Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Swa News – Kemenangan tipis 1-0 atas Argentina pada partai puncak Piala Dunia 2026 tidak sekadar membubuhkan bintang kedua pada jersi tim nasional Spanyol.
Lebih dari itu, hasil di MetLife Stadium meresmikan skuad Spanyol 2026 sebagai salah satu mesin pemenang paling dominan dan efisien yang pernah dicatat dalam direktori statistik sepak bola internasional.
Berdasarkan data rilis resmi FIFA, skuad La Roja kini resmi memegang rekor rentetan pertandingan tak terkalahkan terpanjang dalam sejarah sepak bola internasional putra (longest unbeaten run), yakni sebanyak 38 pertandingan beruntun (29 kemenangan, 9 imbang).
Catatan luar biasa ini terhitung sejak 26 Maret 2024 (saat bermain imbang 3-3 melawan Brasil) hingga kemenangan final atas Argentina pada 20 Juli 2026. La Roja resmi melampaui rekor dunia sebelumnya milik tim nasional Italia yang mengukir 37 laga tak terkalahkan di bawah arahan Roberto Mancini pada kurun waktu 2018–2021.
Pertahanan Tertutup dan Pencapaian Historis Pelatih
Bukan hanya rekor tak terkalahkan yang terpecahkan, pertahanan Spanyol di bawah kepemimpinan pelatih Luis de la Fuente juga mengukir milestone sejarah. Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 dengan rekor pertahanan paling rapat sepanjang masa: hanya kebobolan 1 gol dari total 8 pertandingan yang dimainkan sejak fase grup hingga partai puncak.
Catatan ini mematahkan rekor juara paling “irit” kebobolan sebelumnya yang dipegang bersama oleh Prancis (1998), Italia (2006), dan Spanyol (2010), yang mana ketiga tim tersebut menjuarai turnamen dengan kebobolan 2 gol.
Kokohnya tembok pertahanan yang digalang duo bek tengah Pau Cubarsi dan Robin Le Normand, dibantu ketangguhan Unai Simon di bawah mistar (meraih adidas Golden Glove dengan 7 clean sheet), menjadi fondasi utama kesuksesan ini.
Di bangku cadangan, sejarah baru juga tercipta. Pada usia 65 tahun 28 hari, Luis de la Fuente resmi dinobatkan sebagai pelatih tertua yang pernah menjuarai Piala Dunia. Ia melampaui rekor rekan senegaranya, Vicente del Bosque, yang memenangkan edisi 2010 pada usia 59 tahun 220 hari.
De la Fuente kini mencatatkan namanya dalam buku sejarah sepak bola Spanyol sebagai juru taktik yang sukses memadukan gelar UEFA EURO 2024 dan Piala Dunia 2026 dalam satu rentetan rekor tak terkalahkan.
Rangkuman Angka Monumental Final Piala Dunia 2026:
-
38 – Jumlah laga tak terkalahkan Spanyol (Rekor Dunia Baru).
-
1 – Total kebobolan Spanyol di seluruh turnamen Piala Dunia 2026 (Rekor Dunia Baru).
-
12 – Penyelamatan (saves) yang dilakukan Emiliano Martinez di partai final sebelum akhirnya bobol di menit 106.
-
65 Tahun 28 Hari – Usia Luis de la Fuente, pelatih tertua yang menjuarai Piala Dunia.
-
39 Tahun 25 Hari – Usia Lionel Messi, pemain lapangan (outfield) tertua di final Piala Dunia.
-
0 – Jumlah percobaan tembakan (total shots) Argentina pada 90 menit waktu normal.
Penulis: Ardian FR
Editor: Imam Abu Hanifah


















