Malang, Swa News – Kolaborasi lintas genre kembali menggema melalui gelaran Silaturrockhim 7. Di depan Taman Puspa, Jalan Lintas Barat (Jalibar), Kepanjen, Kabupaten Malang, Komunitas Musisi Malang Selatan menyelenggarakan acara yang tak sekadar menjadi panggung pertunjukan, melainkan ruang temu bagi pelaku musik sekaligus jembatan sosial antara seniman dan masyarakat (19/04/2026).

Acara yang dibuka pukul 14.00 WIB ini menandai konsistensi komunitas musik lokal dalam membangun ekosistem kreatif yang inklusif. Nanang, selaku panitia sekaligus Vokalis Mansure band, menegaskan bahwa Silaturrockhim bukan sekadar event musik biasa. “Ini adalah bentuk apresiasi untuk dulur seniman, sekaligus upaya mempertemukan pelaku musik dari berbagai aliran dalam satu panggung,” ujarnya.
Dari Metalcore, Classic Rock, Heavy metal, Puck hingga Dangdut Silaturrockhim 7 menghadirkan spektrum musikal yang luas. Keberagaman ini menjadi kekuatan utama dalam membuka ruang bagi talenta baru untuk tampil dan berkembang. Konsep “music all for one, all for one music” menjadi semangat kolektif yang menyatukan perbedaan tersebut.
Baca juga: Senandung Rugosh Band Mengiringi Sahdunya Malam Minggu di Riche Heritage Hotel
Lebih dari sekadar hiburan, Silaturrockhim juga membawa misi sosial. Hasil dari kegiatan ini tidak hanya dikelola secara transparan, tetapi juga didistribusikan kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Pendekatan ini menjadikan acara tersebut sebagai model kolaborasi antara industri kreatif dan kepedulian sosial.

Lebih dari 20 Talen Tampil di Silaturrockhim 7
Pada penyelenggaraan ketujuh ini, antusiasme terlihat semakin meningkat. Jumlah talenta yang terlibat bertambah signifikan, begitu pula dukungan dari sponsor. Hal ini membuka peluang bagi Silaturrockhim untuk berkembang menjadi salah satu wadah potensial dalam industri musik Malang Raya.
Gelaran Silaturrockhim 7 ini diikuti penampilan dari Suffocate, Mansure, Tony S, Ilmuwan Pengangguran, Agnivolt, NRY Project, Avvo Band, Q Band, Mikimos, TGP Boys, Sekar Kinanthi, Arca Tata Swara, Rugosh, D Custik, Martyr, Medical, Vitamin, Stereo Hub, Prologue, dan Tahlil.
Dengan lebih dari 20 penampil yang terlibat, Silaturrockhim 7 menunjukkan bahwa komunitas musik lokal memiliki energi besar untuk terus tumbuh. Tak hanya sebagai ajang ekspresi, tetapi juga sebagai fondasi bagi terbentuknya wadah industri musik di Malang. (MM)
















