Sabtu, Maret 14, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Wisata dan Kuliner

Toko Oen Kayutangan: Titik Temu Kuliner Tempo Doloe Tionghoa-Hindia Belanda di Malang

redaksi swanews by redaksi swanews
24/02/2026
in Wisata dan Kuliner
0
0
SHARES
103
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Malang, Swa News— Jika Anda berjalan menyusuri kawasan wisata Kayutangan Heritage, Kota Malang, Anda akan menjumpai salah satu restoran klasik yang masih mempertahankan bangunan arsitektural masa kolonial Belanda yang bertuliskan jelas “Toko Oen”.

Toko Oen Kayutangan
Foto Istimewa

Mungkin nama Toko Oen terlampau eksklusif dan kurang populer bagi kalangan masyarakat serta wisatawan lokal. Akan tetapi, eksistensinya tidak bisa dipisahkan dari perjalanan sejarah ekspansi kolonialisme Belanda yang menempatkan wilayah Kayutangan, Kota Malang, sebagai kawasan sub-urban pada masanya.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Bioskop Misbar Kelud: Legenda Hiburan Rakyat Kota Malang yang Kini Terabaikan

Bioskop Misbar Kelud: Legenda Hiburan Rakyat Kota Malang yang Kini Terabaikan

13/03/2026
Hotel Pelangi Malang Menjadi Percikan Simbol Harmonisasi Arsitektur Eropa dan Jawa

Hotel Pelangi Malang Menjadi Percikan Simbol Harmonisasi Arsitektur Eropa dan Jawa

12/03/2026
Load More

Baca juga: Rekomendasi 10 Tempat Ngabuburit di Malang yang Seru, Hemat, dan Penuh Pilihan Takjil

Toko Oen di Malang adalah restoran legendaris bergaya kolonial Belanda yang berdiri sejak tahun 1930 dan berada di kawasan Kayutangan Heritage, Jalan Jenderal Basuki Rachmat Nomor 5. Toko Oen didirikan oleh pasangan Tionghoa-Belanda, Liem Gien Nio dan Oen Tjoen Hok. Dahulu, tempat tersebut terkenal dengan es krim rumahan, roti, dan steak. Hingga kini, Toko Oen masih mempertahankan suasana klasiknya, dan pemerintah telah menetapkannya sebagai salah satu situs cagar budaya di Kota Malang.

Dulu dan Kini Toko Oen Kayutangan

Toko Oen Kayutangan Kota Malang berdiri pada tahun 1930. Awalnya, tempat ini merupakan lokasi hang out favorit para pejabat kolonial Belanda. Tempatnya yang romantis dengan gaya bangunan arsitektural kolonial, di dalamnya dipadu dengan rangkaian interior klasik dan kursi rotan, pada masanya menjadi tempat kongkow kaum kelas menengah Belanda.

Begitu pula dengan menu sajiannya yang terkenal dengan old fashioned ice cream bertekstur khas dan tidak terlalu manis, serta kue-kue kering seperti kue jahe dan kastengel, semakin menyelaraskan selera para bangsawan kelas menengah Belanda kala itu.

Toko oen
Foto : Rossi Putri Enjelita

Meski Toko Oen Kayutangan Malang telah mengalami perubahan, baik dari sisi manajemen pengelola maupun penyajian menu karena tuntutan pasar, Toko Oen tetap mempertahankan resep lama dan nuansa suasana tempo dulu. Suasana klasik masih menghiasi setiap sudut: pramuniaga berpakaian ala pelayan zaman dulu (maid), alunan musik nostalgia, serta tata ruang yang dibiarkan bergaya jadul, menjadikannya destinasi populer bagi wisatawan.

Kini, Toko Oen Kayutangan Malang bukan sekadar tempat makan. Terlebih setelah kawasan Kayutangan Heritage berkembang menjadi pusat wisata tempo doeloe Kota Malang, kehadiran Toko Oen semakin menguatkan ikon heritage yang mempertegas cita rasa nostalgia masa kolonial di tengah arus modernisasi Kota Malang.

Selain itu, semakin dalam menjelajahi pusat wisata Kayutangan Heritage, akan semakin tampak eksistensi Toko Oen yang turut mempertegas kosmopolitanisme Kota Malang tempo doeloe—sebuah kota yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah kolonialisme hingga menuju kemerdekaan. (SM)


Editor: Munif

Tags: Kayutangan MalangToko oenToko Oen Kayutangan
redaksi swanews

redaksi swanews

Swa News adalah media terpercaya yang menyajikan informasi cepat dan tepat.

Related Posts

Bioskop Misbar Kelud: Legenda Hiburan Rakyat Kota Malang yang Kini Terabaikan
Seni dan Budaya

Bioskop Misbar Kelud: Legenda Hiburan Rakyat Kota Malang yang Kini Terabaikan

by redaksi swanews
13/03/2026
Hotel Pelangi Malang Menjadi Percikan Simbol Harmonisasi Arsitektur Eropa dan Jawa
Seni dan Budaya

Hotel Pelangi Malang Menjadi Percikan Simbol Harmonisasi Arsitektur Eropa dan Jawa

by redaksi swanews
12/03/2026
Oval Lake Citraland Puncak Tidar Dipadati Pengunjung, Bazar Sparkling Ramadhan 2.0 Hadirkan Suasana Hangat Menjelang Berbuka
Wisata dan Kuliner

Oval Lake Citraland Puncak Tidar Dipadati Pengunjung, Bazar Sparkling Ramadhan 2.0 Hadirkan Suasana Hangat Menjelang Berbuka

by redaksi swanews
09/03/2026
Senandung Rugosh Band Mengiringi Sahdunya Malam Minggu di Riche Heritage Hotel
Seni dan Budaya

Senandung Rugosh Band Mengiringi Sahdunya Malam Minggu di Riche Heritage Hotel

by redaksi swanews
08/03/2026
Jelang Lebaran, Pasar Santai 8 Perkuat Industri Kreatif Lokal di MCC Malang
UMKM

Jelang Lebaran, Pasar Santai 8 Perkuat Industri Kreatif Lokal di MCC Malang

by redaksi swanews
07/03/2026
Wali Kota Depok Temui Menteri Kebudayaan Bahas Pengembangan dan Penetapan Cagar Budaya Kawasan Depok Lama
Seni dan Budaya

Wali Kota Depok Temui Menteri Kebudayaan Bahas Pengembangan dan Penetapan Cagar Budaya Kawasan Depok Lama

by redaksi swanews
05/03/2026
Next Post
sekarang puasa hari ke berapa

Sekarang Puasa Hari ke Berapa? Cek Kalender Ramadan 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

BERITA POPULER

  • Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

    Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kemenag RI Dituntut Mundur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekda Lamongan Bantah Berita Tersangkut OTT KPK Bupati Pekalongan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Sahur, Dua Motor Vario 125 Digondol Maling di Ciptomulyo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Swa News Indonesia

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Cepat | Mencerahkan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan