Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News– Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mematangkan cetak biru pembenahan infrastruktur ekonomi daerah, khususnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pasar. Hingga Juni PAD sektor pasar semester 1 tahun 2026 tercatat baru menyentuh angka 4 miliar rupiah.

Target PAD tahunan yang dibebankan pada dinas terkait dari retribusi pasar sebesar 10 miliar rupiah. Dihasilkan dari 26 pasar rakyat di wilayah Kota Malang. Guna memaksimalkan PAD sebanyak 4 pasar rakyat masuk dalam daftar prioritas renovasi total. Pembangunan revitalisasi 4 pasar rakyat diproyeksikan mulai berjalan pada tahun anggaran 2027.
Baca juga: Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Apresiasi Pelaksanaan SPMB di SDN Kebonsari 2 Malang
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengonfirmasi kebenaran adanya rencana revitalisasi 4 pasar rakyat yang menjadi prioritas utama tersebut. Diantaranya, Pasar Blimbing, Pasar Besar, Pasar Tawangmangu, dan Pasar Talun. Keempat pasar rakyat ini dipilih lantaran memang belum tersentuh renovasi secara menyeluruh.
“Kami memiliki 26 pasar di Kota Malang, dari jumlah itu ada empat lokasi yang belum renovasi total. Yakni Pasar Blimbing, Pasar Besar, Pasar Tawangmangu, sama Pasar Talun di Kayutangan. Itu menjadi prioritas revitalisasi, kemungkinan pengajuan tahun depan,” jelas Eko kepada awak media saat memantau kawasan Pasar Induk Gadang, Senin (15/6/2026).
Dokumen DED Revitalisasi 4 Pasar Rakyat Siap Disodorkan ke Wali Kota
Guna memuluskan usulan anggaran proyek fisik tersebut, Kadiskopindag memastikan seluruh pemenuhan syarat administratif. Menurutnya dokumen perencanaan teknis atau Detail Engineering Design (DED) sudah rampung digarap. Ia menambahkan penyiapan DED menjadi instrumen krusial. Agar kalkulasi gambar, desain arsitektur, hingga perhitungan anggaran di lapangan tidak meleset.
“Berkas DED tdalam waktu dekat akan segera diserahkan kepada Pak wali. Selanjutnya, melangkah ke tahap pembahasan plotting anggaran operasional masing-masing pasar rakyat,” Tambahnya.
Lebih lanjut, Eko menjelaskan konsep pembenahan akan menitikberatkan aspek kemudahan aksesibilitas konsumen, kecepatan transaksi, serta penataan tata ruang bangunan. Ia juga menilai desain pasar rakyat yang ideal dan ramah pengunjung adalah bangunan yang tidak bertingkat. Merefleksikan kesuksesan revitalisasi yang sebelumnya sudah diterapkan di Pasar Klojen dan Pasar Oro-Oro Dowo.
Diakhir, Eko menyampaikan melalui perbaikan fasilitas hulu ini, Pemkot Malang optimistis kenyamanan berbelanja akan mendongkrak omzet pedagang. Tentu, secara linear diyakini bakal mendorong kepatuhan serta kontribusi retribusi pedagang. Demi mendongkrak PAD di masa depan. (ARD)
Penulis : Ardian
Editor : M. Munif

















