Sabtu, September 12, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Kolom

Relativisme

Selamet CasturbySelamet Castur
08/08/2026
in Kolom
0
Relativisme
0
SHARES
108
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

Swa News – Saya tidak akan mengajak anda untuk memasuki teori relativisme Albert Einstein yang rumit membahas soal dimensi ruang dan waktu itu. Namun, saya hanya ingin mengajak  merenungkan pitutur Kang Bejo yang kadang sok tahu ingin ikut nimbrung membicarakan relativitas kebenaran manusia.

Kala itu Kang Bejo bertutur pada temannya, ‘kadang sampean benar tapi yo sek akeh salahe’. Pernyataan ini sering kita jumpai sehari-hari dalam komunikasi budaya masyarakat jawa. Proposisi logika bahasa itu memiliki hukum positif-negatif, kuantitatif-kualitatif, dan pendekatan normatif-kontekstual dalam mengukur sebuah peristiwa perilaku objek personal maupun sosial.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Cak Munir

Kenduri untuk Cak Munir

09/09/2026
Islam Ala Prabowo

Peneguhan Politik Identitas Ala Islam Ala Prabowo

06/09/2026
Load More

Pola penilaian itu berbeda dengan cara pandang kausatif, yang selalu mengintegrasikan antara hukum sebab dan hukum akibat dari sebuah objek pikiran, ucapan, dan tindakan. Kita sering mendengar dialek jawa demikian, ‘gara-gara kon saiki ruwet’, atau kalimat, ‘nek aku gak teko gak kiro beres’.

Dalam kerangka hukum kausatif, orang cenderung berpandangan pada akibat yang ditimbulkan objek, atau lebih berfikir konteks ketimbang teks. Sementara proposisi yang pertama tadi, berasumsi pada hukum kedaulatan objek penyebab.

Kemudian korelasinya ada dimana dengan tafsir budaya berfikir kita?.

Untuk kalimat ‘kadang sampean bener tapi akeh salahe’, menegaskan cara pandang kebudayaan masyarakat yang tersusun secara korelatif antar esensi nilai kebenaran yang abstrak, imajinatif, dengan kebenaran empirik. Sementara pandangan kausatif menilai kebenaran berasal dari keadaan pragmatis, yang berfikir hanya pada kebutuhan, kepentingan, dan keuntungan temporal.

Tapi, kalau cara berfikir Kang Bejo kan sederhana, menggunakan rumus berfikir jawa yang ‘njawani’. Maksudnya, menampilkan kerangka berfikir sederhana, lugas, jujur, dan terbuka, untuk mewujudkan keunggulan hakekat ‘njawani’ yang mencerminkan pada tingkat kedewasaan mental kebudayaan.

Didalam struktur bahasa ‘kadang sampean bener tapi akeh salahe’ tersebut pada prinsipnya untuk memastikan kesetaraan antara kebenaran dan kesalahan. Karena, istilah ‘kadang’ maupun ‘akeh’ menggambarkan ritme yang tak terukur kuantitasnya.

Maka ungkapan Kang Bejo  tadi, ‘kadang sampean bener tapi akeh salahe’, sejajar dengan kalimat ‘kadang sampean salah tapi akeh benere’. Kalau dalam analogi kaidah ushul, ‘hukum asal dari sesuatu itu boleh’, tapi secara dialektik juga menyatakan ‘hukum asal sesuatu itu haram (tidak boleh), sehingga tergantung teks yang menyertai alasan hukumnya.

Akhirnya, Kang Bejo berada dalam kerangka kebenaran berfikir eksistensialis, ia tegaskan, ‘seburuk-buruk perilaku seseorang pasti memiliki kebaikan, dan sebaik-baik orang juga memiliki kesalahan, itu lah relativisme internal.*

Oleh: 

Selamet Castur
CEO Media Swa Indonesia

Selamet Castur

Selamet Castur

Related Posts

Cak Munir
Kolom

Kenduri untuk Cak Munir

bySelamet Castur
09/09/2026
Islam Ala Prabowo
Kolom

Peneguhan Politik Identitas Ala Islam Ala Prabowo

bySelamet Castur
06/09/2026
SMA Muhammadiyah 4 Gayam Persoalkan Juara Karnaval Unik, Juri Dinilai tak Kompeten dan Langgar Juknis
Jawa Timur

SMA Muhammadiyah 4 Gayam Persoalkan Juara Karnaval Unik, Juri Dinilai tak Kompeten dan Langgar Juknis

byMukhamad Munif
01/09/2026
Topan Srimulat
Jawa Timur

Seniman Lawak Jawa Timur Abah Topan Meninggal Dunia di Kepanjen Malang

byArdian FRand1 others
28/08/2026
santri kiri
Kolom

Yakuza Maneges dalam Ekosistem Santri Kiri Baru?

bySelamet Castur
23/08/2026
Negara dan Pasar
Ekonomi

Negara dan Pasar

bySelamet Castur
19/08/2026
Next Post
Kapolresta Malang kota

Kapolresta Malang Kota Cek Operasional Dua SPPG Polri di Kedungkandang dan Lowokwaru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

16/06/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025

EDITOR'S PICK

Taktik Mandul Roberto Martinez, Replika Dosa Masa Lalu di Belgia

07/07/2026
profil kabupaten bangkalan

Mengulik Profil Kabupaten Bangkalan Jawa Timur, Gerbang Masuk Pulau Madura

16/02/2026
Horor ! Timnas Inggris Diisolasi , Pasca Baku Tembak Dekat Markas Piala Dunia

Horor ! Timnas Inggris Diisolasi , Pasca Baku Tembak Dekat Markas Piala Dunia

09/06/2026
Hoaks Yai MIM Terbongkar: Wahyu Hidayat Bukan Madas, Tapi Putra Asli Malang

Hoaks Yai MIM Terbongkar: Wahyu Hidayat Bukan Madas, Tapi Putra Asli Malang

04/10/2025
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan