Sabtu, Oktober 10, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Agama

Megengan

Mat RaybyMat Ray
18/02/2026
in Agama, Kolom
0
0
SHARES
199
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

Megengan

Mat Ray

 

Megengan dan Apem merupakan identifikasi kesatuan tradisi kebudayaan masyarakat Islam Jawa. Biasanya dilaksanakan di akhir bulan Sya’ban dalam rangka menyambut Ramadan.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Perempuan Penjaga Demokrasi

Menguak Realitas Peran Perempuan Penjaga Demokrasi

09/10/2026
Pengurus PBNU 2026–2031

Libatkan 210 Tokoh, Ini Daftar Susunan Pengurus PBNU 2026–2031

02/10/2026
Load More

Megengan berasal dari suku kata bahasa Jawa, megeng yang memiliki makna menahan. Menggambarkan hakikat spiritual puasa Ramadan melalui jalan syariat untuk menahan lapar, haus, dan nafsu.

Sementara jajanan pasar apem yang wajib ada dalam sajian Megengan disinyalir memiliki kesamaan dengan bahasa Arab, afwan atau afwun yang memiliki makna permaafan atau ampunan. Kemudian melahirkan ritual simbolik saling bermaafan menjelang bulan puasa Ramadan.

Megengan
Tangkapan CCTV Acara Sholawat Warga Merjosari.

Biasanya, pranata ritual Megengan diawali dengan nyekar (ziarah kubur), selamatan (kenduri) di masjid atau musala, kemudian dirangkai dengan doa bersama, dan berlanjut berbagi ambengan (berkat/makanan).

Pewarisan adat Megengan, dalam folklor yang berkembang di tengah masyarakat Islam tradisional, diyakini berakar dari penyebaran Islam di Pulau Jawa abad XV pada masa Kerajaan Demak. Kemudian dilanjutkan oleh para Walisongo yang lain, khususnya Sunan Kalijaga.

 

Rendah Hati

Secara implisit, makna filosofis jajan apem yang disajikan dalam Megengan merupakan simbol kesetaraan dan sikap rendah hati, bukan rendah diri. Bahkan secara teologis, simbol apem juga merupakan bentuk pengakuan eksistensi diri manusia sebagai makhluk yang lemah.

Secara kosmologis, simbolisasi apem dalam Megengan merupakan wujud sikap rendah hati (tawaduk) yang kemudian berimplikasi pada perilaku santun, toleran, adil, serta mampu menghargai harkat dan martabat orang lain.

 

Perkuat Solidaritas Sosial

Megengan memiliki makna penguatan nilai solidaritas sosial (al-tadhamun al-ijtima’i) berbasis pada nilai iman yang kemudian berwujud dalam sikap kepedulian, empati, dan tolong-menolong dalam kebajikan.

Implikasi moral-teologis dalam doktrin solidaritas sosial, Megengan merupakan kesediaan memandang umat manusia dalam satu kesatuan tubuh yang utuh. Bermula dari relasi teologis tersebut, Megengan ikut memperkuat kehadiran konstruksi syariah tentang “hablumminallah wa hablumminannas”, relasi vertikal terhadap hakikat iman tauhid Islam dan relasi horizontal melalui makna kesetaraan manusia.

Maka secara praksis, konstruksi falsafah Megengan niscaya melahirkan sikap keberpihakan pada struktur kaum lemah (mustadh’afin).

Ujungnya, tradisi Megengan dengan seluruh entitas tradisi kebudayaannya merupakan proyeksi reinterpretasi transformasi sejarah peradaban manusia berbasis nilai transendental di tengah kehidupan budaya profan yang serba material.


Mat Ray

Pelaku Spiritual

 

Tags: ApemJelang RamadanMegenganRamadan 2026Tradisi Islam Jawa
Mat Ray

Mat Ray

Penjelajah Sastra Spiritual Prophetik

Related Posts

Perempuan Penjaga Demokrasi
Opini

Menguak Realitas Peran Perempuan Penjaga Demokrasi

byMelpi M. Marpaung
09/10/2026
Pengurus PBNU 2026–2031
Agama

Libatkan 210 Tokoh, Ini Daftar Susunan Pengurus PBNU 2026–2031

byImam Hanifah
02/10/2026
Bpkh
Agama

BPKH Luncurkan Lima Fitur Baru di BPKH Apps, Permudah Persiapan Haji Lewat Ekosistem Digital

byMukhamad Munifand1 others
11/09/2026
Cak Munir
Kolom

Kenduri untuk Cak Munir

bySelamet Castur
09/09/2026
Islam Ala Prabowo
Kolom

Peneguhan Politik Identitas Ala Islam Ala Prabowo

bySelamet Castur
06/09/2026
SMA Muhammadiyah 4 Gayam Persoalkan Juara Karnaval Unik, Juri Dinilai tak Kompeten dan Langgar Juknis
Jawa Timur

SMA Muhammadiyah 4 Gayam Persoalkan Juara Karnaval Unik, Juri Dinilai tak Kompeten dan Langgar Juknis

byMukhamad Munif
01/09/2026
Next Post
eks lokalisasi kaliwungu ngunut tulungagung

Eks Lokalisasi Kaliwungu Ngunut Tulungagung, Masih Melayani Tamu di Bulan Ramadan?

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025
Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

16/06/2026
jadwal bus malang blitar

Wajib Tahu! Jadwal Bus Malang Blitar Terlengkap 2026: Lengkap dengan Jam Berangkat dan Pilihan Bus

14/03/2026

EDITOR'S PICK

SPMB SMP Kota Malang Jalur Domisili

SPMB SMP Kota Malang Jalur Domisili 2026 Dibuka 8 Juni, Siswa Bisa Pilih 3 Sekolah

01/05/2026
Yai Mim Dosen Pascasarjana UIN Malang Tutup Usia Saat Menjalani Proses Hukum Dikebumikan di Blitar

Yai Mim Dosen Pascasarjana UIN Malang Tutup Usia Saat Menjalani Proses Hukum Dikebumikan di Blitar

13/04/2026
SPMB SMP Negeri di Banyuwangi

Kuota Jalur Domisili SPMB SMP Negeri di Banyuwangi 2026, Ini Rincian Lengkap Tiap Sekolah

19/05/2026
Komunitas ojol

Tampung Aspirasi Komunitas Ojol, Kapolresta Malang Bahas Solusi Tarif hingga Doa Bersama

30/08/2026
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan