Kamis, Juli 16, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Kolom

Kritik Bukan Gonggongan: Kritik Merupakan Nyawa Demokrasi, Bukan Kebisingan yang Harus Dibenci

Amril Nuryan by Amril Nuryan
24/03/2025
in Kolom, Opini, Politik
0
0
SHARES
100
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

Kritik Bukan Gonggongan: Kritik Merupakan Nyawa Demokrasi, Bukan Kebisingan yang Harus Dibenci

Oleh: Amril Nuryan

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Sesuaikan Ketersediaan Anggaran, Dinas PUCKPP akan Pastikan Prioritaskan Pemeliharaan Jalan di Seluruh Kecamatan Banyuwangi

Sesuaikan Ketersediaan Anggaran, Dinas PUCKPP akan Pastikan Prioritaskan Pemeliharaan Jalan di Seluruh Kecamatan Banyuwangi

14/07/2026
Kylian Mbappe Murka, Semprot Balik Senator Paraguay: Anda Perempuan Hina!

Kylian Mbappe Murka, Semprot Balik Senator Paraguay: Anda Perempuan Hina!

10/07/2026
Load More

Kritik bukan gonggongan

Ketika presiden menganggap kritik sebagai “kebisingan” dan pengkritik sebagai “anjing yang menggonggong”, lalu kelompok 58% mendegradasi makna kritik itu disempitkan menjadi “gagal move on”.

Demokrasi sedang diracuni. Kami tidak meratapi kekalahan, kami menuntut akuntabilitas. Bukan soal menang atau kalah pilpres, tapi soal hak setiap warga negara untuk mengawasi kekuasaan.

Kritik Bukan Gonggongan: Kritik Merupakan Nyawa Demokrasi, Bukan Kebisingan yang Harus Dibenci

Jika kemenangan 58% dianggap sebagai legitimasi mutlak, lalu dimana ruang bagi 42% rakyat yang memilih berbeda? Apakah hanya karena kami bagian dari 16% atau 24% yang tak sejalan dengan narasi mayoritas, kritik kami otomatis dianggap dendam politik?

Ini bukan tentang pilpres, ini tentang prinsip bahwa pemerintahan yang baik adalah yang berani diuji, bukan yang bersembunyi di balik jargon “Ndas-Mu” atau “Kau yang Gelap” untuk menghindari pertanyaan kritis.

Kalian boleh berkoar “kalah mengalah”, tapi dengar ini: kritik adalah napas demokrasi, bukan pengkhianatan. Jika pemimpin hebat, mengapa takut diuji? Jika 58% mandat suci, buktikan dengan melayani 100% rakyat, bukan membungkam minoritas. Kami, 16% atau 24%, bukan musuh, kami pengingat bahwa kekuasaan tanpa kritik adalah benih tirani dan bibit absolutisme.

Kritik terhadap kebijakan MBG, Gemuknya kabinet, Gas 3kg, Danantara, UU TNI, IHSG yang terjun bebas, kelakuan oknum-oknum polisi, perampasan kendaraan rakyat secara sewenang-wenang, deforestasi, dan lain-lain bukanlah “dendam politik”, itu adalah hak warga negara.

Tapi ketika pemerintah menjawabnya dengan “Ndas-Mu” atau “Anjing Menggonggong, kita maju terus “, yang ditunjukkan bukanlah kematangan berkuasa, melainkan ketakutan untuk diuji publik.

Baca juga: Ilfi Nurdiana Mulai ‘Gerilya’, Punya Jejaring Partai, Kans Kuat Menjadi Rektor UIN Maliki Malang?

Kritik bukan gonggongan

Menganggap kritik sebagai gonggongan (anjing) hanya menunjukkan kelemahan argumen. Kami tak perlu “move on” dari kritik, karena itu tugas konstitusi.

Yang harus “move on” adalah mereka yang terjebak dalam euforia kemenangan, tak sanggup mendengar. Demokrasi bukan soal mayoritas membungkam, tapi minoritas harus didengar.

Karena kredibilitas kepemimpinan dalam negara demokrasi adalah keniscayaan kemampuan membuktikan prestasi dan menjawab semua kritik dengan argumentasi dan gagasan, buksn dengan cara reaktif membungkam kritik.

Apalagi ada klaim mandatory rakyat melalui proses keterpilihan 58% yang menjadi kekuasaan untuk melayani keseluruhan rakyat yang ada. Maka harus mampu menanggalkan gap psikologis politik antara mayoritas dan minoritas.

