Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News – Sebanyak sepuluh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terpilih untuk mengikuti program magang internasional di Daihatsu Kyushu, Jepang, sebagai upaya memperkuat kesiapan kerja di level global.
Sebagaimana dilangsir dari laporan resmi Humas UMM, para mahasiswa yang terdiri dari lima orang Program Studi Teknik Mesin dan lima orang Teknik Industri ini telah diberangkatkan sejak 22 Juni lalu untuk menjalani praktik industri selama satu tahun penuh di Negeri Sakura.
Program ini merupakan angkatan kedua (Batch 2) yang bertujuan memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam menyelami ekosistem industri otomotif internasional. Selama di Jepang, para peserta disebar ke tiga divisi utama produksi, yakni pengelasan (welding), perakitan (assembly), dan pengecatan (painting).
Di divisi welding, mahasiswa belajar mengoperasikan teknologi robotik untuk kerangka mobil, sementara di divisi assembly dan painting, mereka terlibat langsung dalam perakitan komponen serta tahap akhir estetika kendaraan.
Naufal Zuhdi ‘Athallah, salah satu peserta dari Teknik Mesin, menyatakan bahwa motivasi utamanya adalah mencari atmosfer kerja baru di luar negeri.
“Motivasi utamanya adalah mencari pengalaman baru, terutama merasakan langsung bagaimana bekerja di luar negeri,” ungkap Naufal.
Ia juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa Jepang sebagai kunci keselamatan dan kelancaran koordinasi di lapangan.
Pihak universitas memberikan dukungan penuh melalui pendampingan dosen dan fasilitas konversi SKS mata kuliah, sehingga program ini selaras dengan kurikulum akademik.
Naufal berpesan agar rekan sejawatnya tidak ragu mengambil peluang serupa karena magang di Jepang bukan sekadar bekerja, melainkan proses belajar membangun kedisiplinan, tanggung jawab, serta memahami etos kerja yang sangat menghargai waktu.


















