Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News — Untuk memberi bekal pengetahuan dan pengalaman dunia kerja terhadap peserta yudisium pada Sabtu (20/6/2026), Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maliki Malang, Agus Mulyono, turut mengundang salah seorang alumninya, Rickyanto, yang saat ini menjadi salah satu pengusaha yang bergerak di bidang industri perkapalan yang berbasis di wilayah pesisir utara (Pantura) Lamongan.

Dalam kesempatan kegiatan Pembekalan Wisuda dan Prosesi Yudisium Periode II Tahun 2026 Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut, Rickyanto banyak menggunakan pendekatan filosofis dan psikologis dalam memberikan bekal bagi para calon wisudawan dalam menghadapi dunia kerja.
Pada kesempatan tersebut, Rickyanto, yang merupakan alumni Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maliki Malang tahun 2007–2011 tersebut, turut menguraikan aspek kepribadian manusia paripurna (manusia unggul) dalam perspektif Al-Qur’an.

“Pada dasarnya manusia itu ciptaan Allah yang memiliki keunggulan personal untuk memahami hakekat ruang dan waktu, tapi akan sangat tergantung pada ilmu, pengetahuan dan pengalaman setiap individu untuk mampu membaca dan memanfaatkan ruang hukum alam tersebut,” ulasnya.

Pada saat yang sama, Rickyanto, yang juga putra asli kelahiran Lamongan itu, memberikan wawasan pada calon wisudawan terkait banyaknya lulusan baru yang menghadapi sindrom inferiority (inferiority complex), sebuah kondisi psikologis di mana seseorang merasa sangat rendah diri, merasa tidak mampu, serta meragukan kemampuan diri sendiri.
Rickyanto Memberikan Arahan Pada Alumnus Saintek UIN Maliki Malang
“Sikap minder (inferior) ini sering dialami para lulusan baru UIN Maliki Malang, apalagi terkait dengan dunia industri dan teknologi, padahal seharusnya setiap lulusannya harus memiliki kepercayaan diri (self confidence) yang kuat dan merasa unggul dari lulusan umum lainnya,” tegasnya.

Saat itu Ricky juga memberi penguatan untuk para peserta yudisium soal keunggulan lulusan UIN Maliki Malang. Ia menegaskan, alumni UIN punya modal yang kuat menjadi pemimpin transformasional yang bersumber dari paradigma integrasi ilmu secara berkelanjutan yang komprehensif.
“Kita punya teladan pola kepemimpinan superior pada diri Nabi Sulaiman, beliau tidak arogan dengan seluruh ilmu dan pengetahuan yang dimiliki, punya prinsip egaliter, serta berorientasi pada keberlanjutan ekosistem secara adil,” pungkasnya. (RD)


















