Senin, September 7, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home News

MUNIR. Tak Punya Pacar, Rapor Pas-Pasan

Imam HanifahbyImam Hanifah
07/09/2026
in News
0
Munir
0
SHARES
105
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

Oleh: Dhandy Dwi Laksono (2009)

[Tulisan untuk pengantar peluncuran film Kiri Hijau Kanan Merah ini kami terbitkan kembali untuk mengenang tragedi kematian pejuang HAM, Munir, 7 September 2004]

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Erupsi Anak Krakatau Lumpuhkan Penerbangan di 4 Bandara Jawa Timur

07/09/2026
kemacetan ketapang

Ketua Fraksi Gerindra Banyuwangi Suwito Minta Kapolresta Usut Dugaan Pungli Terkait Kemacetan Ketapang

05/09/2026
Load More

 

Swa News – Deddy ‘Gembul’ Prihambudi tertawa lepas. Badannya yang tambun berguncang-guncang. Dia memutar memori tentang hubungan asmara seorang seniornya di kampus Universitas Brawijaya, Munir Said Thalib.

“Nggak usah aku ceritakanlah, bagaimana curhatnya cewek-cewek Munir waktu itu. Siapa sih yang nggak tergila-gila dengan pejantan tanggung, biarpun rambutnya merah. Arab lagi,” tandasnya, melanjutkan tawa.

Seolah menyadari bahwa omongannya bakal ditonton Suciwati, Deddy buru-buru menetralisir, “Ya, yang nonton ini jangan sampai tersinggung. Jangan sampai marah. Ini fakta. Hehehe…”

Deddy yang angkatan 1987, adalah yunior Munir di Fakultas Hukum. Menurut mantan Direktur LBH Surabaya era 1990-an ini, Munir termasuk mahasiswa yang “telat mengenal perempuan”. Kehidupan kampusnya dihabiskan di organisasi senat mahasiswa sebagai ketua.

Sedangkan di luar kampus, Munir bergiat di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) atau menjadi Sekretaris Al-Irsyad, sebuah organisasi sosial keagamaan di kampung halamannya, Batu.

Jadi, hampir tak ada waktu untuk “mengenal perempuan”, hingga semester-semester akhir menjelang kelulusan.

“Setahu saya, Mas Munir itu dari SMP sampai SMA ndak pernah pacaran,” kenang Sugiono, kawan sekolahnya selama enam tahun.

“Kenapa, Pak? Apa karena ndak laku?” pancingku.

“Ya, mungkin karena dulu itu, di antara kami yang gede-gede ini, Mas Munir badannya paling kecil. Kalau soal nggak laku, ya ndak lah. Hahaha…” pungkas pria yang kini jadi Kepala Sekolah SMP PGRI 1 Batu.

Saya hampir menyimpulkan Munir adalah pecundang tulen, ketika mendapati nilai-nilai di rapornya yang juga jeblok. Bayangkan, di SMP Negeri Batu (1981-1983), bocah ini hanya ranking 187 dari 200 siswa! Itu tertulis di buku induk siswa yang mencatat semua rekam jejak akademisnya selama tiga tahun.

Di sekolah mana pun, siswa yang “kurang bergaul ala muda-mudi” biasanya menjadi kutu buku dengan segudang prestasi. Tapi Munir? Gadis menjauh, prestasi pun, aduh! Nilai bahasa Inggrisnya tak pernah jauh-jauh dari angka 5 yang ditulis dengan tinta merah yang masih menyala, meski 26 tahun berselang. Nilai matematikanya bergiliran antara 5 dan 6. Hanya Pendidikan Moral Pancasila (PMP) yang kadang 7 atau 8.

Aku datangi Bu Ratna, guru bahasa Inggrisnya yang membenarkan ihwal bahasa Inggris Munir yang “biasa-biasa saja”. Kuduga ini kosa kata yang dipaksakan secara hiperbola, hanya karena sedang berbicara di depan kamera. Mestinya, kata yang tepat adalah “payah”. Lantas aku mengarahkan kamera ke sebuah bangku di deretan tengah sebelah kanan, di mana dulu Munir pernah duduk. Bangku itu kini dihuni seorang siswa yang nilai bahasa Inggrisnya 9,5!

“Ya, kalau sudah di Kontras, bahasa Inggrisnya mestinya sudah bagus. Apalagi dia sering ke luar negeri,” kata Bu Guru Ratna membesarkan hati, entah siapa.

Tapi kawan-kawannya seperti Ikrar Nusa Bhakti (LIPI) atau Edwin Partogi (Kontras) tak setuju dengan tebakan itu. Munir adalah seorang yang cepat belajar, namun itu tak serta-merta membuat bahasa Inggrisnya menjadi “brilian” meski berkali-kali tetirah ke negeri atas angin.

