Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam internasionalisasi pendidikan dengan mengirimkan sepuluh mahasiswa untuk mengikuti program student mobility di Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Terengganu, Malaysia.
Sebagaimana dilangsir dari laporan Humas UMM pada Sabtu (2/11/2026), program ini melibatkan mahasiswa angkatan 2024 yang akan menempuh studi selama satu semester penuh, terhitung sejak September 2026 hingga Februari 2027 mendatang.
Para mahasiswa tersebut berasal dari Fakultas Hukum (FH) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), yang bertujuan untuk menyerap ilmu pengetahuan serta budaya akademik di luar negeri. Salah satu peserta program, Abid Fakhri Immaduddin, menyatakan bahwa motivasi utamanya mengikuti program ini adalah untuk merasakan atmosfer perkuliahan internasional di negara yang memiliki kemiripan sekaligus perbedaan sistem dengan Indonesia.
“Saya tertarik mengikuti program ini karena ingin mendapatkan pengalaman belajar di lingkungan internasional, khususnya di negara yang memiliki persamaan sekaligus perbedaan dengan Indonesia, baik dari segi budaya maupun sistem hukumnya,” ungkap Abid.
Selama di UniSZA, para mahasiswa tidak hanya mengikuti perkuliahan rutin yang nantinya akan dikonversikan ke mata kuliah di UMM, tetapi juga melakukan riset mendalam mengenai perbandingan hukum.
Abid menambahkan bahwa mereka mengaplikasikan teori dari mata kuliah Metode Penelitian Hukum (MPH) untuk membedah perbedaan regulasi antara kedua negara. Menurutnya, interaksi dengan lingkungan baru sangat krusial dalam membentuk pola pikir mahasiswa agar lebih terbuka dan mampu melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas.
Program ini diharapkan dapat memperkuat posisi UMM sebagai kampus yang berorientasi global dan mencetak lulusan dengan daya saing internasional yang tinggi.
Foto Kesempatan belajar di luar negeri menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya mempertemukan mahasiswa dengan ruang akademik baru, tetapi juga membuka cara pandang terhadap budaya dan sistem pendidikan yang berbeda. (Foto: Faqih Humas)


















