Minggu, Maret 15, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home News

Jadi Lumpung Pangan, Ini 10 Daerah Penghasil Padi Terbesar di Jawa Timur Berdasarkan Data BPS 2025

Imam Hanifah by Imam Hanifah
16/02/2026
in News
0
Daerah Penghasil Padi Terbesar di Jawa Timur
0
SHARES
104
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

SWANEWS – Daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur bukan hanya menjadi penopang kebutuhan beras masyarakat setempat, tetapi juga menjadi lumbung pangan nasional. Jatim berhasil menempati urutan teratas penghasil padi terbesar di Indonesia dengan produksi padi dari 15-18% dari total produksi nasional.

Merunut data terakhir BPS terkait jumlah produksi padi dan beras di Jawa Timur pada 12 Februari 2025, provinsi ini sanggup menghasilkan 9.270.435,29 ton gabah kering (GKG) serta 5.352.936,04 ton beras. sebagai penyumbang.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Titik Balik Ulil Abshar Kecam KPK Menahan Gus Yaqut

Titik Balik Ulil Abshar Kecam KPK Menahan Gus Yaqut

14/03/2026
Akhirnya Gus Yaqut Ditahan KPK, Setelah Menjalani Pemeriksaan Status Tersangka

Akhirnya Gus Yaqut Ditahan KPK, Setelah Menjalani Pemeriksaan Status Tersangka

12/03/2026
Load More

Angka itu tentunya tak lepas dari dukungan sumber daya alam yang melimpah, irigasi memadai, serta program intensifikasi pertanian, provinsi ini selalu masuk jajaran teratas dalam produksi padi nasional.

Melihat kontribusi besar tersebut, penting untuk memahami daerah mana saja yang menjadi sentra produksi beras di Jawa Timur.

Daftar Daerah Penghasil Padi Terbesar di Jawa Timur

Informasi berikut merangkum 10 daerah utama, mulai dari Lamongan hingga Ponorogo, lengkap dengan kecamatan unggulan serta catatan keunggulannya.

  1. Kabupaten Lamongan

Kabupaten Lamongan tak terbantahkan sebagai daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur. Pada 2023, total panen gabah mencapai 798.705 ton (GKG) atau setara 461.188 ton beras.

Tahun 2024 (publikasi 2025) sedikit menurun, namun masih sangat besar yaitu 776.291 ton (GKG) atau 448.246 ton beras. Kecamatan-kecamatan unggulan di Lamongan meliputi Sugio, Modo, Kedungpring, Laren, Kembangbahu, dan Sukodadi.

Sugio menjadi kecamatan dengan produksi tertinggi, mencapai 87.598 ton, disusul Modo dan Kedungpring. Keunggulan Lamongan terletak pada areal persawahan yang luas, sistem irigasi stabil, serta manajemen pengairan yang baik. Tak heran, Lamongan selalu menduduki posisi teratas sebagai lumbung padi Jawa Timur.

  1. Kabupaten Ngawi

Ngawi juga masuk daftar daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur. Pada 2023, hasil panen mencapai 771.251 ton (GKG) atau sekitar 445.336 ton beras, dan 2024 diproyeksikan sedikit turun menjadi 765.704 ton (GKG) atau 442.133 ton beras. Kecamatan penghasil utama meliputi Paron, Kedunggalar, Geneng, Karangjati, dan Mantingan.

Keunggulan Ngawi terletak pada dukungan tiga waduk besar: Waduk Pondok, Waduk Bendo, dan Waduk Sangiran.

Fasilitas ini membuat suplai air untuk pertanian terjamin sepanjang tahun. Selain itu, pemerintah setempat juga mendorong penerapan program pertanian ramah lingkungan, sehingga hasil panen tetap terjaga meski menghadapi tantangan iklim.

  1. Kabupaten Bojonegoro

Bojonegoro konsisten menjadi salah satu lumbung padi andalan. Pada 2023, produksi mencapai 705.963 ton (GKG) atau 407.637 ton beras, sementara tahun 2024 meningkat menjadi 710.527 ton (GKG) atau 410.273 ton beras.

