Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Kota Batu, Swa News – Suasana meriah menyelimuti Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Minggu (4/10/2026). Festival Nyusu Bareng 2026 yang digelar di dusun tersebut sukses menarik perhatian ribuan warga.
Kehadiran Pemerintah Kota Batu menjadi bukti keseriusan mengembangkan potensi Brau. Wali Kota Batu, Nurochman, yang akrab disapa Cak Nur, datang langsung ke lokasi bersama Forpimda dan seluruh Kepala OPD.
Di hadapan peserta, Cak Nur mengaku kagum dengan kekuatan ekonomi Dusun Brau. Meski hanya dihuni 700 jiwa, dusun ini memiliki populasi sapi yang jauh lebih banyak dari manusianya.
”Dusun Brau ini hanya terdiri dari 700 warga. Tapi sapinya ada 2.500 ekor. Tentu yang menghasilkan susu per hari mencapai 10.000 liter,” ungkapnya.
Bagi Cak Nur, angka 10.000 liter per hari bukan angka kecil. Ini adalah potensi besar yang wajib dikelola secara profesional dan berkelanjutan. Ia pun memberikan apresiasi tinggi kepada Koperasi Margo Makmur Mandiri di bawah komando Muhammad Munir. Terlebih, koperasi tersebut mampu bersinergi dengan Forum Desa Wisata (Fordewi) Kota Batu.
”Ini adalah potensi yang harus dipotret dan dikelola. Pak Munir telah menginisiasi itu bersama Fordewi, berkolaborasi dan bersinergi untuk mengangkat potensi Dusun Brau,” tegasnya.
Cak Nur berharap festival ini menjadi pintu masuk peningkatan kunjungan wisatawan. Wisatawan bisa datang untuk menikmati sajian khas Brau, mulai dari susu segar hingga aneka olahan susu.
Untuk itu, ia tak segan memberikan instruksi tegas kepada jajarannya. Dinas Pariwisata diminta untuk melakukan pendampingan intensif agar tata kelola wisata semakin baik.
”Dinas Pariwisata harus membaca ini sebagai salah satu potensi yang harus didampingi. Supaya tata kelolanya nanti semakin baik,” pintanya.
Instruksi lain diberikan kepada Dinas Pekerjaan Umum. Cak Nur meminta akses konektivitas menuju Dusun Brau menjadi prioritas. Jalan yang nyaman dan mudah dijangkau dinilai menjadi kunci.
”Karena tadi ada beberapa warga yang sepertinya dari luar Kota Batu hadir, maka akses ini menjadi sangat dibutuhkan. Silakan diberikan prioritas untuk Desa Gunungsari khususnya Dusun Brau,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Pelaksana Festival sekaligus Sekretaris Fordewi Kota Batu, Erwin Sidarta, menjelaskan bahwa event tahun ini memiliki konsep yang berbeda.
Jika sebelumnya bernama Festival Susu Sapi Perah dan baru digelar dua kali, tahun ini skalanya lebih besar. Tahun 2026 ini diinisiasi penuh oleh Fordewi dengan melibatkan semua stakeholder.
”Yang pertama itu launching Desa Wisata Sapi Perah. Terus yang kedua hampir sama,” katanya.
Menurut Erwin, Festival Nyusu Bareng 2026 digelar dengan kolaborasi lebih luas. Mulai dari warga Brau, Koperasi Margo Makmur Mandiri, hingga lembaga dari luar daerah seperti PT Askrindo dari Jakarta. Dukungan Askrindo, kata Erwin, sangat vital. Pihaknya memberikan souvenir berupa baju untuk anak-anak PAUD dan TK.
”Termasuk ada yang jauh itu dari Askrindo Jakarta. Beliau support yang pertama itu untuk souvenir, yaitu untuk baju anak-anak,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Askrindo juga mensupport 1.000 cup susu. Karena antusiasme pengunjung membludak, panitia akhirnya menambah hingga total 3.000 cup agar tidak ada yang kecewa.
”Karena antusias pengunjungnya seperti ini, kita khawatir yang datang kecewa. Akhirnya kita siapin 1.500 cup, ada penambahan 1.500 cup lagi,” ujarnya.
Puncaknya, Askrindo menyiapkan doorprize utama yang paling ditunggu, yakni seekor anakan sapi perah yang akan diundi untuk warga dan pengunjung.
”Support terakhir dari Askrindo yang paling penting adalah doorprize utama, yaitu diberikan anakan sapi. Nanti akan dibagikan ke warga atau pengunjung yang datang melalui undian,” kata Erwin.
Erwin berharap, Dusun Brau bisa semakin dikenal luas sebagai destinasi wisata edukasi unggulan. Ia ingin konsep wisata di Brau dikembangkan menjadi paket wisata yang menghubungkan wisata buatan dengan wisata berbasis masyarakat.
”Ini tahun pertama kita membuat event sebesar ini. Harapannya setiap tahun ada agenda seperti ini,” harapnya. Ia ingin kolaborasi dengan dinas dan UMKM lokal terus diperkuat agar tahun depan lebih besar lagi.
Ketua Koperasi Margo Makmur Mandiri, Muhammad Munir, menambahkan bahwa keterlibatan Askrindo bukan hal baru. Hubungan pembinaan sudah terjalin sejak tahun 2016.
”Karena Brau ini sentra peternakan sapi perah, yang diangkat adalah hasilnya, yaitu susunya. Makanya dibuat Festival Nyusu Bareng,” katanya.
Antusiasme warga pun di luar dugaan. Tidak hanya warga lokal, peserta dari Surabaya dan berbagai kabupaten/kota lain juga hadir.
”Festival ini bisa menjadi ajang promosi UMKM. Produk-produk olahan susu dan hasil lokal lainnya bisa lebih dikenal,” pungkasnya.
Penulis: Sholeh
Editor: Imam A. Hanifah


