Rabu, Mei 6, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Komunitas Saung Alas Muara Gembong Berkolaborasi dengan UI Memulihkan Lingkungan

redaksi swanews by redaksi swanews
28/01/2026
in Pendidikan
0
Komunitas Saung Alas Muara Gembong
0
SHARES
139
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Jakarta, Swa News– Tim pengabdian masyarakat Universitas Indonesia (UI) telah mengadakan focus group discussion (FGD) dengan para nelayan komunitas bakau di Muara Gembong. (16/10/2025)

Kolaborasi UI Bersama Komunitas Saung Alas Muara Gembong: Memulihkan Lingkungan

Komunitas Saung Alas Muara Gembong yang diketuai Imam Kombali Safii tersebut kini juga tergabung dalam Ekowisata Saung Alas. Selama ini komunitas tersebut telah mengembangkan komuditas bibit bakau. Bahkan, komunitas tersebut telah melakukan sosialisasi pada generasi muda terkait manfaat tanaman bakau sebagai penghalang abrasi dan pelindung dari gelombang air laut dan menjadi rumah bagi flora dan fauna yang hidup di perbatasan antara air laut dan air tawar (air payau).

Menurut pihak Universitas Indonesia yang diwakili Melani Budianta dan Yudi Bachrioktora, sangat mengapresiasi kemandirian langkah swadaya masyarakat tersebut. Kegiatan yang dilakukan Imam bersama warga Muara Gembong merupakan bentuk pengetahuan kearifan lokal yang tumbuh dari kebutuhan dan pengalaman hidup sehari-hari.

Bagi masyarakat Muara Gembong, khususnya di Pantai Sederhana masalah mangrove dan abrasi pesisir bukan merupakan satu-satunya tantangan yang dihadapi. Masih ada persoalan lain, seperti pendidikan anak-anak, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan penguatan kapasitas perempuan pada tingkat komunitas. Sehingga kegiatan pengabdian masyarakat UI membutuhkan perluasan akses lintas sektoral.

Baca juga : Sempat Ditutup karena Protes Limbah, PT QL Hasil Laut Sedayulawas, Brondong, Lamongan Kembali Beroperasi

Pihak UI juga menambahkan, berdasarkan hasil diskusi dengan warga khususnya para ibu, mereka berharap ada kegiatan ekonomi kecil berbasis komunitas. Seperti kegiatan budi daya ayam petelur dan pengolahan hasil laut berupa kerupuk ikan.

Carousel Gambar Artikel

“Biasanya kegiatan kreatifitas kaum ibu itu bersama Saung Alas tersebut dilakukan saat para suami sedang melaut”, ujar Yudi Bachrioktora.

Untuk memperkuat program pengabdian masyarakat, UI juga mendorong keterlibatan mahasiswa secara intensif dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Kolaborasi yang telah berlangsung antara UI dan komunitas dapat menjadi ruang belajar bersama. Mahasiswa dapat memahami realitas sosial secara langsung, sementara masyarakat memperoleh manfaat nyata dari pendampingan dan inovasi yang dihasilkan.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas

Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas

03/05/2026
SPMB SD Negeri Jalur Afirmasi Kota Malang

Jadwal dan Syarat SPMB SD Negeri Jalur Afirmasi Kota Malang 2026/2027, Prioritaskan Siswa Kurang Mampu dan Disabilitas

01/05/2026
Load More

 

Potret Komunitas Saung Alas Muara Gembong

 

Imam merupakan salah satu tokoh berdirinya Komunitas Saung Alas Muara Gembong. Ia menyatakan bahwa sejak tahun 1990-an dirinya sudah aktif berupaya mengembalikan mangrove dan bakau di Muara Gembong tepatnya di Pantai Sederhana.

Komunitas Saung Alas Muara Gembong

“Saya menyadari air laut makin sering masuk ke kampung, tanah makin terkikis dan nelayan kehilangan tempat bersandar. Waktu itu saya sadar kalau kami di sini tidak bergerak sendiri, tak akan ada lagi yang tersisa,” ujar Imam.

Menurut Imam, pemikiran tersebut menjadi awal mula komunitas Saung Alas Muara Gembong berdiri. Bukan melalui proyek atau bantuan pemerintah tetapi melalui semangat kolektif warga. Para warga menanam mangrove sedikit demi sedikit menggunakan bibit yang dikumpulkan sendiri dari hutan yang masih tersisa. Mulanya warga hanya menanam beberapa ratus pohon saja, kemudian berlipat ganda menjadi ribuan.