“Waktu seminar di Australia, dia masih pakai bahasa Indonesia. Tapi dua tahun kemudian, di Universitas Parahyangan, dia sudah pakai bahasa Inggris, meski patah-patah juga,” papar Ikrar.

“Saya pernah dengar Munir dituduh antek asing dan dilatih di negara Amerika Latin. Lalu saya tanya soal ini ke Munir, dan dia ketawa. Apalagi dia nggak bisa bahasa Inggris,” kenang Edwin.

Karena penasaran, aku datangi SMA Negeri 1 Batu, tempatnya menimba ilmu antara tahun 1983-1985. Bekas guru-gurunya yang masih aktif lebih banyak dibanding SMP atau SD. Ada juga bekas kawannya yang kini menjadi guru atau staf administrasi di sekolah yang sama. Rata-rata mereka memberikan kesaksian senada: Munir ndak pernah pacaran.

Baiklah. Sekarang kita buka nilai rapornya.

Lumayan, ada peningkatan. Di banyak mata pelajaran, mulai bertebaran angka 7 dan 8. Peringkatnya pun naik, mulai masuk 15 besar, bukan lagi pecundang ke 187 dari 200 siswa.

Tapi bagaimana dengan bahasa Inggris-nya?

Bergeming di angka 5 dan 6.

Pendek kata, bila namanya tak muncul di media massa akhir 1990-an, para guru atau bekas kawannya nyaris tak mengingat Munir, karena selama di sekolah, bocah ini memang tidak menonjol dari segi apapun, juga pendiam.

Lalu bagaimana seorang pecundang sejati tanpa pacar dan rapor pas-pasan, tiba-tiba jadi petarung yang digilai para wanita di masanya? Revolusi pemikiran macam apa yang bergema di relung-relung kesadarannya sebagai mahasiswa dan relawan pemula di LBH Malang? Mengapa Suciwati? .[]

 

Imam Hanifah

Imam Hanifah

Penulis SEO seputar Jawa Timur, bisnis, wisata dan pendidikan

Related Posts

Ekonomi

Erupsi Anak Krakatau Lumpuhkan Penerbangan di 4 Bandara Jawa Timur

byArdian FRand1 others
07/09/2026
kemacetan ketapang
News

Ketua Fraksi Gerindra Banyuwangi Suwito Minta Kapolresta Usut Dugaan Pungli Terkait Kemacetan Ketapang

byImam Hanifah
05/09/2026
Usut Tuntas Kasus Korupsi Pasar Among Tani, Wali Kota Batu Janji Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Hukum

Usut Tuntas Kasus Korupsi Pasar Among Tani, Wali Kota Batu Janji Lakukan Evaluasi Menyeluruh

byMukhamad Munif
05/09/2026
Lagi! Keracunan Massal MBG di SMPN 1 Kabuh, Dinkes Jombang Lakukan Investigasi
Hukum

Lagi! Keracunan Massal MBG di SMPN 1 Kabuh, Dinkes Jombang Lakukan Investigasi

byArdian FRand1 others
05/09/2026
Panitia Raja Brawijaya
Gaya hidup

Panitia RAJA Brawijaya 2026 Ajak MABA UB Kritisi Isu Global, Merajut Mimpi hingga Kancah Internasional

byArdian FRand1 others
05/09/2026
Karhutla Kalimantan
Hukum

Negara ASEAN Layangkan Protes Akibat Kabut Asap Karhutla Kalimantan Tembus Negara Tetangga

byArdian FRand1 others
04/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

16/06/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025

EDITOR'S PICK

Menyeret AHY! Muannas Alaidid, Kuasa Hukum Agung Sedayu Group, Klaim SHGB Pagar Laut Tangerang Legal? 

Menyeret AHY! Muannas Alaidid, Kuasa Hukum Agung Sedayu Group, Klaim SHGB Pagar Laut Tangerang Legal? 

30/01/2025
Laptop Programmer

7 Rekomendasi Laptop Programmer Dibawah 7 Juta Terbaik 2026, Lancar Banget Buat Coding

05/05/2026
AJI Yogyakarta

AJI Yogyakarta dan Persma se-DIY Kecam Pernyataan Prabowo soal Stigmatisasi Jurnalis “Londo Ireng”

27/07/2026
Kepala BGN Nanik Deyang

Belum Genap Dua Bulan Menjabat, Kepala BGN Nanik Deyang Mundur Alasan Sakit Jantung

22/07/2026
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan