Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Kota Malang, Swa News — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil mengukuhkan posisinya sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Melalui tagar #ummcampus, Kampus Putih sukses memuncaki daftar trending TikTok Education Indonesia. Pencapaian ini terjadi selama periode Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Generasi 26 yang digelar pada 7 hingga 11 September 2026.

Kepala Humas UMM, Maharina Novia Zahro, M.Ikom., menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari strategi komunikasi yang inklusif dan adaptif.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas capaian ini. Tentu ini tidak lepas dari kerja tim dan mahasiswa yang adaptif dalam membuat konten dengan menggunakan hashtag #ummcampus. Berbagai aktivitas positif selama Pesmaba menjadi bahan yang menarik untuk dibagikan melalui media sosial,” ungkap Maharina dalam keterangan resminya.
Selain aspek digital, Pesmaba tahun ini juga menonjolkan komitmen lingkungan melalui gerakan Green and Clean.
Mahasiswa baru diajak untuk terlibat aktif dalam pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan sampah organik untuk pakan maggot dan eco-enzyme, hingga pemanfaatan sampah non-organik menjadi media aquaponik. Inovasi seperti penggunaan kardus bekas sebagai name tag dan konsep Flashlight Mob yang dirancang tanpa meninggalkan sampah sekali pakai menjadi sorotan utama dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Rangkaian acara ditutup dengan penuh inspirasi melalui kehadiran pendiri Malaka Project, Ferry Irwandi, dan penampilan seni dari Niken Salindry. Maharina berharap agar semangat kepedulian lingkungan dan kreativitas digital ini tidak berhenti pada masa orientasi saja.
“Harapannya, berbagai aktivitas ini dapat menumbuhkan sensitivitas mahasiswa terhadap lingkungan. Media sosial menjadi ruang untuk menyebarkan pesan positif sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari hal-hal sederhana,” pungkasnya.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi antara institusi dan mahasiswa mampu menciptakan gelombang konten positif di ruang siber yang tidak hanya menghibur tetapi juga mengedukasi.(ARD)
Penulis: Ardian F. R
Editor: Mukh. Munif


















