Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News – Delegasi Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) sukses mengukir prestasi gemilang dengan meraih Juara I dalam cabang Contract Drafting and Negotiation Competition pada ajang bergengsi The 16th Business Law Competition (BLC): Piala Hafni Sjahruddin 2026.
Sebagaimana dilangsir dari laporan resmi Prasetya UB, kompetisi hukum bisnis nasional ini diselenggarakan oleh Business Law Society Fakultas Hukum Universitas Indonesia (BLS FH UI) pada pertengahan Oktober lalu dengan fokus pada aspek hukum properti komersial.
Tim delegasi yang mengharumkan nama almamater tersebut terdiri dari Jona Binsar Gracia, Yudhistira Priya Wardhana, Fibi Putri Melinda, Medina Umayra Ghanis, Arjuna Christantra, dan Muhammad Azzam Monanov. Kompetisi tahun ini mengusung tema strategis “Enhancing Commercial Real Estate through Capital Continuity and Strategic Construction Frameworks”.
Tema ini menantang para peserta untuk mendalami kompleksitas hukum dalam pengembangan properti komersial serta pelaksanaan proyek konstruksi yang berkelanjutan.
Delegasi FH UB dihadapkan pada studi kasus nyata berupa pembangunan pusat perbelanjaan, yang mencakup penyusunan rancangan kontrak konstruksi yang komprehensif hingga simulasi negosiasi yang alot.
Yudhistira Priya Wardhana, salah satu anggota tim, mengungkapkan bahwa kompetisi ini memberikan pengalaman praktis yang sangat berharga dalam memahami penerapan hukum kontrak pada dunia bisnis yang sebenarnya. “Bagi kami, tantangannya bukan hanya menyusun kontrak dengan klausul yang kuat secara hukum, tetapi juga memastikan setiap ketentuan dapat diterapkan dan mengakomodasi kepentingan para pihak.
Proses ini mengajarkan kami untuk melihat persoalan dari berbagai perspektif,” ujarnya dalam keterangan resmi. Meskipun menghadapi keterbatasan waktu dan kesibukan akademik, tim tetap menjaga konsistensi persiapan melalui koordinasi yang intensif.
Menjelang babak final, mereka memfokuskan energi pada penyempurnaan rancangan kontrak, evaluasi mendalam terhadap klausul-klausul krusial, penguatan argumentasi hukum, serta pematangan strategi negosiasi. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi di bidang hukum bisnis dan kontrak komersial guna menjawab kebutuhan dunia usaha yang terus berkembang.

















