Malang, Swa News– Gelaran Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Kota Malang mencapai tahap final diikuti 195 peserta bertempat di SDN Dinoyo 2, Lowokwaru, Kota Malang. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang memastikan akan mengoptimalkan pembinaan untuk finalis yang mewakili kontingen Kota Malang ke tingkat Provinsi (14/04/2026).

Gelaran final FLS3N dan O2SN Kota Malang merupakan lanjutan dari juara 1 hingga 3 tingkat kecamatan. Terdapat 7 macam lomba kesenian dan 6 cabang olahraga dengan total 195 peserta dari seluruh gugus se-Kota Malang. Ditingkat kota akan diambil satu finalis pada masing-masing cabang lomba untuk mewakili kota Malang ke ajang serupa di tingkat Provinsi.
Nampak antusiasme para siswa mengikuti rangkaian acara final FLS3N dan O2SN Kota Malang dari pembukaan hingga lomba berakhir. Perlombaan yang bertujuan untuk melatih mental dan sportivitas siswa ini, tak luput dari peran para orang tua dan guru uang bekerjasama mendampingi para siswa guna mendapatkan hasil terbaik.
Baca juga: Beasiswa Kemenag Sarjana Lanjut Magister 2026: Syarat, Jadwal, dan Cara Daftarnya
Suwarjana, SE., MM., Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kota Malang dalam sambutannya mengungkapkan kebanggaannya terhadap kemeriahan dan semangat siswa mengikuti setiap rangkaian acara. Ia juga berpesan agar para peserta harus selalu besar hati dan menikmati setiap prosesnya. Semua ingin menjadi yang terbaik, tetapi dalam sebuah kompetisi pasti ada yang kalah dan ada yang menang. Penyelenggara sudah menghadirkan juri-juri profesional dibidangnya untuk proses perlombaan ini.
“Bapak berpesan, nanti bagi yang kalah jangan patah semangat ya dan yang menang juga jangan sombong, yang namanya lomba juaranya ya cuma satu. Kalau menang semua bukan lomba. Panitia sudah memilih juri yang profesional.” Ujarnya.

Suwarjana menambahkan para finalis yang menjadi perwakilan Kota Malang di tingkat Provinsi akan dilakukan pembinaan secara berkelanjutan didampingi oleh Dinas. Menurutnya perlombaan ini menerapkan sistem berjenjang. Sehingga gelaran final FLS3N dan O2SN Kota Malang adalah rangkaian proses panjang seleksi peserta mulai tingkat gugus hingga kecamatan. Kemudian dipilih tiga peserta terbaik mengikuti final ditingkat kota.
“Yang jelas, karena ini sudah tingkat Kota, otomatis kami akan melakukan pembinaan untuk tahap selanjutnya. Oleh karena itu, proses seleksi juga dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari tingkat gugus, kecamatan, hingga kota. Peserta tidak bisa langsung mengikuti lomba di tingkat kota tanpa melalui seleksi di tingkat gugus dan kecamatan terlebih dahulu. Begitu juga untuk ke tingkat provinsi, harus melalui tingkat kota dulu. Lomba ini dinamakan berjenjang.” Pungkasnya pada Jurnalis Swa News.
Lebih lanjut Suwarjana menyampaikan bahwa fokus pembinaan berkelanjutan nanti lebih ke pendampingan para juri sesuai dengan jenis dan bidang lomba masing-masing. Secara teknis nantinya akan dijadwalkan pendampingan intensif dari dinas.
“Terkait bentuk pembinaan berkelanjutan, itu tergantung pada bidang masing-masing. Misalnya jika bidangnya menyanyi, maka pembinaan akan difokuskan pada teknik vokal dan pengembangan kemampuan bernyanyi. Secara teknis, apabila peserta sudah mewakili kota, maka menjadi kewajiban kami untuk melakukan pembinaan secara intensif agar bisa membawa nama baik Kota Malang ke tingkat berikutnya.” Jelasnya.
Diakhir wawancara, Suwarjana juga berpesan pada orang tua, guru dan murid untuk berkolaborasi, saling menguatkan agar bisa meraih prestasi terbaik dan dapat mengharumkan Kota Malang. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi kepada semua elemen yang terlibat dalam rangkaian Final FLS3N dan O2SN Kota Malang.
“Pesan untuk siswa, kami mengucapkan terima kasih dan selamat, terutama kepada orang tua dan anak-anak yang sudah lolos ke tingkat kota. Harapan kami, siapa pun nanti yang menjadi juara, mari kita berkolaborasi untuk meraih prestasi yang lebih baik.Dalam bidang seni dan prestasi, sering kali pelatih yang lebih memahami potensi anak justru adalah orang tua. Namun demikian, ke depannya pembinaan akan tetap melibatkan sekolah, orang tua, dan pelatih secara bersama-sama.” tutupnya.
Gelaran Final FLS3N dan O2SN Kota Malang Terdaftar di Puspresnas
Dilain pihak, Jumain, S.pd., Mpd., Selaku Ketua Panitia Gelaran Final FLS3N dan O2SN kota Malang, menyampaikan bahwa panitia tak hanya menyiapkan teknis rangkaian gelaran lomba tetapi juga memastikan secara administratif para peserta terdaftar di portal pusat. Karena kadangkala ada peserta yang sudah mengikuti rangkaian lomba tetapi terdiskualifikasi disebabkan namanya tidak masuk di Portal Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
“Anak-anak yang sekarang sedang berlomba ini benar-benar melalui seleksi yang ketat, dan mereka sudah terdaftar di portal Pusat Prestasi Nasional (puspresnas), itu syarat utamanya bisa ke jenjang yang lebih tinggi, walaupun nanti di Tingkat kota menang tapi tidak terdaftar di portal puspresnas mereka tidak bisa ke jenjang yang lebih tinggi, itu sudah sesuai juknis nasional,” Jelasnya. (MJ)
Editor: Munif


