Selain menanam mangrove, warga juga membangun Ekowisata Saung Alas. Tempat tersebut bukan sekadar destinasi tetapi juga menjadi ruang belajar bersama untuk mengenal pentingnya hutan mangrove, cara menjaga laut, dan kemandirian warga pesisir. Ekowisata Saung Alas dikelola bersama koperasi kecil yang dibentuk oleh warga sendiri. Semua keuntungan yang diperoleh juga kembali ke masyarakat.

“Kami tidak punya modal besar. Tidak ada bantuan alat atau dana hibah. Kami hanya punya tenaga, waktu, dan keyakinan bahwa menjaga alam sama dengan menjaga hidup kami sendiri. Masyarakat bergotong royong mulai bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anak mudanya semua ikut terlibat. Sayangnya, hingga hari ini tidak ada kepedulian dari pemerintah pusat ataupun daerah terhadap daerah kami ini,” lanjut Imam.

Imam juga sudah berupaya menemui instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi ataupun KKP tetapi hingga kini belum ada tanggapan. Ironisnya lagi, pemerintah desa juga tidak memberi tanggapan apa pun terkait bantuan biaya untuk memperbaiki jembatan kayu untuk mempermudah akses kegiatan warga dan anak-anak sekolah.

Imam berharap kegiatan pengabdian masyarakat UI bersama Komunitas Saung Alas Muara Gembong dapat menjadi titik awal untuk menjalin kerja sama guna menciptakan kebermanfaatan yang lebih luas. (AR)

Tags: Hutan mangroveKKN UIKomunitas pantaiKomunitas Saung Alas Muara GembongUniversitas Indonesia
redaksi swanews

redaksi swanews

Swa News adalah media terpercaya yang menyajikan informasi cepat dan tepat.

Related Posts

Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas
Pendidikan

Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas

by redaksi swanews
03/05/2026
SPMB SD Negeri Jalur Afirmasi Kota Malang
Pendidikan

Jadwal dan Syarat SPMB SD Negeri Jalur Afirmasi Kota Malang 2026/2027, Prioritaskan Siswa Kurang Mampu dan Disabilitas

by Imam Hanifah
01/05/2026
SPMB TK Negeri Kota Malang 2026
Pendidikan

SPMB TK Negeri Kota Malang 2026 Dibuka 8 Juni, Catat Syarat dan Jadwal Pendaftarannya

by Imam Hanifah
01/05/2026
UIBU dan UTP Surakarta
Pendidikan

Unik ! Kolaborasi UIBU dan UTP Surakarta Perkuat Kerjasama Kampus, dari MoU Lanjut ke Lapangan

by redaksi swanews
28/04/2026
Jalur Mandiri Universitas Negeri Malang 2026
Pendidikan

9 Jalur Mandiri Universitas Negeri Malang 2026: Syarat, Jadwal, dan 9 Pilihan Seleksi Lengkap

by Imam Hanifah
28/04/2026
Jalur Mandiri UB 2026
Pendidikan

7 Jalur Mandiri UB 2026, Catat Jadwal, Syarat, dan Cara Daftarnya

by Imam Hanifah
28/04/2026
Next Post
Problem Tambang dan Etika Keberpihakan: Kritik terhadap Sikap Muhammadiyah

Problem Tambang dan Etika Keberpihakan: Kritik terhadap Sikap Muhammadiyah

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025
Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

02/03/2026
Tetap Sering Padam! Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi Dikritisi Anggota DPRD Sumenep, PLN Tidak Respon

Tetap Sering Padam! Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi Dikritisi Anggota DPRD Sumenep, PLN Tidak Respon

17/03/2026

EDITOR'S PICK

Tempat Makan Omah Koempoel dekat alun-alun kota Batu

Bocoran ! 5 Tempat Makan Keluarga di Malang untuk Liburan Nataru

15/12/2024
Patrick Kluivert Di Hujat, Siapa yang Tepat Jadi pengganti Shin Tae-yong di Timnas Indonesia? 

Patrick Kluivert Di Hujat, Siapa yang Tepat Jadi pengganti Shin Tae-yong di Timnas Indonesia? 

07/01/2025
Mediasi dengan Aguan dan Anthony Salim, Akankah Oligarki Tunduk Pada Otoritas NKRI?

Mediasi dengan Aguan dan Anthony Salim, Akankah Oligarki Tunduk Pada Otoritas NKRI?

10/02/2025
Harun Masiku

Hasto Tersangka! Babak Baru Perang Bubat Jokowi vs PDIP

24/12/2024
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan