Selasa, Juli 28, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Dilema Kebijakan Efisiensi

Agustinus Edy KristiantobyAgustinus Edy Kristianto
17/02/2025
in Ekonomi, Kolom, Opini
0
0
SHARES
102
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

Dilema Kebijakan Efisiensi

Oleh: Agustinus Edy Kristianto

Makin ke sini, istilah seputar anggaran makin njelimet. Tempo (13/2/2025) sampai perlu menjelaskan perbedaan antara “efisiensi,” “pemangkasan,” dan “rekonstruksi.” Padahal, belum lama pandemi berlalu, masih terngiang istilah: “refocusing” dan “realokasi.”

Jika kita tengok Inpres 1/2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025, ada istilah “membatasi belanja…,” “mengurangi belanja…,” “memfokuskan alokasi…,” “penyesuaian belanja…” Apa bedanya? Entahlah.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Perry Warjiyo

Perry Warjiyo Resmi Mundur dari Gubernur BI karena Alasan Pribadi, Istana Tepis Spekulasi Politik

28/07/2026
Lapak Bendera Merah Putih Musiman Mulai Sesaki Kota Batu

Lapak Bendera Merah Putih Musiman Mulai Sesaki Kota Batu

27/07/2026
Load More

Harusnya efisiensi anggaran juga dibarengi efisiensi istilah. Sudahlah hidup rakyat susah, ditambah pening pula dengan segala macam jargon birokrasi yang mengklaim paling efisien itu.

Efisiensi

Apa poin pentingnya? Justru mungkin malah terlewat.

Birokrasi hemat tentu penting. Saya juga muak, misalnya, melihat pejabat banyak gaya plesir sana-sini pakai anggaran perjadin (perjalanan dinas) APBN. Tapi getir juga hati melihat efisiensi justru berdampak pada berhentinya layanan bagi korban pelanggaran HAM.

Sementara itu, isi Kabinet Merah Putih: 48 menteri, 5 kepala badan, dan 56 wakil menteri! Belum staf-stafnya—staf khusus, staf ahli, penasihat ahli, pembantu staf…

Efisiensi di atas kertas ternyata tak cocok dengan kenyataan.

Padahal, hulu perkara adalah pucuk yang bengkak itu. Ia ibarat kuk yang membebani leher rakyat.

Kuk dalam bahasa Inggris: yoke. Dalam bahasa Ibrani: nir. Dalam bahasa Aramaik: ʿōl. Di bangsa-bangsa Timur, istilah itu kerap digunakan untuk menyebut pajak atau beban berat lain yang ditimpakan penguasa kepada rakyat. Ibarat kerbau yang bekerja keras membajak sawah dengan pemberat di atas lehernya.

Baca juga: Kisah Inspiratif Rudi Valinka: Buzzer Menjadi Staf Khusus Kementerian Komdigi

Mimpi rakyat adalah lahirnya sosok pemimpin yang bisa mengangkat kuk itu dari leher mereka—yakni pemimpin yang hidupnya sederhana. Sebab, semakin sederhana kehidupan penguasa, semakin ringan beban rakyatnya.

Artinya, efisiensi dan pemangkasan dalam angka yang tidak dibarengi teladan hidup sederhana dari para penguasa, keluarga, dan kroninya adalah omong kosong. Penghematan semacam itu hanya akan menjadi penghematan semu yang memicu persoalan lain di kemudian hari.

Pejabat yang belagu dan tak bisa melepaskan gaya hidup mewahnya adalah pangkal masalah. Jika APBN dipangkas, untuk mempertahankan taraf hidupnya, pejabat (beserta keluarga, kroni, dan hulubalangnya) kemungkinan besar akan menjarah ke luar—yang ujung-ujungnya menyusahkan rakyat. Ibarat gajah yang tak lagi mendapat makan di hutan, ia akan turun ke kampung dan berantem dengan warga. Atau bayangkan singa lapar yang dilepas dari kebun binatang—teror bagi rakyat.

