Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Lamongan, Swa News – Perhelatan Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang pertandingan sepak bola kelas dunia, tetapi juga menjadi ruang berkumpul dan mempererat hubungan sosial masyarakat.
Momentum tersebut dimanfaatkan Rich Foundation dengan menggelar sejumlah kegiatan nonton bareng (nobar), khususnya saat Timnas Argentina bertanding.
Kegiatan yang dipusatkan di Kampung Sukunan, Desa Paciran, Kabupaten Lamongan, itu mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Hal tersebut tidak terlepas dari besarnya kecintaan warga terhadap Timnas Argentina yang selama ini dikenal sebagai salah satu tim favorit di kalangan pecinta sepak bola di kawasan pesisir utara Lamongan.
Nonton Bareng Piala Dunia
Bagi Rich Foundation, nonton bareng bukan sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola secara bersama-sama. Kegiatan tersebut menjadi media untuk membangun kedekatan sosial sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kerja sama, perjuangan, dan strategi dalam mencapai tujuan.

Sepak bola menghadirkan banyak pelajaran tentang kehidupan. Di dalamnya terdapat kerja tim, disiplin, kemampuan membaca situasi, hingga keberanian mengambil keputusan pada saat yang tepat. Nilai-nilai tersebut menjadi refleksi bahwa setiap tujuan besar memerlukan proses, perencanaan, dan kerja keras.
Melalui suasana nobar yang santai, masyarakat tidak hanya menikmati jalannya pertandingan, tetapi juga memiliki ruang untuk saling berdiskusi, berbagi cerita, dan memperkuat hubungan antarsesama warga.
Jandoman
Di tengah masyarakat pesisir Lamongan, budaya berkumpul atau jandoman telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Tradisi ini memiliki makna yang hampir serupa dengan jagongan atau cangkrukan dalam budaya Jawa, yakni menjadi ruang bertemunya berbagai kalangan tanpa sekat.

Rich Foundation menjadikan budaya tersebut sebagai bagian penting dalam setiap kegiatannya. Menurut penggagas Rich Foundation, Rickyanto, jandoman merupakan temali kultural yang mampu merajut kedekatan batin sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Melalui tradisi tersebut, komunikasi berlangsung lebih terbuka sehingga berbagai persoalan maupun gagasan dapat dibahas secara santai tanpa menghilangkan rasa saling menghormati.
Argentina Mania
Kecintaan masyarakat Kampung Sukunan terhadap Argentina bukanlah sesuatu yang baru. Nama besar Argentina yang telah lama mewarnai sejarah sepak bola dunia, ditambah kehadiran megabintang Lionel Messi, menjadikan tim berjuluk La Albiceleste memiliki tempat tersendiri di hati para penggemarnya.
Popularitas tersebut kemudian melahirkan rasa memiliki yang melampaui batas geografis. Meski berbeda negara, masyarakat tetap menunjukkan dukungan dengan penuh antusias setiap kali Argentina bertanding.
Semangat itulah yang kemudian mewarnai setiap pelaksanaan nobar yang digelar Rich Foundation, sehingga suasana pertandingan terasa semakin hidup dan penuh kebersamaan.
Dangdut Mania
Selain kecintaan terhadap sepak bola, masyarakat pesisir Pantura Lamongan juga memiliki kedekatan yang kuat dengan musik dangdut. Hampir setiap hari alunan musik dangdut terdengar dari berbagai sudut kampung, menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat setempat.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa budaya lokal tetap hidup berdampingan dengan berbagai hiburan modern. Kehadiran musik dangdut pun semakin menghangatkan suasana kebersamaan dalam berbagai aktivitas masyarakat.
Makan, Ngopi, dan Ngrokok Bersama
Tradisi berkumpul di masyarakat pesisir hampir selalu diiringi dengan makan bersama, menikmati secangkir kopi, serta berbincang santai. Kebiasaan sederhana tersebut menjadi ruang sosial yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang.
Dalam suasana seperti itu, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat, berbagi pengalaman, maupun mencari solusi atas persoalan yang dihadapi bersama. Tidak ada yang merasa paling pintar ataupun paling benar, karena seluruh peserta diposisikan setara dalam membangun dialog.
Bagi Rich Foundation, budaya berkumpul seperti ini merupakan modal sosial yang sangat penting untuk memperkuat partisipasi masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai gotong royong yang telah lama tumbuh di lingkungan pesisir.
Melalui rangkaian kegiatan nobar bersama masyarakat Kampung Sukunan, Desa Paciran, Kabupaten Lamongan, Rich Foundation berharap tradisi lokal seperti jandoman dapat terus terjaga sebagai budaya alternatif yang memperkuat solidaritas sosial, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan kembali nilai-nilai kemanusiaan yang berkeadilan.
(Advertorial)


















