Sabtu, September 19, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Kolom

Srehbungareh-Midway : Ketika Budaya FOMO Berdiri di Persimpangan Tasawuf

Ahmad MusawirbyAhmad Musawir
06/12/2024
in Kolom, Opini, Sastra
1
0
SHARES
102
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

Srehbungareh-Midway : Ketika Budaya FOMO Berdiri di Persimpangan Tasawuf

Oleh: Ahmad Mussawir

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Cak Munir

Kenduri untuk Cak Munir

09/09/2026
Islam Ala Prabowo

Peneguhan Politik Identitas Ala Islam Ala Prabowo

06/09/2026
Load More

Rabu malam (20/11/24), saya menyempatkan diri menghadiri acara Srehbungareh-Midway di IQ Coffee tentang fomo. Sebuah ruang diskusi yang hangat, di mana berbagai kalangan—mahasiswa, pedagang, driver ojol, guru, pekerja sosial, hingga pegiat literasi—berkumpul untuk berdiskusi dan mengobrol santai.

Tema yang diangkat kali ini cukup menarik: “Does Every One FOMO?”

FOMO, singkatan dari Fear of Missing Out, adalah fenomena yang cukup akrab di telinga generasi muda. Rasa cemas dan khawatir akan ketinggalan tren, baik itu dalam hal gaya hidup, teknologi, atau media sosial, seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Fenomena FOMO, menurut salah satu peserta diskusi, erat kaitannya dengan fenomena dromologi, sebuah kondisi di mana kita hidup dalam ritme yang semakin cepat dan serba instan.

FOMO seakan menjadi “epidemik” di kalangan generasi milenial dan Gen Z. Pertumbuhan pesat media sosial dan internet telah menciptakan lingkungan di mana setiap orang seolah-olah hidup dalam sorotan. Pembaruan status, foto-foto liburan, dan pencapaian pribadi terus bermunculan di beranda, menciptakan perasaan seolah-olah kita selalu ketinggalan sesuatu.

Baca juga: Demam Akik, Batu Sisifus dan Politik

 

Generasi milenial dan Gen Z tumbuh di era di mana konektivitas menjadi hal yang sangat penting. Mereka terbiasa mendapatkan informasi secara instan dan terus-menerus terhubung dengan orang lain. Hal ini membuat mereka rentan mengalami FOMO, karena mereka terus-menerus membandingkan hidup mereka dengan kehidupan orang lain yang terlihat sempurna di media sosial.

 

Srehbungareh-Midway: Ketika Budaya FOMO Berdiri di Persimpangan Tasawuf

Srehbungareh-Midway

Di samping itu, generasi milenial dan Gen Z sering juga disebut sebagai “digital native”. Mereka lahir dan tumbuh di era digital, di mana teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Kedekatan mereka dengan teknologi ini membuat mereka sangat rentan terhadap FOMO.

Sebagai digital native, generasi muda memiliki akses yang mudah dan hampir tanpa batas terhadap informasi. Mereka terbiasa dengan kecepatan dan instant gratification yang ditawarkan oleh dunia digital. Namun, di sisi lain, hal ini juga membuat mereka merasa tertekan untuk selalu “up-to-date” dan tidak ingin ketinggalan tren terbaru.

Sementara itu, FOMO dan asketisme tasawuf merupakan dua konsep yang sangat bertolak belakang. Jika FOMO mendorong kita untuk terus-menerus mengejar kepuasan duniawi, asketisme mengajarkan kita untuk melepaskan diri dari belenggu duniawi dan fokus pada pengembangan spiritual. Dengan mengadopsi prinsip-prinsip asketisme, kita dapat mengatasi FOMO dan menemukan kebahagiaan sejati.

Di tengah obrolan tentang FOMO dan Tasawuf, saya tak bisa lepas dari pandangan pada dinding-dinding IQ Coffee. Lukisan-lukisan estetik bertema tasawuf, perlawanan kelas, dan budaya urban seakan menjadi kontras sekaligus menarik dengan tema diskusi tersebut. Tasawuf, yang mengajarkan tentang penyucian jiwa dan pendekatan diri kepada Tuhan, seolah menjadi semacam obat penawar bagi hiruk pikuk dunia yang penuh dengan FOMO.

