swa News– Dunia pariwisata edukasi di Kota Batu kembali bertambah. Jawa Timur Park (JTP) Group resmi membuka wahana Museum Mega Science dan Budaya yang berlokasi di kawasan Jatim Park 1.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau robot AI di Museum Mega Science dan Budaya di Jatim Park 1, Rabu (16/9/2026). (Foto: Sholeh)Wahana ini mulai dibuka untuk umum dalam agenda trial opening pada Rabu, (16/9/2026) yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Kehadiran orang nomor satu di Jatim itu menjadi penanda dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap inovasi wisata edukasi.
Baca juga: Operasi SAR KM Virgo Transport 8, Cari 129 Korban Hilang
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada JTP Group. Menurutnya, konsep yang diusung museum ini sangat visioner, karena tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi mengedepankan pembelajaran.
Ia menyoroti pentingnya pendekatan sains modern yang berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Math) dan Artificial Intelligence (AI) yang diseimbangkan dengan nilai-nilai luhur kebudayaan.
“Kehadiran museum ini bukan sekadar tempat rekreasi. Ini adalah ruang untuk merekonstruksi peradaban bagi generasi muda,” tegasnya.
Untuk itu, Khofifah berpesan khusus kepada manajemen agar menyiapkan tour guide atau pemandu yang profesional dan komunikatif di setiap zona. Tujuannya, agar materi edukasi yang kompleks bisa disampaikan dengan cara yang utuh, menarik, dan tidak membosankan bagi rombongan siswa maupun keluarga.
“Yang kita harapkan, anak-anak tidak lagi takut dengan pelajaran sains dan matematika. Justru mereka melihatnya sebagai sesuatu yang menyenangkan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Di sisi lain, Direktur JTP Group, Rio Imam Sendjojo, menjelaskan filosofi di balik pembangunan museum ini. Ia menyebut, museum ini adalah wujud nyata dari inovasi pariwisata yang berbasis pembelajaran atau learning tourism.
Berbeda dengan museum konvensional yang hanya melihat koleksi di balik kaca, di sini pengunjung diajak untuk terlibat aktif.
“Konsepnya interaktif. Pengunjung tidak hanya membaca, tapi bisa menyentuh, mencoba, dan merasakan langsung pengalaman sainsnya,” ujarnya.
Yang menjadi kebanggaan, museum ini dilengkapi dengan 617 alat peraga sains dan budaya interaktif. Jumlah tersebut diklaim sebagai yang terbanyak di Asia saat ini, bahkan melampaui museum serupa yang ada di Tiongkok.
Di dalamnya, pengunjung akan diajak berkeliling menjelajahi lorong waktu, mulai dari pembelajaran sejarah dan kebudayaan Nusantara, hingga perkembangan ilmu pengetahuan modern yang dikemas dengan teknologi digital.
Meski membawa konsep megah dan alat peraga super lengkap, harga tiket masuknya dibuat sangat terjangkau, khususnya untuk pelajar. Yakni Rp 50.000 untuk kategori siswa SD, TK, dan Playgroup. Sementara pengunjung umum dikenai tiket Rp 70.000 perorang
Rio optimistis, dengan harga yang ramah dan konsep edukasi yang kuat, museum ini akan menjadi tujuan utama studi tur bagi sekolah-sekolah dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami ingin wahana ini menjadi sarana pembelajaran berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat lokal,” tutupnya. (SL)
Pewarta: Sholeh
Editor: Mukh. Munif


















