Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News– Gelombang demonstrasi mahasiswa diperkirakan kembali mengguncang pusat Kota Malang. Setelah aksi besar pada Senin (15/6/2026), dua aliansi mahasiswa dijadwalkan turun ke jalan dan menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Malang, Rabu (17/6/2026).

Dua kelompok yang akan menggelar aksi tersebut adalah Aliansi Rakyat Tertindas dan BEM Malang Raya. Berdasarkan informasi yang beredar, massa akan mulai berkumpul sejak pukul 10.00 WIB dengan mengusung tema besar “Indonesia Gawat Darurat”.

Dalam gelombang aksi mahasiswa ini, mereka akan menyuarakan sedikitnya lima tuntutan yang berkaitan dengan isu nasional serta tiga tuntutan yang menyoroti persoalan daerah. Sejumlah kebijakan pemerintah pusat maupun daerah diperkirakan menjadi sasaran kritik dalam demonstrasi tersebut.
Baca juga : Di Hadapan Demonstran, Ketua DPRD Kota Malang Nyatakan Tolak MBG
Aparat dan pemerintah daerah diperkirakan akan bersiap menghadapi mobilisasi massa yang lebih besar dibanding aksi sebelumnya. Berdasarkan estimasi penyelenggara, jumlah peserta yang terlibat dari kedua aliansi berpotensi mencapai ratusan hingga ribuan orang yang berasal dari berbagai kampus di Malang Raya.
Potensi Kemacetan di Kawasan Balai Kota Dampak Gelombang Aksi Mahasiswa
Besarnya jumlah massa yang akan turun ke jalan diperkirakan berdampak pada aktivitas lalu lintas di kawasan pusat kota. Pengguna jalan diimbau menghindari area sekitar Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Malang selama aksi berlangsung.

Sejumlah ruas jalan yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan antara lain Jalan Tugu, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Stasiun, Jalan Suropati, Jalan Gajah Mada, Jalan Kahuripan, Jalan Tumapel, Jalan Majapahit, dan Jalan Trunojoyo.
Jika jumlah massa sesuai perkiraan, gelombang aksi mahasiswa hari ini berpotensi menjadi salah satu demonstrasi mahasiswa terbesar di Kota Malang dalam beberapa bulan terakhir, sekaligus menambah tekanan publik terhadap pemerintah di tengah menguatnya narasi “Indonesia Gawat Darurat” yang belakangan ramai disuarakan berbagai elemen masyarakat. (MM)
Penulis : Mukh. Munif


















