Rabu, Mei 6, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Kolom

Keluar dari Jebakan Perampasan Negara 

Yudi Latief by Yudi Latief
17/03/2025
in Kolom, Opini, Politik
0
0
SHARES
101
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Keluar dari Jebakan Perampasan Negara

Oleh Yudi Latief

Apakah negara Indonesia bisa diperbaiki dari mekanisme internal pemerintahan? Dengan menyesal harus dikatakan bahwa hal itu hanya mungkin terjadi dengan mukjizat.

Keluar dari Jebakan Perampasan Negara 

Perampasan Negara

Kondisi politik dan ekonomi di Indonesia saat ini semakin menunjukkan adanya kendali tersembunyi di balik institusi formal negara. Fenomena state capture—yakni perampasan kebijakan negara oleh segelintir elite dan oligarki—menjadi akar dari berbagai masalah struktural yang sulit diperbaiki. Dalam situasi ini, kekuasaan tidak lagi berada di tangan lembaga resmi yang bertanggung jawab kepada rakyat, melainkan dikendalikan oleh kekuatan bayangan atau shadow state yang bekerja demi kepentingan pribadi dan kelompok.

State Capture dan Kehancuran Demokrasi

State capture di Indonesia tercermin dari bagaimana kebijakan publik yang sering kali memihak kepada kepentingan korporasi besar dan elite politik, bukan kepada kesejahteraan rakyat. Regulasi di berbagai sektor, mulai dari sumber daya alam, infrastruktur, hingga kebijakan sosial, kerap disusun untuk melanggengkan dominasi segelintir elite. Proses legislasi dan penegakan hukum pun tidak jarang dimanipulasi untuk melindungi kepentingan mereka, bukan sebagai instrumen keadilan sosial.

Carousel Gambar Artikel

Baca juga: Menjelang Pemilihan Rektor UIN Maliki Malang, Suhu Politik Mulai Memanas, Agus Maimun Deklarasi, FITK Pecah?

Perampasan Negara

Dampak dari state capture sangat nyata dalam kehidupan sehari-hari: kesenjangan sosial yang melebar, perampasan ruang hidup rakyat, hilangnya kontrol publik terhadap sumber daya strategis, hingga pembungkaman suara kritis. Dalam kondisi ini, sistem demokrasi formal hanya menjadi ilusi, sementara keputusan penting diambil di ruang-ruang tertutup yang tidak terjangkau oleh pengawasan publik.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Ironi Sentralisasi Tes CAT Koperasi Merah Putih: Lelah di Jalan, Gugur di Detik Terakhir

Ironi Sentralisasi Tes CAT Koperasi Merah Putih: Lelah di Jalan, Gugur di Detik Terakhir

06/05/2026
Rencana Demonstrasi Turunkan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi Ditolak Warga

Rencana Demonstrasi Turunkan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi Ditolak Warga

04/05/2026
Load More
Shadow State: Kekuasaan di Balik Tirai

Di balik struktur negara yang tampak legal, shadow state beroperasi melalui jaringan informal yang menghubungkan elite politik, pengusaha besar, dan institusi keamanan. Mereka membentuk aliansi yang tidak terlihat di permukaan, namun memiliki kekuatan besar untuk mengontrol jalannya pemerintahan. Dalam banyak kasus, kekuatan ini mampu membelokkan arah kebijakan negara tanpa melalui prosedur demokratis yang transparan.

Kehadiran shadow state menjadikan institusi negara kehilangan independensinya. Lembaga penegak hukum, parlemen, bahkan birokrasi dipaksa tunduk pada kepentingan kelompok oligarki. Akibatnya, agenda reformasi yang seharusnya memperkuat demokrasi justru mengalami kemunduran drastis, sementara rakyat semakin terpinggirkan dari proses pengambilan keputusan.

Membangun Kekuatan Otonom di Akar Rumput

Di tengah situasi yang nyaris tanpa harapan ini, satu-satunya jalan untuk menyelamatkan rakyat adalah membangun kekuatan otonom di akar rumput. Kekuatan ini harus bersumber dari solidaritas komunitas, gerakan sosial, dan inisiatif warga yang mandiri dari kendali elite politik maupun korporasi.

Baca juga:Balik Kanan, Prabowo Timbul Tenggelam Bersama Konglomerat, Bukan Bersama Rakyat?

Perampasan Negara

Gerakan akar rumput yang otonom memiliki potensi besar untuk merebut kembali ruang demokrasi yang dirampas. Dengan membangun organisasi rakyat yang independen, menguatkan ekonomi komunitas, serta memperluas kesadaran politik kritis, rakyat dapat menciptakan kekuatan tandingan terhadap hegemoni shadow state.

Strategi Tandingan

Strategi yang dapat dilakukan untuk membangun kekuatan otonom antara lain sebagai berikut:

Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Mengembangkan ekonomi berbasis komunitas, koperasi, dan solidaritas ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada sistem ekonomi yang dikuasai oligarki.