Diskusi malam itu mengingatkan saya bahwa di tengah arus informasi yang begitu deras, kita perlu berhenti sejenak untuk merenung. Apakah segala sesuatu yang sedang kita kejar itu memang penting? Apakah kita sudah hidup seutuhnya? Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin terdengar sederhana, namun jawabannya tidak selalu mudah.

Srehbungareh-Midway bukan hanya sekadar ajang diskusi, tetapi juga sebuah ruang untuk saling berbagi dan belajar. Di sini, kita diingatkan bahwa kebahagiaan tidak selalu terletak pada hal-hal materi atau pengakuan sosial. Kadang, kebahagiaan yang sesungguhnya bisa kita temukan dalam hal-hal sederhana, seperti pertemanan, keluarga, dan kegiatan yang kita sukai.

Srehbungareh-Midway

Ahmad Mussawir

Pegiat sastra, kolumnis Swa News

 

Ahmad Musawir

Ahmad Musawir

Pegiat Pojok Peradaban Institute Malang.

Related Posts

Cak Munir
Kolom

Kenduri untuk Cak Munir

bySelamet Castur
09/09/2026
Islam Ala Prabowo
Kolom

Peneguhan Politik Identitas Ala Islam Ala Prabowo

bySelamet Castur
06/09/2026
SMA Muhammadiyah 4 Gayam Persoalkan Juara Karnaval Unik, Juri Dinilai tak Kompeten dan Langgar Juknis
Jawa Timur

SMA Muhammadiyah 4 Gayam Persoalkan Juara Karnaval Unik, Juri Dinilai tak Kompeten dan Langgar Juknis

byMukhamad Munif
01/09/2026
Topan Srimulat
Jawa Timur

Seniman Lawak Jawa Timur Abah Topan Meninggal Dunia di Kepanjen Malang

byArdian FRand1 others
28/08/2026
santri kiri
Kolom

Yakuza Maneges dalam Ekosistem Santri Kiri Baru?

bySelamet Castur
23/08/2026
Negara dan Pasar
Ekonomi

Negara dan Pasar

bySelamet Castur
19/08/2026
Next Post
Gus Miftah Tidak Diakui Keturunan Kyai Muhammad Besari. Lantas Siapa?

Gus Miftah Tidak Diakui Keturunan Kyai Muhammad Besari. Lantas Siapa?

Comments 1

  1. Ping-balik: Demam Akik, Batu Sisifus dan Politik - SWA NEWS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025
Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

16/06/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026

EDITOR'S PICK

Ribuan Batang Rokok Ilegal Diamankan di Perbatasan Kabupaten Malang

Ribuan Batang Rokok Ilegal Diamankan di Perbatasan Kabupaten Malang

07/08/2026
Dosen Ilmu Komunikasi UB Kritik Etika Komunikasi Kepemimpinan dalam Pemberhentian Purbaya Yudhi Sadewa

Dosen Ilmu Komunikasi UB Kritik Etika Komunikasi Kepemimpinan dalam Pemberhentian Purbaya Yudhi Sadewa

17/09/2026
Ini Sosok Guru MAN 1 Lamongan Memarahi Siswa Korban Kelalaian Sekolah Hingga Gagal Ikut SNBP  

Ini Sosok Guru MAN 1 Lamongan Memarahi Siswa Korban Kelalaian Sekolah Hingga Gagal Ikut SNBP  

05/02/2025
Menyeret AHY! Muannas Alaidid, Kuasa Hukum Agung Sedayu Group, Klaim SHGB Pagar Laut Tangerang Legal? 

Menyeret AHY! Muannas Alaidid, Kuasa Hukum Agung Sedayu Group, Klaim SHGB Pagar Laut Tangerang Legal? 

30/01/2025
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan