Kamis, April 23, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Seni dan Budaya

Menelusuri Budaya Hedon dalam Tradisi Riyoyo Kupatan di Lamongan

Imam Hanifah by Imam Hanifah
25/03/2026
in Seni dan Budaya, Jawa Timur
1
Tradisi Riyoyo Kupatan
0
SHARES
115
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Lamongan, SWANEWS — Tradisi Riyoyo Kupatan (Hari Raya Ketupat) sudah lama berlangsung dalam budaya masyarakat Islam pesisir utara Lamongan. Namun, sejak era 80-an hingga kini, Riyoyo Kupatan terlihat lebih bersifat seremonial dan terkesan hedonis.

Bagi masyarakat pesisir Lamongan, Riyoyo Kupatan yang biasanya dilaksanakan seminggu setelah Hari Raya Idulfitri—tepatnya pada 8 Syawal—tampak lebih banyak menyajikan acara makan-makan dan hiburan.

Bahkan, ketika kami menjumpai beberapa masyarakat pesisir yang telah mengalami masa Riyoyo Kupatan sekitar era 80-an hingga saat ini, kebanyakan dari mereka tidak memahami makna tradisi yang selama ini dijalankan.

“Riyoyo Kupatan yo riyoyo mari lebaran terus gawe kupat, terus akeh acara musik hiburan dangdut,” ujar Nasrun kepada Swanews.

“Aku tidak mengerti arti kupat dan lepet, tapi biasanya kalau Riyoyo Kupatan itu ya membuat ketupat dan lepet, pakai lodeh ikan tongkol atau ikan laut asap lainnya,” timpal Son saat ditanya seputar arti kupat (ketupat).

Padahal, tradisi Riyoyo Kupatan yang diperkenalkan oleh Walisongo, khususnya Sunan Kalijaga pada masa Kerajaan Demak tersebut, memiliki makna hakikat dan filosofi mendalam. Selain sebagai bentuk rasa syukur setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan dan puasa sunnah Syawal, tradisi kupatan juga sarat akan simbolisme.

Carousel Gambar Artikel

Menurut spiritual Jawa, kupat (ketupat) melambangkan pengakuan kesalahan dan dosa (ngaku lepat). Sementara janur yang menjadi bungkus ketupat dan lepet—yang selama ini oleh masyarakat pesisir menggunakan daun kelapa muda (pupus)—berarti kembali ke asal muasal manusia. Janur juga sering dimaknai sebagai jatining nur (hati nurani) atau sejatine nur (cahaya sejati).

Pada era 80-an, pusat kegiatan Riyoyo Kupatan berada di Tanjung Kodok dan Sendang Duwur, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Kala itu, pelaksanaan ritual budaya Riyoyo Kupatan, khususnya di Sendang Duwur, masih terasa sakral karena berbalut unsur keyakinan lokal yang terkait dengan mitos.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Bumiayu ESports Championship Diikuti Ratusan Atlet ESports Kota Malang, Suryadi Dorong Karang Taruna Kembangkan Industri Kreatif

Bumiayu ESports Championship Diikuti Ratusan Atlet ESports Kota Malang, Suryadi Dorong Karang Taruna Kembangkan Industri Kreatif

20/04/2026
Silaturrockhim 7, Ruang Apresiasi Musisi Malang untuk Masyarakat dan Wadah Bagi Talenta Baru

Silaturrockhim 7, Ruang Apresiasi Musisi Malang untuk Masyarakat dan Wadah Bagi Talenta Baru

19/04/2026
Load More

Apapun bentuk perkembangannya saat ini, pelaksanaan tradisi Riyoyo Kupatan tetap menjadi cermin perpaduan nilai budaya pesisir utara Jawa dengan ajaran Islam mengenai hakikat kesucian hati serta upaya mempererat tali persaudaraan.

Tags: Filosofi KetupatMakna Simbolis JanurNgaku LepatPesisir Utara LamonganRiyoyo KupatanTradisi Islam PesisirTradisi Lebaran
Imam Hanifah

Imam Hanifah

Penulis SEO seputar Jawa Timur, bisnis, wisata dan pendidikan

Related Posts

Bumiayu ESports Championship Diikuti Ratusan Atlet ESports Kota Malang, Suryadi Dorong Karang Taruna Kembangkan Industri Kreatif
Gaya hidup

Bumiayu ESports Championship Diikuti Ratusan Atlet ESports Kota Malang, Suryadi Dorong Karang Taruna Kembangkan Industri Kreatif

by redaksi swanews
20/04/2026
Silaturrockhim 7, Ruang Apresiasi Musisi Malang untuk Masyarakat dan Wadah Bagi Talenta Baru
Seni dan Budaya

Silaturrockhim 7, Ruang Apresiasi Musisi Malang untuk Masyarakat dan Wadah Bagi Talenta Baru

by redaksi swanews
19/04/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat
Jawa Timur

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

by redaksi swanews
15/04/2026
Final FLS3N dan O2SN Kota Malang 195 Peserta Disaring! Dikbud Akan Optimalkan Pembinaan Menuju Tingkat Provinsi
Pendidikan

Final FLS3N dan O2SN Kota Malang 195 Peserta Disaring! Dikbud Akan Optimalkan Pembinaan Menuju Tingkat Provinsi

by redaksi swanews
15/04/2026
jadwal ka jayabaya terbaru 2026
Jawa Timur

Update Jadwal KA Jayabaya Terbaru 2026 Rute Jakarta-Surabaya-Malang

by Imam Hanifah
14/04/2026
rute dan jadwal KA Gajayana
Jawa Timur

Rute dan Jadwal KA Gajayana Terbaru 2026  Malang-Jakarta dan Sebaliknya

by Imam Hanifah
14/04/2026
Next Post
Jurusan Terfavorit di Universitas Airlangga

Peluang SNBT 2026, Ini 15 Jurusan Terfavorit di Universitas Airlangga (Unair) di SNBT 2025 

Comments 1

  1. Ping-balik: ICT Watch Menyoroti Pelaksanaan Pembatasan Akses Digital Anak Di Bawah Usia 16 Tahun Swa News

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

02/03/2026
Tetap Sering Padam! Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi Dikritisi Anggota DPRD Sumenep, PLN Tidak Respon

Tetap Sering Padam! Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi Dikritisi Anggota DPRD Sumenep, PLN Tidak Respon

17/03/2026
Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026

EDITOR'S PICK

Salute Arek Malang Menebar Kebaikan di Bulan Ramadan, Bagi Ratusan Takjil Tiap Jumat

Salute Arek Malang Menebar Kebaikan di Bulan Ramadan, Bagi Ratusan Takjil Tiap Jumat

07/03/2026
Hoaks Yai MIM Terbongkar: Wahyu Hidayat Bukan Madas, Tapi Putra Asli Malang

Hoaks Yai MIM Terbongkar: Wahyu Hidayat Bukan Madas, Tapi Putra Asli Malang

04/10/2025
Anwar Usman

5 Pedoman Mahkamah Konstitusi Untuk Rekayasa Konstitusi Pembatasan Jumlah Capres

04/01/2025
Ali Mufthi: Dari Aktivis HMI, Kini Nakhoda Baru Partai Golkar Jawa Timur

Ali Mufthi: Dari Aktivis HMI, Kini Nakhoda Baru Partai Golkar Jawa Timur

14/05/2025
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan