Kamis, Februari 19, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Agama

Megengan

Mat Ray by Mat Ray
18/02/2026
in Agama, Kolom
0
0
SHARES
118
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Megengan

Mat Ray

 

Megengan dan Apem merupakan identifikasi kesatuan tradisi kebudayaan masyarakat Islam Jawa. Biasanya dilaksanakan di akhir bulan Sya’ban dalam rangka menyambut Ramadan.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Masjid Agung Jami Kota Malang

Masjid Agung Jami Kota Malang Siap Sambut 5 Ribu Jamaah Tarawih Ramadan 2026

18/02/2026
Board of Peace: Proyek Perdamaian Palsu Melembagakan Ketidakadilan

Board of Peace: Proyek Perdamaian Palsu Melembagakan Ketidakadilan

13/02/2026
Load More

Megengan berasal dari suku kata bahasa Jawa, megeng yang memiliki makna menahan. Menggambarkan hakikat spiritual puasa Ramadan melalui jalan syariat untuk menahan lapar, haus, dan nafsu.

Sementara jajanan pasar apem yang wajib ada dalam sajian Megengan disinyalir memiliki kesamaan dengan bahasa Arab, afwan atau afwun yang memiliki makna permaafan atau ampunan. Kemudian melahirkan ritual simbolik saling bermaafan menjelang bulan puasa Ramadan.

Megengan
Tangkapan CCTV Acara Sholawat Warga Merjosari.

Biasanya, pranata ritual Megengan diawali dengan nyekar (ziarah kubur), selamatan (kenduri) di masjid atau musala, kemudian dirangkai dengan doa bersama, dan berlanjut berbagi ambengan (berkat/makanan).

Pewarisan adat Megengan, dalam folklor yang berkembang di tengah masyarakat Islam tradisional, diyakini berakar dari penyebaran Islam di Pulau Jawa abad XV pada masa Kerajaan Demak. Kemudian dilanjutkan oleh para Walisongo yang lain, khususnya Sunan Kalijaga.

 

Rendah Hati

Secara implisit, makna filosofis jajan apem yang disajikan dalam Megengan merupakan simbol kesetaraan dan sikap rendah hati, bukan rendah diri. Bahkan secara teologis, simbol apem juga merupakan bentuk pengakuan eksistensi diri manusia sebagai makhluk yang lemah.

Secara kosmologis, simbolisasi apem dalam Megengan merupakan wujud sikap rendah hati (tawaduk) yang kemudian berimplikasi pada perilaku santun, toleran, adil, serta mampu menghargai harkat dan martabat orang lain.

 

Perkuat Solidaritas Sosial

Megengan memiliki makna penguatan nilai solidaritas sosial (al-tadhamun al-ijtima’i) berbasis pada nilai iman yang kemudian berwujud dalam sikap kepedulian, empati, dan tolong-menolong dalam kebajikan.

Implikasi moral-teologis dalam doktrin solidaritas sosial, Megengan merupakan kesediaan memandang umat manusia dalam satu kesatuan tubuh yang utuh. Bermula dari relasi teologis tersebut, Megengan ikut memperkuat kehadiran konstruksi syariah tentang “hablumminallah wa hablumminannas”, relasi vertikal terhadap hakikat iman tauhid Islam dan relasi horizontal melalui makna kesetaraan manusia.

Maka secara praksis, konstruksi falsafah Megengan niscaya melahirkan sikap keberpihakan pada struktur kaum lemah (mustadh’afin).

Ujungnya, tradisi Megengan dengan seluruh entitas tradisi kebudayaannya merupakan proyeksi reinterpretasi transformasi sejarah peradaban manusia berbasis nilai transendental di tengah kehidupan budaya profan yang serba material.


Mat Ray

Pelaku Spiritual

 

Tags: ApemJelang RamadanMegenganRamadan 2026Tradisi Islam Jawa
Mat Ray

Mat Ray

Penjelajah Sastra Spiritual Prophetik

Related Posts

Masjid Agung Jami Kota Malang
Agama

Masjid Agung Jami Kota Malang Siap Sambut 5 Ribu Jamaah Tarawih Ramadan 2026

by redaksi swanews
18/02/2026
Board of Peace: Proyek Perdamaian Palsu Melembagakan Ketidakadilan
Opini

Board of Peace: Proyek Perdamaian Palsu Melembagakan Ketidakadilan

by Haidar Bagir
13/02/2026
Tambang dan Krisis Ideologi Dakwah Berkemajuan
Kolom

Tambang dan Krisis Ideologi Dakwah Berkemajuan

by Qosdus Sabil
30/01/2026
Problem Tambang dan Etika Keberpihakan: Kritik terhadap Sikap Muhammadiyah
Kolom

Problem Tambang dan Etika Keberpihakan: Kritik terhadap Sikap Muhammadiyah

by Qosdus Sabil
28/01/2026
Bukan Azwar Anas Pemilik Otoritas Tambang Tumpang Pitu!
Kolom

Bukan Azwar Anas Pemilik Otoritas Tambang Tumpang Pitu!

by Hably Hasan
08/01/2026
Tumpang Pitu
Ekonomi

CSR Tumpang Pitu Wewenang Korporasi, Bukan Bupati!

by Hably Hasan
29/12/2025
Next Post
Situasi Perpekan Jelang Ramadan 2026 di Kota Malang

Situasi Perpekan Jelang Ramadan 2026 di Kota Malang

BERITA POPULER

  • Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kemenag RI

    Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kemenag RI Dituntut Mundur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjelang Pemilihan Rektor UIN Maliki Malang, Suhu Politik Mulai Memanas, Agus Maimun Deklarasi, FITK Pecah?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahyanto Hendri Wahyudi Dipercaya Menjabat Kadis Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman Kabupaten Banyuwangi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komunitas Saung Alas Muara Gembong Berkolaborasi dengan UI Memulihkan Lingkungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Swa News Indonesia

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Cepat | Mencerahkan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan