Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Lamongan, Swa News – Banyak tetangga Mokhammad Sukiman di sekitar rumah orang tuanya di kawasan Jalan Andanwangi, Lamongan Kota, mengaku kaget ketika melihat namanya muncul di sejumlah media sebagai salah satu tersangka dugaan korupsi pembangunan Gedung Pemkab Lamongan Tahun Anggaran 2017–2019.

Rumah orang tua Sukiman yang saat ini masih dihuni ibunya dan salah satu saudaranya itu berada tidak jauh dari rumah mantan Bupati Lamongan, H. Fadeli, maupun mantan Wakil Bupati Lamongan, Kartika Hidayati. Jaraknya hanya sekitar 200 meter.
Banyak tetangga menilai putra pasangan Ma’ruf (alm.) dan Wakini tersebut merupakan pribadi yang ramah, sederhana, serta baik terhadap kerabat maupun lingkungan sekitar.
Saat ini Mokhammad Sukiman sudah memiliki rumah sendiri di kawasan Perumahan Made, Lamongan. Namun menurut Budi, yang hingga kini masih bertetangga dengan orang tua Sukiman, dirinya masih sering bertemu Sukiman saat akhir pekan. Biasanya, kata dia, Sukiman memancing di tambak yang berada di belakang rumah orang tuanya.
Baca juga: KPK Menahan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan 2017–2019
“Biasanya Sabtu dan Minggu sore saya ketemu dia mancing di tambak di belakang rumah yang ditempati ibu dan adiknya,” ujar Budi kepada Swa News, Rabu (4/6/2026).
“Dia itu sejak kecil memang pinter. Makanya meskipun habis SMA kemudian kuliah di perguruan tinggi swasta di Lamongan, tapi ketika ikut tes PNS langsung diterima,” tambahnya.
Hingga saat ini, banyak tetangga dan temannya yang meyakini status tersangka yang disandang Sukiman lebih karena posisi dan tanggung jawab jabatannya. Mereka tidak yakin dia terlibat dalam praktik korupsi. Para tetangganya meyakini Sukiman hanya korban.
“Sukiman itu orangnya biasa saja, bukan orang yang hidup mewah. Dia sederhana, dan setahu saya sejak kecil dia orangnya jujur,” ungkap tetangganya berinisial S.
Hidup Sederhana, Sukiman Hanya korban Dugaan Korupsi Gedung Pemkab Lamongan
Menurut S, banyak tetangga maupun teman Sukiman mengaku sulit percaya jika ia melakukan korupsi. Menurut mereka Sukiman hanya korban jabatan yang diembannya kala itu. Selain karena pola hidup keluarganya yang sederhana, kondisi sosial ekonominya juga dinilai cukup mapan. Apalagi, istrinya diketahui masih tercatat sebagai dosen dan menjabat wakil rektor di salah satu perguruan tinggi swasta di Lamongan.
Sebelumnya, KPK menetapkan Mokhammad Sukiman sebagai salah satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Gedung Pemkab Lamongan periode 2017–2019. Saat proyek tersebut berlangsung, Sukiman menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang secara teknis mewakili Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Selasa (2/6/2026). (RD)
Editor: M. Munif


