Karena bagaimanapun proses demokrasi bukan sekedar ritual politik 5 tahunan untuk mengejar kemenangan. Tapi, juga merupakan ruang diskusi gagasan untuk memastikan kekuasaan tak menjadi tiran. Sesungguhnya kritik bukan anasir untuk menjatuhkan, tapi mengingatkan supaya tetap konsisten ditengsh jalan konstitusi dan tetap teguh dalam rute kepentingan publik.

Pada akhirnya, demokrasi membutuhkan keberanian, bukan sekedar menghadirkan mentalitas buzzer yang alergi akal sehat sambil joget “ok gas, ok gas”

Kritik bukan gonggongan


Amril Nuryan

Film Producer

Kritik bukan gonggongan
Tags: neo orbapemerintah anti kritikperusak demokrasiprabowo gagalTolak RUU TNI
Amril Nuryan

Amril Nuryan

Film producer

Related Posts

Sesuaikan Ketersediaan Anggaran, Dinas PUCKPP akan Pastikan Prioritaskan Pemeliharaan Jalan di Seluruh Kecamatan Banyuwangi
Jawa Timur

Sesuaikan Ketersediaan Anggaran, Dinas PUCKPP akan Pastikan Prioritaskan Pemeliharaan Jalan di Seluruh Kecamatan Banyuwangi

by Mukhamad Munif
14/07/2026
Kylian Mbappe Murka, Semprot Balik Senator Paraguay: Anda Perempuan Hina!
Bola

Kylian Mbappe Murka, Semprot Balik Senator Paraguay: Anda Perempuan Hina!

by Mukhamad Munif
10/07/2026
Upaya DPRD Kota Malang Dorong Pembaruan Trayek Angkot dan Feeder Trans Jatim Disambut Positif Organda
Jawa Timur

Upaya DPRD Kota Malang Dorong Pembaruan Trayek Angkot dan Feeder Trans Jatim Disambut Positif Organda

by Mukhamad Munif
07/07/2026
Padukan Program RT Berkelas dan KKMP, Wali Kota Malang Apresiasi Kelurahan Tulusrejo
Politik

Padukan Program RT Berkelas dan KKMP, Wali Kota Malang Apresiasi Kelurahan Tulusrejo

by Mukhamad Munif
01/07/2026
Kejanggalan LPJ APBD 2025 Kota Malang, DPRD Soroti Penurunan DBH
Jawa Timur

Kejanggalan LPJ APBD 2025 Kota Malang, DPRD Soroti Penurunan DBH

by Mukhamad Munif
26/06/2026
Diinisiasi Anggota DPRD Kota Malang, Demo Tandingan Lawan Aksi Mahasiswa Malang Diduga Kuat Bukan Gerakan Murni Masyarakat
Politik

Diinisiasi Anggota DPRD Kota Malang, Demo Tandingan Lawan Aksi Mahasiswa Malang Diduga Kuat Bukan Gerakan Murni Masyarakat

by Mukhamad Munif
22/06/2026
Next Post
Kembali Heboh ! 5 Alasan Willie Salim Layak Dilaporkan Polisi, Netizen: “Content Creator Penyebab Konflik”

Kembali Heboh ! 5 Alasan Willie Salim Layak Dilaporkan Polisi, Netizen: "Content Creator Penyebab Konflik"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

16/06/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025

EDITOR'S PICK

Unair Umumkan 3 Kandidat Terkuat Rektor Periode 2025–2030, Siapa Saja?

Unair Umumkan 3 Kandidat Terkuat Rektor Periode 2025–2030, Siapa Saja?

22/04/2025
Yai MIM Akhirnya Ditahan Polresta

Yai MIM Akhirnya Ditahan Polresta Malang, Disangkakan Tindak Pornografi dan Meresahkan Warga

20/01/2026
Awas Bahaya! Rekaman CCTV Detik-detik Pemotor Terserempet Kereta Api Logawa di Surabaya

Awas Bahaya! Rekaman CCTV Detik-detik Pemotor Terserempet Kereta Api Logawa di Surabaya

28/01/2025
Mengupas Peta Kekuatan Trio Srikandi Guru Besar Bakal Calon Rektor UIN Maliki Malang 2025–2029

Mengupas Peta Kekuatan Trio Srikandi Guru Besar Bakal Calon Rektor UIN Maliki Malang 2025–2029

25/04/2025
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan