Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News– Tensi tinggi babak 16 besar Piala Dunia 2026 tidak hanya menyisakan tangis bagi Portugal, melainkan juga menyulut keributan sengit antara dua sahabat karib yang selama tujuh tahun terakhir bahu-membahu di Manchester City, yaitu Rodri dan Bernardo Silva.

Dua gelandang kelas dunia itu terlibat friksi fisik tepat sebelum wasit meniup peluit panjang dalam laga yang dimenangi Spanyol 1-0 di Dallas Stadium, Senin malam waktu setempat.
Provokasi Sentuhan Kepala yang Menyulut Amarah
Drama bermula di menit-menit akhir masa injury time. Portugal yang tertinggal lewat gol Mikel Merino mendapatkan peluang emas terakhir. Bernardo Silva muncul di depan gawang Spanyol, namun sundulannya melambung tipis di atas mistar gawang—memupus harapan Portugal untuk memperpanjang napas ke babak tambahan.
Baca juga: Erling Haaland Cetak Sejarah untuk Norwegia di Piala Dunia 2026, Sejajar Messi dan Mbappe
Segera setelah peluang itu terbuang, Rodri yang terbawa emosi merayakan kegagalan tersebut dengan penuh semangat tepat di depan wajah Bernardo Silva. Rekaman televisi bahkan menangkap momen provokatif di mana gelandang Spanyol itu memberikan sentuhan ringan di kepala Silva.
Tak terima dengan perlakuan tersebut, Bernardo Silva langsung bereaksi keras dengan wajah kesal. Ia menunjuk Rodri dengan marah, dan keduanya langsung saling mendekat hingga hampir adu fisik. Ketegangan yang memuncak ini memaksa para pemain lain dari kedua tim turun tangan untuk melerai dan menenangkan situasi sebelum wasit akhirnya menyudahi pertandingan.
Rodri dan Bernardo Silva, Pecah Kongsi Dua Mantan Pilar Manchester City
Insiden ini langsung menjadi perbincangan liar netizen di media sosial. Banyak fans terkejut mengingat keduanya dikenal sangat dekat dan merupakan bagian dari generasi emas yang mempersembahkan sejumlah gelar besar selama tujuh tahun bersama di Manchester City. Namun, laga ini menjadi bukti bahwa di panggung sebesar Piala Dunia, persahabatan di level klub harus tanggal demi harga diri negara. Ditambah lagi, Bernardo Silva baru saja resmi meninggalkan Etihad Stadium untuk bergabung dengan Real Madrid sebagai pemain bebas transfer (free agent), yang menandai akhir dari kemitraan erat mereka di level klub.
Permintaan Maaf Terbuka dari Rodri Sadar tindakannya melanggar batas sportivitas, Rodri langsung mengambil tanggung jawab penuh dan meminta maaf secara terbuka kepada media pascapertandingan.
“Saya meminta maaf kepada Bernardo. Saya merayakan peluang yang dia lewatkan di akhir pertandingan. Itu adalah kesalahan saya,” aku Rodri jantan, menjelaskan bahwa tindakan kasarnya murni karena ia telanjur larut dalam tekanan emosi pertandingan yang luar biasa masif. (ARD)


















