Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang Kota, Swa News— Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 Arema FC jatuh pada selasa, 11 Agustus 2026. Menyambut HUT ke-39 Arema FC ini, manajemen Arema FC mengajak seluruh lapisan masyarakat di Malang Raya untuk menghidupkan kembali tradisi mengenakan jersey atau atribut kebanggaan Singo Edan secara serentak. (10/08/2026)

Head of Public Relation and Marcom Arema FC, Munif Bagaskara Wakid, menjelaskan bahwa ajakan ini merupakan bagian dari komitmen klub dalam mempertahankan nilai-nilai kultural yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Malang Raya.
Pihak manajemen Arema FC juga telah mengirimkan surat resmi kepada tiga kepala daerah, yakni Pemerintah Kota Malang, Pemerintah Kabupaten Malang, dan Pemerintah Kota Batu. Klub berharap ketiga pemerintah daerah tersebut dapat menerbitkan Surat Edaran (SE) yang mengimbau para Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai instansi swasta, hingga masyarakat umum untuk mengenakan atribut Arema pada 11 Agustus 2026.
Baca juga: Kapolresta Malang Kota Cek Operasional Dua SPPG Polri di Kedungkandang dan Lowokwaru
“Kami telah berkirim surat kepada tiga kepala daerah di Malang Raya. Harapannya, seperti tahun-tahun sebelumnya, surat edaran ini bisa mendapat respons positif dari Pemkot Malang, Pemkab Malang, dan Pemkot Batu,” kata Munif.
Menghidupkan Kembali Tradisi “Biru-Biruan”
Setiap tanggal 11 Agustus, nuansa biru khas Arema selalu mewarnai berbagai sudut Kota Malang, Kabupaten Malang, hingga Kota Batu. Berbagai elemen masyarakat, komunitas, hingga instansi pelayanan publik biasanya memadati ruang-ruang terbuka dengan balutan jersey maupun kaus berikon Singo Edan.
Bagi Arema FC, tradisi “biru-biruan” ini bukan sekadar seremoni mengenakan pakaian klub, melainkan simbol kebersamaan dan emosional antara klub, suporter (Aremania), dan masyarakat yang tumbuh bersama dalam ekosistem sepak bola lokal. Jika kembali mendapat dukungan penuh dari tiga kepala daerah, perayaan hari jadi ke-39 dipastikan akan berlangsung lebih semarak.
HUT ke-39 Arema FC, Filosofi Tema TH39REATNESS
Pada perayaan ke-39 tahun ini, Arema FC mengusung tema resmi “TH39REATNESS”. Tema tersebut dirancang sebagai penanda perjalanan panjang Singo Edan sekaligus menegaskan tekad klub untuk terus berkembang mengikuti dinamika sepak bola modern.
Munif menegaskan bahwa Arema FC tidak ingin sekadar bernostalgia atau berpuas diri dengan deretan piala dan sejarah masa lalu. Sebaliknya, klub berkomitmen untuk terus berbenah, melakukan evaluasi, dan berproses agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi sepak bola Indonesia maupun masyarakat Malang Raya.
“TH39REATNESS adalah janji untuk terus belajar, berupaya, dan berproses. Kami bukanlah klub yang merasa sudah di puncak, melainkan klub yang sedang dan akan terus mendaki,” tegas Munif.
Menariknya, antusiasme menjelang 11 Agustus ini tidak hanya berdampak pada iklim olahraga, tetapi juga memberikan efek domino (multiplier effect) bagi sektor ekonomi kreatif di Malang Raya. Tingginya minat masyarakat untuk mengamankan merchandise Arema memicu lonjakan permintaan produk konveksi dan pernak-pernik khas Arema.
Penjualan atribut Arema tidak hanya berpusat di Arema Store resmi yang berlokasi di Jalan Mayjend Panjaitan, tetapi juga mengalir deras ke lapak-lapak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tersebar di berbagai sudut daerah. Fenomena ini membuktikan bahwa entitas klub sepak bola mampu menjadi penggerak roda ekonomi kerakyatan.
Manajemen Arema FC berharap momentum perayaan tahun ini dapat membawa dampak finansial yang nyata bagi para perajin dan pedagang lokal.
“Kami berharap ajakan ini bisa menjadi berkah bagi pelaku UMKM di Malang Raya. Ini adalah momentum untuk membangkitkan perekonomian melalui produk-produk kreatif kebanggaan Arema,” ujar Munif.
Arema Sebagai Identitas Kultural Malang Raya
Pada akhirnya, gerakan mengenakan atribut Arema pada 11 Agustus telah bertransformasi dari sekadar perayaan ulang tahun klub menjadi momentum konsolidasi sosial. Peristiwa ini mempertemukan elemen pemerintah, klub, suporter, dan pelaku ekonomi dalam satu identitas kebersamaan.
Melalui dukungan pemerintah daerah, partisipasi aktif warga, serta semangat TH39REATNESS, perayaan HUT ke-39 Arema FC diharapkan tidak hanya membirukan Malang Raya, tetapi juga memperkokoh pijakan klub untuk terus berkontribusi bagi kemajuan Malang dan sepak bola tanah air. (ARD)
Penulis : Ardian F. R
Editor : M. Munif

















