Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Banjarmasin, Swa News — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Basarnas terus memperluas area pencarian korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Kalimantan meski terkendala cuaca buruk.

Berdasarkan laporan resmi Humas Polri, tercatat sebanyak 129 orang masih dinyatakan hilang, sementara tim gabungan terus mengerahkan armada kapal dan helikopter untuk melakukan penyisiran intensif di titik-titik krusial.
Dua kapal utama, yakni KP Ibis-6001 dan KP Laksmana-7012, telah dikerahkan untuk menyisir wilayah utara dan titik terakhir kapal sebelum hilang kontak. Kondisi di lapangan dilaporkan cukup berat dengan ketinggian gelombang mencapai 2 hingga 2,5 meter serta kecepatan angin yang berkisar antara 25 hingga 35 knot.
Selain jalur laut, Polri juga memberikan dukungan penuh melalui jalur udara dengan mengerahkan Helikopter Dauphin AS 365 N3 P-3103. Helikopter ini berperan penting dalam proses evakuasi cepat, termasuk pengangkutan satu jenazah yang ditemukan di atas sebuah tongkang di tengah laut.
Evakuasi KM Virgo Transport 8
Proses evakuasi dilakukan dengan metode hoist menggunakan Basket Life di bawah komando Kapten Pilot Kombes Pol. Herli, sebelum akhirnya jenazah dibawa ke Bandara Syamsuddin Noor untuk identifikasi lebih lanjut oleh tim medis dan TNI AU.
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Dr. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama di tengah cuaca yang kurang bersahabat.
“Gelombang tinggi menjadi tantangan bagi seluruh tim di lapangan. Namun, pencarian tetap dilakukan selama kondisi memungkinkan. Kapal Polri terus bergerak memperkuat operasi SAR bersama Basarnas dan seluruh unsur yang terlibat,” tegas Irjen Johnny dalam keterangan resminya.
Hingga saat ini, dari total 243 korban yang terdata, baru 86 orang yang berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, sementara upaya pencarian terhadap 129 orang lainnya masih terus dioptimalkan dengan mempertimbangkan arah arus dan pergerakan angin. (ARD)
Penulis: Ardian F. R
Editor: Mukh. Munif


















