Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Batu, Swa News– Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya unggahan yang menuding Dinas Pendidikan Kota Batu lalai mengunggah berkas administrasi peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SD dan SMP. Dugaan tersebut dikaitkan dengan tidak adanya siswa asal Kota Batu yang dinyatakan lolos ke tingkat Provinsi.

Dalam unggaha akun Instagram @olimpiadefolk menuliskan judul dengan sangat bombastis, yaitu
[TRAGEDI PENDIDIKAN DI KOTA BATU].
Sebuah berita yang benar-benar memilukan. Kelalaian administratif yang sangat fatal dari dinas terkait di Kota Batu telah menyebabkan seluruh pelajar SD dan SMP di kota tersebut gagal mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun ini. Alasan di balik bencana ini adalah kegagalan untuk mengunggah berkas-berkas pendaftaran.
Baca juga: Bumi Perkemahan Bedengan, Rekomendasi Tempat Wisata untuk Liburan Keluarga di Malang
Bayangkan kekecewaan ribuan siswa berbakat, guru, dan orang tua mereka yang telah bekerja keras mempersiapkan diri untuk momen ini. Ini bukan hanya tentang statistik; ini tentang kesempatan yang hilang bagi masa depan anak-anak kita.
Ini adalah panggilan mendesak untuk akuntabilitas. Birokrasi harus mendukung, bukan menghambat, potensi anak bangsa.
Kami berdiri bersama siswa Kota Batu.
Postingan tersebut sontak membuat ramai karena telah disukai 10 ribu lebih netizen, 600 komentar dan 1800 dibagikan.
Kepala Dinas Pendidikan Bantah Dugaan Peserta OSN Kota Batu Tak Lolos ke Provinsi
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan apa yang sudah dipersyaratkan. Mulai melengkapi dokumen, unggah berkas, video, pakta integritas, Berita Acara dan lain-lain.
“Semuanya lengkap dengan bukti unggah dan waktu unggahnya, kami mencoba untuk terus berkoordinasi dengan teman teman di Pusat,” jelasnya, Minggu (28/6/2026).
Alfi menguraikan postingan di medsos tersebut tidak sesuai kenyataan. Bahkan hingga kini pihaknya sedang menindaklanjuti OSN Kota Batu hingga terpilih peserta yang mewakili ke tingkat provinsi.
“Kami tidak mau mencari salah dan benar, kami cuma perlu kerelaan untuk memberikan penjelasan dan menindaklanjuti OSN Kota Batu ini hingga terpilih 5 peserta terbaik tiap mata pelajaran untuk mewakili ke OSN Tingkat Provinsi,” tegasnya. (SL)
Penulis: Sholeh
Editor: M. Munif

















