Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Surabaya, Swa News — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda 21 kabupaten/kota di Jawa Timur selama sepekan ke depan.
Sebagaimana dilangsir dari laporan CNN Indonesia, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah Jawa Timur kini mulai memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan atau pancaroba. Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi cuaca ekstrem ini diperkirakan berlangsung pada rentang waktu 2 hingga 9 November 2026.
Fenomena cuaca yang perlu diwaspadai meliputi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir, angin kencang, puting beliung, hingga potensi hujan es. Sebanyak 21 daerah masuk dalam zona merah kewaspadaan, di antaranya Kabupaten Probolinggo, Jember, Lumajang, Banyuwangi, Pacitan, Nganjuk, Ponorogo, Magetan, serta Kota Batu. Selain itu, ancaman serupa juga mengintai wilayah Pasuruan, Kediri, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, dan Mojokerto, baik di tingkat kabupaten maupun kota.
“Sebagian besar wilayah Jawa Timur telah memasuki masa peralihan musim. Dalam tujuh hari ke depan diperkirakan terjadi cuaca ekstrem yang dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” ujar Taufiq Hermawan dalam keterangan resminya pada Selasa (3/11).
Ia menambahkan bahwa kondisi atmosfer saat ini sangat mendukung pertumbuhan awan hujan, yang dipengaruhi oleh gangguan gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) serta pola pertemuan angin atau konvergensi di atas wilayah Jawa Timur.
Selain faktor global, suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih cukup hangat turut menyumbang suplai uap air yang signifikan ke atmosfer. BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan bergunung dan lereng terjal, untuk mewaspadai ancaman longsor dan banjir bandang.
Warga juga diminta berhati-hati terhadap pohon tumbang dan berkurangnya jarak pandang saat hujan lebat terjadi. Informasi cuaca terkini dapat terus dipantau melalui kanal resmi dan radar cuaca BMKG Juanda untuk langkah mitigasi mandiri.


