Gajah dan singa masih bisa dimaklumi karena bertindak atas naluri bertahan hidup. Tapi pejabat, keluarga, dan kroni yang meneror rakyat hanya karena naluri keserakahan? Itu yang sulit diterima.

Begitulah, kelak mungkin bakal marak cerita pungli-pungli yang makin edan.

Selain debat angka dan istilah penganggaran, saya belum melihat pucuk-pucuk yang bengkak memulai teladan hidup sederhana. Saya tahu beberapa orang yang dulu hidupnya biasa-biasa saja, tapi sejak masuk birokrasi (ada jabatan), gaya hidupnya berubah total. Dulu karaoke keluarga, kini karaoke eksekutif dengan dua sampai tiga LC pula. Dulu LCGC, kini BMW pun dia pilih-pilih tipenya… Ampun!

Tepatlah ledekan orang bahwa mengentaskan kemiskinan di negara ini harus dimulai dari mengentaskan kemiskinan pejabatnya.

Pucuk-pucuk yang bengkak itulah yang tetap makan, cuy! Dan pada akhirnya—meminjam kata Nex Carlos—rakyatlah yang bayar, bayar, bayar!


Agustinus Edy Kristianto

Penggiat Literasi Digital, Kritikus Media Sosial, Investigator.

Tags: Efisiensi anggaranKebijakan efisiensi
Agustinus Edy Kristianto

Agustinus Edy Kristianto

Penggiat Literasi Digital, Kritikus Media Sosial, Investigator

Related Posts

Perry Warjiyo
Bisnis

Perry Warjiyo Resmi Mundur dari Gubernur BI karena Alasan Pribadi, Istana Tepis Spekulasi Politik

byArdian FRand1 others
28/07/2026
Lapak Bendera Merah Putih Musiman Mulai Sesaki Kota Batu
Ekonomi

Lapak Bendera Merah Putih Musiman Mulai Sesaki Kota Batu

byMukhamad Munif
27/07/2026
bias londo
Kolom

Bias Londo (gak) Ireng!

bySelamet Casturand1 others
26/07/2026
remitansi PMI Bank Jatim dan Bank NTT
Ekonomi

Sasar Koridor Malaysia dan Hong Kong, Remitansi PMI Bank Jatim dan Bank NTT Permudah Pengiriman Uang hingga Pelosok Desa

byArdian FRand1 others
25/07/2026
Sensus Ekonomi 2026 di Kota Batu
News

Progres Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Batu Capai 56,32 Persen, Target Selesai Akhir Agustus

byImam Hanifah
24/07/2026
Kang Moeslim
Kolom

Kang Moeslim dan Islam Transformatif

byImam Hanifahand1 others
22/07/2026
Next Post
Gonjang-Ganjing Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumenep Dihentikan, Ada Problem Apa?

Gonjang-Ganjing Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumenep Dihentikan, Ada Problem Apa?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

16/06/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025

EDITOR'S PICK

Jadwal Bus Malang Mataram

Terbaru! Jadwal Bus Malang Mataram Sumbawa NTB 2026, Lengkap dengan Harga Tiket dan Rute

15/03/2026
Peresmian Ruang Naskah Kuno Kesultanan Cirebon, Kolaborasi UI dan PT. Sucofindo

Peresmian Ruang Naskah Kuno Kesultanan Cirebon, Kolaborasi UI dan PT. Sucofindo

18/12/2024
Pengacara Akan Buka Hotline Pengaduan Publik Terkait Dugaan Program Perumahan Fiktif KPRI UIN Maliki Malang

Pengacara Akan Buka Hotline Pengaduan Publik Terkait Dugaan Program Perumahan Fiktif KPRI UIN Maliki Malang

06/06/2026
Skandal Mega Korupsi Pertamina Kejagung Harus Periksa Ahok, Riza Chalid, Jokowi Hingga Erick Thohir, Emang Berani?

Skandal Mega Korupsi Pertamina Kejagung Harus Periksa Ahok, Riza Chalid, Jokowi Hingga Erick Thohir, Emang Berani?

05/03/2025
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan