Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Jakarta, Swa News– Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menggandeng koki selebriti Arnold Poernomo atau Chef Arnold dalam penyusunan petunjuk teknis (juknis) baru pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk evaluasi mendasar guna memperbaiki manajemen dan tata kelola program prioritas pemerintah yang belakangan sempat menuai protes dari para pengusaha daerah.

Pertemuan taktis tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala BGN yang baru dilantik, Nanik Deyang, melalui unggahan di akun media sosial resminya. Didampingi dua Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono, jajaran pimpinan lembaga ini bertukar pikiran secara intensif dengan Chef Arnold mengenai cetak biru perbaikan program di lapangan.
Baca juga: Profil Nanik S Deyang, Mantan Wartawan yang Kini Pimpin Badan Gizi Nasional
Pembahasan BGN gandeng Chef Arnold tersebut adalah untuk fokus melakukan perombakan total pada empat sektor krusial, yakni pembenahan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), sistem manajemen dapur komunal, standardisasi peralatan, hingga penyusunan bank menu yang kaya nutrisi namun tetap efisien. Perubahan juknis ini ditargetkan mampu mendongkrak performa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah Indonesia.
Alasan BGN Gandeng Chef Arnold
Gebrakan ini sekaligus merealisasikan janji awal Nanik Deyang pasca-dilantik guna membenahi benang kusut tata kelola internal BGN dengan menggeser orientasi kerja, dari yang semula mengejar kuantitas menjadi mengutamakan kualitas.
“Fokus utama kita adalah efisiensi, evaluasi menyeluruh, serta penekanan pada kualitas program MBG. BGN akan turun tangan langsung untuk mengecek apakah ribuan dapur yang sudah beroperasi di daerah-daerah telah sesuai dengan juknis baru yang ditetapkan,” tegas Nanik dalam keterangan resminya, Rabu (10/6/2026).
Selain urusan teknis dapur, BGN saat ini tengah merancang skema pembiayaan alternatif baru guna meringankan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pendekatan pembiayaan baru ini diprioritaskan untuk mengamankan kontinuitas pelaksanaan program MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Penulis : Ardian F. R
Editor : M. Munif

