Kecamatan penghasil terbesar antara lain Kedungadem, Kanor, Baureno, Padangan, Kalitidu, Kapas, dan Sumberrejo.

Kecamatan Kedungadem mencatat panen sekitar 58.215 ton, disusul Padangan dan Kanor. Kelebihan utama Bojonegoro adalah letaknya yang dilalui sungai Bengawan Solo, sehingga sistem irigasi relatif stabil.

Dengan dukungan alam ini, Bojonegoro berhasil menjaga produktivitas pertanian meski menghadapi perubahan cuaca.

  1. Kabupaten Jember

Di kawasan timur Jawa Timur, Jember menempati posisi penting sebagai penghasil padi. Tahun 2023 mencatat hasil panen 616.726 ton (GKG) atau 356.110 ton beras, sementara 2024 diproyeksikan meningkat menjadi 623.265 ton (GKG) atau 359.886 ton beras. Kecamatan sentra produksi mencakup Tanggul, Ajung, Ledokombo, Bangsalsari, dan Jombang.

Kecamatan Tanggul dan Ledokombo masing-masing mampu menghasilkan lebih dari 50 ribu ton per tahun, menunjukkan potensi luar biasa. Lahan yang subur dan iklim mendukung menjadikan Jember sebagai andalan utama di kawasan timur Jawa Timur.

  1. Kabupaten Tuban

Kabupaten Tuban mencatat hasil panen 501.741 ton (GKG) atau 289.715 ton beras pada 2023, kemudian meningkat di 2024 menjadi 523.067 ton (GKG) atau 302.030 ton beras. Kecamatan unggulan meliputi Widang, Soko, Plumpang, Bancar, Tambakboyo, dan Merakurak.

Kecamatan Widang menjadi penyumbang terbesar, dengan hasil mencapai 100.348 ton pada 2022. Sawah luas dengan ketersediaan air yang cukup membuat hasil panen Tuban cenderung stabil dari tahun ke tahun.

  1. Kabupaten Banyuwangi

Banyuwangi dikenal dengan inovasi pertaniannya. Tahun 2023 mencatat panen 454.768 ton (GKG) atau 262.592 ton beras, namun 2024 mengalami penurunan menjadi 395.631 ton (GKG) atau 228.446 ton beras.

Kecamatan utama adalah Songgon, Cluring, Rogojampi, Singojuruh, dan Kabat. Songgon menghasilkan 62.545 ton pada 2022, sedangkan Cluring mencatat 57.076 ton.

Keunggulan Banyuwangi terletak pada kemampuan sebagian lahan untuk dipanen hingga 3–4 kali setahun, berkat dukungan irigasi modern dan program intensifikasi produksi.

  1. Kabupaten Madiun

Kabupaten Madiun memiliki produktivitas tinggi dengan rata-rata lebih dari 6,8 ton per hektare. Tahun 2023, produksi diperkirakan mencapai 252.675 ton beras, dan pada 2024 stabil di kisaran 250.000 ton.

Kecamatan unggulan adalah Pilangkenceng, Kebonsari, Balerejo, Saradan, dan Mejayan. Pilangkenceng menjadi penyumbang terbesar dengan sawah terluas serta hasil panen melimpah.

  1. Kabupaten Nganjuk

Nganjuk juga termasuk daerah penting dalam daftar ini. Tahun 2023 mencatat panen 241.417 ton beras, sementara 2024 diproyeksikan stabil di angka 240.000 ton. Kecamatan penghasil utama adalah Kertosono, Prambon, Rejoso, Baron, Loceret, dan Gondang.

Kertosono menjadi unggulan dengan produktivitas mencapai 64,8 kuintal per hektare. Keberhasilan ini ditunjang irigasi yang baik serta penerapan teknologi pertanian modern yang semakin berkembang di Nganjuk.

  1. Kabupaten Gresik

Meskipun lebih dikenal sebagai kawasan industri, Gresik juga memiliki potensi pertanian besar. Tahun 2023 mencatat panen 241.031 ton beras, dengan estimasi 2024 sedikit turun menjadi 240.000 ton.

Sentra utama berada di Kecamatan Dukun (Bulangan), Duduksampeyan (Gredek), dan Kedamean. Kawasan Bulangan dan Gredek bahkan dikenal sebagai lumbung padi Gresik, dengan produktivitas rata-rata 7,2 ton per hektare.

  1. Kabupaten Ponorogo

Kabupaten Ponorogo menutup daftar 10 besar daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur. Tahun 2023, hasil panen mencapai 226.922 ton beras, sementara 2024 diproyeksikan sekitar 225.000 ton.

Kecamatan unggulan mencakup Sukorejo, Babadan, Sampung, Balong, dan Kauman. Sukorejo menjadi penghasil tertinggi dengan panen 63.756 ton pada 2022.

Intensifikasi pertanian yang diterapkan membuat wilayah ini mampu melakukan panen hingga 2–3 kali setahun dengan kualitas hasil cukup baik.

Faktor Penentu Keberhasilan Panen Padi di Jawa Timur

Dari data dua tahun terakhir, terlihat bahwa Lamongan, Ngawi, Bojonegoro, dan Jember selalu mendominasi daftar daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur. Faktor penentu utama keberhasilan mereka meliputi akses irigasi yang memadai, lahan sawah subur, serta penerapan teknologi pertanian modern.

Meski ada penurunan produksi di beberapa daerah akibat faktor cuaca ekstrem, sejumlah wilayah seperti Bojonegoro dan Tuban justru menunjukkan tren positif.

Dengan dukungan program pemerintah dan inovasi lokal, Jawa Timur tetap menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional.

Maka tidak mengherankan jika daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur selalu mendapat perhatian penting dalam strategi pembangunan pertanian Indonesia.

 

Tags: panen padi jawa timurpenghasil padiprodusen padi jawa timur
Imam Hanifah

Imam Hanifah

Penulis SEO seputar Jawa Timur, bisnis, wisata dan pendidikan

Related Posts

Titik Balik Ulil Abshar Kecam KPK Menahan Gus Yaqut
Kriminal

Titik Balik Ulil Abshar Kecam KPK Menahan Gus Yaqut

by redaksi swanews
14/03/2026
Akhirnya Gus Yaqut Ditahan KPK, Setelah Menjalani Pemeriksaan Status Tersangka
News

Akhirnya Gus Yaqut Ditahan KPK, Setelah Menjalani Pemeriksaan Status Tersangka

by redaksi swanews
12/03/2026
Segera Ditahan! Hakim Tolak Praperadilan Yaqut Terkait Skandal Kuota Haji
Jawa Timur

Segera Ditahan! Hakim Tolak Praperadilan Yaqut Terkait Skandal Kuota Haji

by redaksi swanews
11/03/2026
Membludak! Pasar Murah Pemkot Malang di Kedungkandang Berlangsung Ricuh Hingga Pagar Rubuh
Jawa Timur

Membludak! Pasar Murah Pemkot Malang di Kedungkandang Berlangsung Ricuh Hingga Pagar Rubuh

by redaksi swanews
10/03/2026
Mengular! Warga Lowokwaru Kecewa pada Penyelenggara Pasar Murah Pemkot Malang
Jawa Timur

Mengular! Warga Lowokwaru Kecewa pada Penyelenggara Pasar Murah Pemkot Malang

by redaksi swanews
10/03/2026
Mudik gratis 2026
Jawa Timur

Program Mudik Gratis 2026 Pemerintah Kota Malang Tak Masuk RAPBD, Anggota DPRD Tetap Apresiasi

by redaksi swanews
06/03/2026
Next Post
Pojok curhat

Pojok Curhat, Layanan Konseling Gratis untuk Warga Malang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

    Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kemenag RI Dituntut Mundur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Sahur, Dua Motor Vario 125 Digondol Maling di Ciptomulyo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekda Lamongan Bantah Berita Tersangkut OTT KPK Bupati Pekalongan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Swa News Indonesia

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Cepat | Mencerahkan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan