Kamis, Juli 23, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Kolom

Antara Keras dan Kejam: Salah Paham yang Melahirkan Krisis Moral di Sekolah

redaksi swanewsbyredaksi swanews
22/04/2026
in Kolom
0
0
SHARES
118
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

Antara Keras dan Kejam: Salah Paham yang Melahirkan Krisis Moral di Sekolah

Oleh : Feri Jatmiko

 

Nasib Bu. Atun yang menjadi salah satu guru yang saat ini viral di daerah Purwakarta, Jawa Barat. Bu. Atun adalah sosok pendidik yang justru menjadi korban perundungan oleh anak didiknya sendiri, sebuah pemandangan yang miris, sekaligus tamparan keras bagi wajah pendidikan kita. Apa yang terjadi bukan sekadar insiden tunggal yang terjadi sekali, melainkan gejala yang selalu berulang dan kian sering muncul ke permukaan. Inilah potret nyata sebuah dekadensi moral yang perlahan menggerogoti ruang yang seharusnya menjadi tempat pembentukan akhlak dan intelektual.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Kang Moeslim

Kang Moeslim dan Islam Transformatif

22/07/2026
kebingungan pemula Gym

Solusi Kebingungan Pemula Gym: Bedah Sains Push-Pull-Legs dari Panduan Biomekanik Hingga Manajemen Latihan Modern

21/07/2026
Load More

Keras dan Kejam

Fenomena ini menimbulkan banyak pertanyaan mendasar: siapakah yang salah, dan dimanakah yang kita perlu benahi? Mengapa dunia pendidikan tidak lagi menjadi ruang revolusi kesadaran, dan justru kerap menjadi panggung krisis nilai? Peran guru dan wali murid dalam hal ini bisa menjadi ujung tombak yang tak bisa ditawar. Disaat yang sama, pemerintah pun perlu juga bercermin, bahwa dalam mendefinisikan ulang sistem pendidikan, ada sebuah batas tipis yang kerap disalahpahami: antara “keras” dan “kejam.”

Kita harus tegas menolak kekejaman, tetapi tidak serta-merta alergi terhadap ketegasan atau bahkan bentuk-bentuk kekerasan yang terukur dan bertujuan mendidik. Kekejaman adalah buah dari amarah yang membakar tanpa arah, sementara kekerasan dalam batas tertentu, bisa lahir dari sebuah cinta yang ingin membersihkan dan memperbaiki.

Baca juga: BALADA ADI PODEI DAN ADI RASA

Bayangkan ketika kita memiliki barang yang kita cintai, seperti kasur atau karpet, lalu ia kotor. Apa yang akan kita lakukan? Kita mesti mencucinya, menjemur di bawah terik matahari, dan bahkan memukulnya agar debu yang melekat luruh dan luntur. Apakah itu bentuk kekerasan? Jawabannya iya. Namun, apakah itu kekejaman? Tentu saja tidak. Justru di situlah wujud kepedulian dan kasih sayang bekerja.

Dalam konteks pendidikan, murid dapat dianalogikan dengan berbagai kondisi tersebut. Ada yang cukup disentuh dengan kelembutan, seperti meja berdebu yang cukup dengan dilap. Ada yang perlu dibersihkan dengan disiplin seperti lantai yang disapu dan dipel. Namun, ada pula yang membutuhkan penanganan lebih keras seperti karpet atau kasur yang harus “dipukul” agar benar-benar bersih dari kotoran yang mengendap. Persoalannya, hari ini kita cenderung menolak diferensiasi pendekatan itu. Kita lebih memilih “nyanyian nina bobok” yang menidurkan, membiarkan kesalahan tumbuh tanpa koreksi, hingga akhirnya menjadi kebiasaan yang sulit diubah.

Bu atun- Purwakarta. Sumber foto:kalderanews

Di sinilah letak kegagalan kolektif kita: ketika pendidikan kehilangan keberanian untuk bersikap tegas dan keras, dan ketika kasih sayang disalah artikan sebagai pembiaran. Padahal, pendidikan sejatinya adalah perpaduan antara empati dan ketegasan, antara kelembutan dan keberanian untuk meluruskan. Sudah saatnya seluruh elemen mulai pemerintah, lembaga pendidikan, guru, orang tua, hingga masyarakat luas memiliki kesadaran yang sama. Bahwa membangun generasi tidak cukup hanya dengan kenyamanan, tetapi juga dengan ketegasan yang berlandaskan nilai.

Pendidikan bukan sekadar ruang transfer ilmu, melainkan medan pembentukan karakter yang membutuhkan keberanian untuk bertindak, bukan sekadar menghindari risiko. Jika tidak, maka kasus seperti yang dialami Bu. Atun akan terus berulang, dan menjadi luka yang dinormalisasi, dan perlahan mengikis makna pendidikan itu sendiri.


Feri Jatmiko

Tags: Bu atunFeri JatmikoKasus viralPurwakarta
redaksi swanews

redaksi swanews

Swa News adalah media terpercaya yang menyajikan informasi cepat dan tepat.

Related Posts

Kang Moeslim
Kolom

Kang Moeslim dan Islam Transformatif

byImam Hanifahand1 others
22/07/2026
kebingungan pemula Gym
Gaya hidup

Solusi Kebingungan Pemula Gym: Bedah Sains Push-Pull-Legs dari Panduan Biomekanik Hingga Manajemen Latihan Modern

byImam Hanifah
21/07/2026
Generasi La Roja
Bola

Spanyol 2010 vs Spanyol 2026: Mana Generasi La Roja yang Lebih Dominan?

byImam Hanifah
20/07/2026
Refleksi Hari Lahir Pancasila
Kolom

Refleksi Hari Lahir Pancasila

byUril Bahrudin
01/06/2026
Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas
Pendidikan

Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas

byredaksi swanews
03/05/2026
BALADA ADI PODEI DAN ADI RASA
Kolom

BALADA ADI PODEI DAN ADI RASA

byredaksi swanews
08/04/2026
Next Post
Relokasi Pasar Induk Gadang Dikebut, Pedagang Apresiasi Meski Bayang Trauma Masih Ada

Relokasi Pasar Induk Gadang Dikebut, Pedagang Apresiasi Meski Bayang Trauma Masih Ada

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

16/06/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025

EDITOR'S PICK

Program RT Berkelas Kota Malang

Suryadi, Anggota DPRD Kota Malang Fraksi Golkar, Bersinergi dengan Program RT Berkelas Kota Malang

10/02/2026
Cuaca Kota Malang 29 Maret 2026

Prakiraan Cuaca Kota Malang 29 Maret 2026: Update Hari Ini

28/03/2026
Salute Arek Malang Menebar Kebaikan di Bulan Ramadan, Bagi Ratusan Takjil Tiap Jumat

Salute Arek Malang Menebar Kebaikan di Bulan Ramadan, Bagi Ratusan Takjil Tiap Jumat

07/03/2026
Warga Desil 1 Tak masuk SPMB 2026 Jalur Afirmasi, Orang Miskin Dilarang Sekolah?

Warga Desil 1 Tak masuk SPMB 2026 Jalur Afirmasi, Orang Miskin Dilarang Sekolah?

29/06/2026
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan