
Jakarta, Swa News– Akhirnya ajudan mantan Presiden Jokowi, Syarif M. Fitriansyah, buka suara soal pertemuan tertutup antara Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto di kediaman pribadi Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu (4 Oktober 2025).

Syarif memang membenarkan kepada awak media bahwa pertemuan tersebut benar terjadi. Namun, ia enggan menjelaskan secara gamblang isi pembicaraan antara Jokowi dan Prabowo dalam pertemuan tersebut.
Baca juga: KPK Selidiki Pertemuan Yaqut–Tauhid Hamdi, Posisi Eks-Menag Kian Terjepit
Beberapa menteri Kabinet Merah Putih juga tampak hadir, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto. Sekitar pukul 16.30 WIB, para menteri terlihat meninggalkan rumah Prabowo tanpa memberikan keterangan apa pun kepada wartawan.
Yang menarik, adalah kehadiran Mendiktisaintek Brian Yuliarto. Banyak pihak berspekulasi bahwa kedatangannya berkaitan dengan pertemuan Jokowi dan Prabowo tersebut. Menurut analisis Hersubeno Arief, bukan tidak mungkin pertemuan Jokowi–Prabowo membahas gugatan ijazah SMA Gibran yang digunakan dalam proses pencalonannya sebagai wakil presiden berpasangan dengan Prabowo.
Saat ini memang tengah bergulir gugatan terkait ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka yang diajukan oleh seorang pengacara bernama Subhan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dalam gugatannya, Subhan menuntut Gibran dengan nilai fantastis, yakni Rp125 triliun.

Bahkan, ada juga yang berspekulasi bahwa dalam pertemuan itu pihak Jokowi turut membahas sikap KPU RI terkait dokumen pencalonan Jokowi pada Pilpres 2019. Dalam arsip dokumen tersebut juga terdapat legalisir ijazah Jokowi yang kini tengah dipersoalkan dalam proses hukum dengan Roy Suryo, Rismon, dan Tifa.
Namun hingga kini, baik pihak Kemendiktisaintek maupun Sekretariat Negara belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan adanya kaitan antara kasus tersebut dengan pemanggilan Prof. Brian Yuliarto ke kediaman Prabowo.(SF)