Malang, Swa News – Terpilihnya Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang periode 2025–2029 menandai babak baru dalam sejarah kepemimpinan perempuan di kampus Islam tersebut.
Foto: uin-malang.ac.id
Beban kerja yang menanti tidaklah ringan. Ia harus menjaga kesinambungan pembangunan, mulai dari penguatan dan penataan sumber daya manusia serta manajemen sosial-kepegawaian, hingga pemenuhan infrastruktur yang menunjang pengembangan akademik. Selain itu, peningkatan profesionalitas mahasiswa agar siap bersaing di dunia kerja juga menjadi prioritas.
Pendekatan kepemimpinan yang holistik, berbasis sistem yang kokoh, dan menjalin kolaborasi dengan seluruh elemen sosial maupun institusional diyakini akan menjadi pilar utama untuk membawa UIN Maliki Malang menuju reputasi internasional sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul.
Baca juga: Program KMM Unisma: Mahasiswa Pascasarjana Mengajar di Ponpes Darun Najah Malang
Pelantikan Prof. Ilfi berlangsung dalam suasana hangat pada Rabu (6/8/2025), menggantikan Prof. Dr. H.M. Zainuddin, M.A. Dalam pidato perdananya, ia menegaskan komitmen melanjutkan program strategis pendahulunya. “Saya ingin menjadikan UIN Maliki sebagai kampus yang terhebat. Ini bukan tentang saya, ini tentang kita semua,” ujarnya.
Sejumlah agenda prioritas pun dicanangkan, mulai dari transformasi digital melalui program Smart Campus dan sistem Single Sign-On (SSO), peningkatan layanan akademik, hingga penguatan daya saing lulusan. Ia menargetkan seluruh program studi meraih akreditasi unggul pada 2029 dan 80 persen di antaranya mengantongi akreditasi internasional dalam lima tahun ke depan.
Dalam 100 hari kerja pertamanya, Prof. Ilfi telah menyiapkan sembilan program unggulan yang disusun secara terukur, mencakup penguatan SDM, reformasi kelembagaan, serta pengembangan sarana-prasarana untuk menopang kualitas pendidikan.
Kehadirannya sebagai rektor baru mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Rayon UIN Malang.
Pingback: Tokoh Pemuda Dan Aktivis Banyuwangi Tolak Aksi 25 Agustus: Isu Kenaikan PBB-P2 Sudah Clear Swa News