Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang Kota, Swa News– Sebanyak 14 ribu Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya (Maba UB) pada acara Open House UB dan puncak penutupan Rangkaian Acara Jelajah Almamater Universitas Brawijaya (RAJA Brawijaya) dikenalkan gerakan pilah sampah berhadiah di booth UB Green Campus (UBGC), depan FILKOM.
Demi mewujudkan ekosistem kampus berkelanjutan, UBGC berkolaborasi dengan ILitterless Indonesia meluncurkan Reverse Vending Machine (RVM) guna menghadirkan solusi pengelolaan sampah plastik yang modern dan interaktif bagi civitas akademika UB, khususnya mahasiswa baru. (29/08/2026)

Kepala UPT UB Green Campus, Prof. Sri Suhartini, S.T.P., M.Env.Mgt., Ph.D., PGCert., IPM yang akrab disapa Prof. Neneng menyatakan inisiatif ini merupakan bagian dari penguatan komitmen kampus hijau. Dengan menggunakan pendekatan teknologi, ia menilai mesin RVM akan mendorong behaviour change (perubahan perilaku) agar memilah sampah menjadi kebiasaan yang mudah dan menyenangkan.
” RVM ini berbasis Internet of Things (IoT) dan incentive-based system yang khusus menerima sampah kemasan botol plastik sekali pakai berjenis PET (Polyethylene Terephthalate). Ada dua lubang terpisah untuk bagian badan botol dan tutup botol. Dirancang agar praktis dan terintegrasi dengan ekosistem digital,” terangnya.
Prof. Neneng menjelaskan cara penggunaan dan juga ada beberapa benefit yang akan didapat saat memilah sampah menggunakan RVM dibanding tempat sampah konvensional. Setiap pengguna nanti bisa mengumpulkan sejumlah poin yang dapat ditukar dengan reward ataupun voucher.
“Pertama bisa akses website pilahsampah.com, kemudian teman-teman membuat akun. Setelah itu bisa langsung mengoperasikan mesin RVMnya, pencet tombol mulai masukkan sampah ke masing-masing lubang. Pastikan kondisi botol sudah kering atau minim residu ya. Nanti setelah selesai akan muncul poin yang bisa ditukar hadiah,” Jelasnya.
Pilah Sampah Berhadiah, Wujudkan Sustainable Development Goals
Co-founder ILitterless Indonesia, Mayedha Adifirsta menjelaskan adanya kesamaan misi antara UBGC dengan lembaganya dalam mengembangkan teknologi serta ekosistem pengelolaan sampah berbasis insentif. Gerakan ini untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG 12 & SDG 13). Sehingga civitas akademika UB berpartisipasi aktif dalam mengurangi sampah plastik sekali pakai. Botol PET yang terkumpul nantinya akan disalurkan ke proses pengelolaan lanjutan bersama mitra pendaur ulang dari ekosistem ILitterless Indonesia.
“Mari bersama-sama wujudkan lingkungan kampus yang bersih dan berkelanjutan melalui aksi nyata. Punya sampah botol plastik bekas? Jangan dibuang. Pilah, setor ke RVM, kumpulkan poin, dan dapatkan reward,” ujarnya. (MJL-MM)*
Pewarta: Mujalli
Editor: Mukh. Munif


















