Sabtu, Juni 13, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Rupiah Menguat 17 Ribu, Ancaman Badai PHK Massal akan Mereda?

Mukhamad Munif by Mukhamad Munif
12/06/2026
in Bisnis, Ekonomi, Nasional
0
0
SHARES
108
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

Jakarta, Swa News– Ancaman gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal diproyeksikan masih menjadi momok menakutkan yang membayangi dunia usaha nasional hingga penghujung kuartal II 2026. Namun, tren rupiah menguat pada juni 2026 menjadi angin segar bagi para pelaku usaha.

Rupiah menguat
Ilustrasi industri manufaktur. (Canva/Mnf)

Lembaga riset ekonomi terkemuka, Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, mengeluarkan alarm peringatan dini terkait potensi runtuhnya pasar tenaga kerja formal di dalam negeri dalam waktu dekat.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Kinerja PT BPR Artha Kanjuruhan Dapat Apresiasi Sekda Malang, Dorong Pemulihan Ekonomi Daerah

Kinerja PT BPR Artha Kanjuruhan Dapat Apresiasi Sekda Malang, Dorong Pemulihan Ekonomi Daerah

12/06/2026
Chef Arnold Pilih Mundur dari Tawaran BGN, Akui Tak Sebanding dengan Kompleksitas Logistik MBG

Chef Arnold Pilih Mundur dari Tawaran BGN, Akui Tak Sebanding dengan Kompleksitas Logistik MBG

12/06/2026
Load More

Dalam laporan riset mendalam terbaru mereka yang bertajuk “Badai PHK (Belum) Berlalu”, CORE Indonesia memproyeksikan bakal ada tambahan angka PHK baru yang menyasar sekitar 15,3 ribu hingga 20,3 ribu pekerja formal di seluruh Indonesia. Dari total angka tersebut, sektor manufaktur atau industri pengolahan kembali menjadi tumbal paling rentan dengan potensi kehilangan lapangan kerja mencapai 8,7 ribu hingga 12,1 ribu pekerja.

Kondisi kritis ini dinilai berisiko memperburuk struktur pasar tenaga kerja formal Indonesia yang secara statistik dinilai sudah rapuh dan mengalami tren penurunan daya serap dalam satu dekade terakhir.

Hulu Masalah: Biaya Impor Mencekik dan Blokade Jalur Hormuz

CORE Indonesia menjelaskan bahwa badai efisiensi korporasi ini tidak terjadi di ruang hampa. Faktor utama yang mencekik napas para pelaku industri adalah pembengkakan biaya produksi akibat depresiasi nilai tukar rupiah yang sempat tak terkendali pada awal tahun, di mana kurs sempat merosot tajam dan bertengger konsisten di atas level psikologis Rp17.400 per dolar AS.

Baca juga: Sosok Gus Idris Tersangka Pelecehan Seksual Asal Malang, Youtuber Pendakwah yang Pernah Tersandung Kasus Video Hoaks

Ketergantungan industri manufaktur nasional yang masih sangat tinggi terhadap bahan baku impor membuat pelemahan kurs langsung memicu shock pada pos anggaran operasional pabrik. Tekanan ini kian diperparah oleh faktor eksternal berupa hambatan distribusi logistik global. Konflik geopolitik yang terus membara di kawasan Timur Tengah telah memicu gangguan keamanan serius di Selat Hormuz—jalur nadi perdagangan internasional—yang otomatis melambungkan biaya premi asuransi kapal kontainer dan ongkos angkut (freight cost) ke Asia Tenggara.

Angin Segar Juni 2026: Rupiah Menguat ke Rp 17.000

Namun, konstelasi ekonomi sedikit bergeser memasuki pertengahan Juni 2026. Berdasarkan data pasar spot keuangan terbaru, mata uang Garuda mulai menunjukkan taji dan melakukan tren penguatan responsif (rebound) hingga kembali bergerak stabil di level Rp17.000 per dolar AS.

Pembalikan arah jarum kurs ini memicu optimisme sekaligus pertanyaan krusial di kalangan dunia usaha dan pengambil kebijakan: Bagaimana nasib dan proyeksi PHK massal pada Semester II 2026 (Juli–Desember) mendatang?

Sejumlah ekonom menilai, pelandaian kurs ke level Rp 17.000 ini bisa menjadi komponen “rem darurat” yang sangat efektif untuk menahan laju PHK massal di paruh kedua tahun ini. Jika secara konsisten tren rupiah menguat mampu dijaga oleh Bank Indonesia hingga memasuki kuartal III dan IV, para pelaku industri manufaktur diprediksi bisa sedikit bernapas lega. Penurunan kurs dolar otomatis akan memangkas beban biaya pembelian komponen impor, sehingga korporasi memiliki ruang finansial lebih untuk membatalkan rencana rasionalisasi karyawan.

Dunia Usaha Diingatkan Tetap Waspada

Kendati ada sinyal positif dari rupiah menguat pada juni 2026, CORE Indonesia mengingatkan para pelaku usaha sekaligus pemerintah untuk tidak cepat puas apalagi menurunkan kewaspadaan. Penguatan rupiah di dalam negeri dinilai belum sepenuhnya berada di zona aman, mengingat faktor ketidakpastian global masih sangat tinggi.

Jika tensi politik di Timur Tengah kembali eskalatif, rantai pasok global diyakini akan kembali tersendat dan berpotensi memicu inflasi barang impor gelombang kedua. Oleh karena itu, Semester II 2026 akan menjadi fase krusial bagi pemerintah untuk mengeluarkan insentif fiskal taktis guna melindungi industri padat karya agar angka pemutusan kerja tidak meluas ke sektor pendukung lainnya. (ARD)


Penulis : Ardian F. R

Editor : M. Munif

Tags: Badai PHK Belum BerlaluCORE IndonesiaEkonomi IndonesiaKurs Dolar Juni 2026Manufaktur BoncosPHK Massal 2026Rupiah MenguatSemester II 2026
Mukhamad Munif

Mukhamad Munif

Sekretaris Redaksi Swa News Indonesia, sekaligus aktif sebagai Kreator Konten.

Related Posts

Kinerja PT BPR Artha Kanjuruhan Dapat Apresiasi Sekda Malang, Dorong Pemulihan Ekonomi Daerah
Jawa Timur

Kinerja PT BPR Artha Kanjuruhan Dapat Apresiasi Sekda Malang, Dorong Pemulihan Ekonomi Daerah

by Mukhamad Munif
12/06/2026
Chef Arnold Pilih Mundur dari Tawaran BGN, Akui Tak Sebanding dengan Kompleksitas Logistik MBG
Politik

Chef Arnold Pilih Mundur dari Tawaran BGN, Akui Tak Sebanding dengan Kompleksitas Logistik MBG

by Mukhamad Munif
12/06/2026
pemadaman listrik di Malang
News

Pemadaman Listrik di Malang Bikin Warga Geram, Ini Dalih PLN hingga Matikan Kolom Komentar Instagram

by Imam Hanifah
11/06/2026
LBH Jakarta Desak Penghentian Penggusuran Paksa Warga RW 10 Lenteng Agung oleh Pusziad TNI AD
News

LBH Jakarta Desak Penghentian Penggusuran Paksa Warga RW 10 Lenteng Agung oleh Pusziad TNI AD

by Mukhamad Munif
10/06/2026
Korupsi Penambahan Kuota Haji
Hukum

KPK Tahan Dua Pihak Swasta dalam Kasus Dugaan Korupsi Penambahan Kuota Haji 2023-2024

by Imam Hanifah
09/06/2026
Miris! Dolar Meroket Tak Dongkrak Kunjungan Wisman di Kota Batu, Bukan Untung Malah Buntung
Wisata dan Kuliner

Miris! Dolar Meroket Tak Dongkrak Kunjungan Wisman di Kota Batu, Bukan Untung Malah Buntung

by Mukhamad Munif
09/06/2026
Next Post
Targetkan Selesai Sehari, Registrasi Ulang di SDN Kebonsari 2 Malang Berlangsung Tertib

Targetkan Selesai Sehari, Registrasi Ulang di SDN Kebonsari 2 Malang Berlangsung Tertib

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025
Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

02/03/2026

EDITOR'S PICK

SPMB SD Jalur Domisili Kota Malang

Catat! Ini Syarat dan Jadwal SPMB SD Jalur Domisili Kota Malang 2026

01/05/2026
Anti Klimaks, Sinetron Kasus Pagar Laut Tangerang

Anti Klimaks, Sinetron Kasus Pagar Laut Tangerang

28/02/2025
New Orde Baru! Buruh Malang Tolak Imperialisme dan Militerisme

New Orde Baru! Buruh Malang Tolak Imperialisme dan Militerisme

02/05/2026
Penolakan UU TNI Makin Membara, Mahasiswa Siap Kepung DPR Usai Lebaran: “Kami Belum Kalah!

Penolakan UU TNI Makin Membara, Mahasiswa Siap Kepung DPR Usai Lebaran: “Kami Belum Kalah!

05/04/2025
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan