Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News – Universitas Brawijaya (UB) melalui Faculty of Animal Science and Technology (FAST) menggelar pameran satwa yang mengombinasikan unsur hiburan dan edukasi bagi civitas akademika serta masyarakat umum.
Sebagaimana dilangsir dari laporan resmi Humas UB, kegiatan yang berlangsung di Gedung Samantha Krida pada 24-25 Oktober 2026 ini menampilkan berbagai koleksi satwa mulai dari ayam hias, reptil eksotis, hingga kucing bernilai tinggi sebagai upaya mengenalkan karakteristik fauna sekaligus menjadi sarana kesehatan mental bagi mahasiswa.
Dekan FAST UB, Prof. Dr. Ir. Muhammad Halim Natsir, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa pameran ini memiliki fungsi strategis di luar aspek akademik formal. Menurutnya, interaksi dengan hewan dapat menjadi media pelepasan stres yang efektif bagi mahasiswa yang kerap menghadapi tekanan tugas perkuliahan.
“Kegiatan ini bisa menjadi destinasi mahasiswa pada saat jenuh dengan tugas-tugas. Hal ini sangat diperlukan untuk meningkatkan kesehatan mental mahasiswa selain berupa layanan konseling,” ujar Prof. Halim saat meninjau lokasi pameran.
Antusiasme pengunjung terlihat dari beragamnya latar belakang mahasiswa yang hadir, seperti Amru dari FAST 2026 dan Belinda dari FISIP 2024. Mereka mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai perawatan hewan, termasuk informasi mengenai kucing kontes yang memiliki nilai ekonomi mencapai Rp22 juta.
Selain itu, pengunjung juga diajak memahami cara satwa beradaptasi dengan lingkungan serta teknik interaksi yang aman, terutama untuk jenis hewan yang selama ini dianggap berbahaya oleh masyarakat awam.
Acara ini juga melibatkan komunitas pecinta hewan seperti MAGE (Malang Glow Exotic) yang membawa koleksi ular piton, iguana, hingga burung hantu. Kehadiran komunitas ini bertujuan untuk memberikan edukasi bahwa tidak semua reptil bersifat mengancam manusia jika dipahami karakteristiknya.
Pameran ditutup dengan penampilan ayam hias langka seperti Onagadori dan Ayam Sultan yang menjadi daya tarik visual utama bagi para pengunjung yang ingin mengabadikan momen melalui swafoto.


















