Mantan Bupati Banyuwangi Azwar Anas Masuk Jajaran Ketua PBNU Periode 2026–2031

azwar anas

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual

Jakarta, Swa News – Ketika M. Nuh membacakan susunan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Rabu (30/9/2026) malam, ia menyebut nama politisi dan aktivis NU asal Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, dalam jajaran ketua untuk periode 2026–2031.

Sosok Abdullah Azwar Anas yang juga pernah menjabat Bupati Banyuwangi selama dua periode, yakni 2010–2015 dan 2016–Februari 2021, merupakan salah seorang tokoh yang dibesarkan dalam lingkungan sosial nahdliyin.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Azwar Anas dibesarkan dalam lingkungan pesantren dengan pendidikan agama yang kuat. Ia pernah menempuh pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Karangdoro, Tegalsari (1980). Kemudian, ia pindah ke MI Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura (1982–1983). Selanjutnya, ia bersekolah di MI Kebunrejo, Genteng (1983–1986).

Selepas MI, ia melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Genteng (1986–1988), kemudian pindah ke SMP Negeri 1 Banyuwangi (1988–1989). Setelah tamat SMP, ia hijrah ke Jember untuk melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Jember (1989–1992).

Pada jenjang pendidikan tinggi, ia pernah kuliah dan lulus dari Fakultas Teknologi Pendidikan IKIP Jakarta serta Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Untuk program magister, ia mengambil program studi Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Indonesia (2005).

Jika ditelusuri, sejak masih menjadi pelajar, sosok yang pernah menjabat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tersebut tergolong aktif di IPNU. Bahkan, dalam struktur kepengurusan IPNU, ia tercatat pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PP IPNU (1996–2000), kemudian menduduki posisi Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (2000–2003).

Kini, sosok yang kerap menjadi sorotan dan mendapat julukan sebagai orang berpengaruh dalam politik Banyuwangi ini akan semakin berkibar dan ikut mewarnai perjalanan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. (MM)

Penulis: M. Mudzakir

Editor: Imam Abu Hanifah

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

© Swa News | Cepat dan Mencerahkan