Jakarta, Swa News– Banyak yang mengkritik kader PSI dan sekaligus Ketua Umum Generasi Muda Kristen Indonesia (GMKI), Sahat Martin Philip Sinurat yang membuat laporan polisi terhadap Jusuf Kalla ( JK) terkait ceramahnya di UGM yang diduga mengandung unsur penistaan agama.

Padahal, jika dicermati video ceramah JK secara lengkap, terlihat tidak ada unsur penistaan agama, karena dalam ceramah tersebut JK lebih banyak bercerita soal pengalamannya menyelesaikan konflik daerah yang berbasis sentimen agama.
Baca juga: Prediksi JK Terkait Defisit Fiskal dan Kemungkinan Potensi Chaos
Felix Martuah Purba Aktivis PMKRI
Menurut Felix Martuah Purba Mantan Ketua Lembaga Advokasi dan HAM PP Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia ( PMKRI), Felix Martuah Purba, menilai tuduhan penistaan agama terhadap JK tidak tepat jika dilihat dari perspektif hukum pidana.
“Pernyataan JK harus dipahami secara utuh sebagai deskripsi realitas konflik masa lalu (Poso dan Ambon), bukan sebagai ekspresi kebencian atau penghinaan terhadap agama tertentu, “jelasnya.
Bahkan menurut pendapat Mantan Ketua Umum GMKI, Korneles, yang menilai ada unsur politik didalam pelaporan polisi terhadap JK.
“Jusuf Kalla itu tokoh perdamaian, jangan ada politisasi ditengah polemik pernyataan publik,” ujarnya.
Sesungguhnya ada problem politik apa dibalik pelaporan polisi pada JK yang dilakukan anak buah Kaesang tersebut?
Karena sebelumnya JK ikut diseret dalam pusaran dugaan ijazah jokowi, kemudian JK ikut merespon dan menilai bahwa kasus tuduhan ijazah palsu bisa cepat selesai jika Jokowi menunjukkan ijazah aslinya.
“Masalah ijazah Jokowi itu bisa cepat selesai jika Jokowi mau menunjukkan ijazah asli miliknya”, tegasnya (AR).

















