Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News – Dallas Stadium menjadi saksi bisu runtuhnya mimpi terbesar dalam karier Cristiano Ronaldo di panggung dunia. Kekalahan tipis 0-1 dari Spanyol di babak 16 besar Piala Dunia 2026, dipastikan menjadi akhir tragis panggung piala dunia CR7.

Di usianya yang telah menginjak 41 tahun, Ronaldo harus menerima kenyataan pahit bahwa ia harus menyudahi perburuannya di Piala Dunia tanpa pernah bisa membawa pulang trofi emas. Kesedihan mendalam terpancar jelas dari raut wajah sang kapten yang telah mengoleksi total 233 caps dan 146 gol untuk negaranya tersebut.
Tarian Terakhir Panggung Piala Dunia CR7, Sang Legenda Enam Edisi
Ronaldo menutup lembaran sejarahnya di Piala Dunia dengan catatan yang hampir mustahil ditandingi oleh generasi baru. Ia mengakhiri kiprahnya di turnamen ini dengan torehan total 11 gol dalam 27 pertandingan Piala Dunia, serta mengukuhkan diri sebagai pemain pertama sepanjang sejarah yang mampu mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda sejak 2006.
Baca juga: Rodri dan Bernardo Silva, Konflik Gelandang Man City di Piala Dunia 2026
“Benar bahwa ini adalah piala dunia terakhir saya. Tapi setelah itu saya perlu waktu untuk berpikir, saya ingin bersama keluarga terlebih dahulu, tidak membuat keputusan terburu-buru, dan melanjutkan kehidupan,” ujar Ronaldo usai laga, dikutip dari FIFA.
Tangis di Arena dan Pelukan Hangat Lamine Yamal
Begitu peluit panjang berbunyi setelah gol masa tambahan waktu dari Mikel Merino (90+1), pertahanan emosional Ronaldo runtuh. Ia tak kuasa membendung air matanya langsung di atas lapangan hijau.
Di tengah momen pilu tersebut, sebuah pemandangan emosional tertangkap kamera ketika bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, langsung menghampiri Ronaldo yang sedang menangis. Yamal menunjukkan sikap mulia dengan memeluk erat sang legenda, sebuah momen simbolis estafet generasi sepak bola yang mengharukan di Dallas Stadium. Meski belum ada keputusan resmi mengenai pensiun total dari tim nasional, malam itu resmi menjadi tarian terakhir CR7 di panggung Piala Dunia. (ARD)
Penulis: Ardian F. R
Editor: M. Munif


