Pendidikan Politik Kritis: Meningkatkan kesadaran politik di kalangan rakyat melalui pendidikan berbasis hak-hak sipil, demokrasi partisipatif, dan advokasi kebijakan publik.

Jaringan Solidaritas progresif: Membangun aliansi di antara gerakan sosial, organisasi masyarakat sipil, elemen progresif komunitas kampus, dan komunitas lokal untuk memperkuat posisi tawar rakyat di hadapan negara dan korporasi.

Demokrasi Partisipatif: Mendorong partisipasi aktif warga dalam proses pengambilan keputusan di tingkat lokal sebagai langkah awal untuk merebut kembali kontrol terhadap kebijakan publik.

Merevitalisasi gembala komunitas: memberdayakan jaringan penjaga tradisi dan komunitas adat dalam melindungi masyarakat lokal dari perampasan ruang hidup, sumberdaya lokal dan basis ekonomi rakyat.

Penutup

Perbaikan Indonesia tidak akan terjadi selama state capture masih mencengkeram lembaga-lembaga negara. Rakyat hanya akan menjadi korban dari sistem yang melayani kepentingan shadow state, bukan kepentingan publik. Oleh karena itu, membangun kekuatan otonom di akar rumput bukan hanya menjadi pilihan, tetapi merupakan keharusan. Dengan kekuatan mandiri yang tumbuh dari komunitas, rakyat memiliki peluang untuk merebut kembali hak-haknya dan membangun masa depan yang lebih adil dan demokratis.

Rakyat harus percaya pada kekuatannya sendiri—karena perubahan sejati hanya akan datang dari bawah, bukan dari elite penguasa yang telah lama mengkhianati amanah demokrasi.


Keluar dari Jebakan Perampasan Negara 

Yudi Latief

Aktivis dan Cendekiawan Muslim

 

Tags: Cendekiawan MuslimOpiniPerampasan NegaraTokoh nasionalYudi Latief
Yudi Latief

Yudi Latief

Aktivis dan Cendekiawan Muslim

Related Posts

Ironi Sentralisasi Tes CAT Koperasi Merah Putih: Lelah di Jalan, Gugur di Detik Terakhir
Jawa Timur

Ironi Sentralisasi Tes CAT Koperasi Merah Putih: Lelah di Jalan, Gugur di Detik Terakhir

by redaksi swanews
06/05/2026
Rencana Demonstrasi Turunkan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi Ditolak Warga
Jawa Timur

Rencana Demonstrasi Turunkan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi Ditolak Warga

by redaksi swanews
04/05/2026
Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas
Pendidikan

Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas

by redaksi swanews
03/05/2026
New Orde Baru! Buruh Malang Tolak Imperialisme dan Militerisme
Jawa Timur

New Orde Baru! Buruh Malang Tolak Imperialisme dan Militerisme

by redaksi swanews
02/05/2026
Perkuat Demokrasi, KPU RI Gandeng Komisi II DPR RI Melalui Sosialisasi Kepemiluan di Kota Malang
Politik

Perkuat Demokrasi, KPU RI Gandeng Komisi II DPR RI Melalui Sosialisasi Kepemiluan di Kota Malang

by redaksi swanews
28/04/2026
Pemilu 2029 Banyak Berubah, Ali Ahmad: Pasuruan Bisa Masuk Dapil Malang Raya
Politik

Pemilu 2029 Banyak Berubah, Ali Ahmad: Pasuruan Bisa Masuk Dapil Malang Raya

by redaksi swanews
28/04/2026
Next Post
Ini Hasil Survei Menurut Orang Dekat Jokowi: Dia Paling Tepat Jadi Ketua Wantimpres

Ini Hasil Survei Menurut Orang Dekat Jokowi: Dia Paling Tepat Jadi Ketua Wantimpres

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025
Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

02/03/2026
Tetap Sering Padam! Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi Dikritisi Anggota DPRD Sumenep, PLN Tidak Respon

Tetap Sering Padam! Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi Dikritisi Anggota DPRD Sumenep, PLN Tidak Respon

17/03/2026

EDITOR'S PICK

Persaingan Pilrek UIN Maliki Malang, Umi Sumbulah Menguat Berpotensi Mengalahkan Agus Maimun?

Persaingan Pilrek UIN Maliki Malang, Umi Sumbulah Menguat Berpotensi Mengalahkan Agus Maimun?

19/02/2025
Dihadiri Ratusan Alumni, Halal Bihalal KESAN Langitan Malang Raya Pererat Silaturahmi Alumni dan Kiai

Dihadiri Ratusan Alumni, Halal Bihalal KESAN Langitan Malang Raya Pererat Silaturahmi Alumni dan Kiai

08/04/2026
Jurusan Terfavorit di Universitas Airlangga

Peluang SNBT 2026, Ini 15 Jurusan Terfavorit di Universitas Airlangga (Unair) di SNBT 2025 

26/03/2026
Husnul Aqib, Anggota DPRD Jatim Fraksi PAN Asal Lamongan, Jadi Otak Korupsi Proyek Hibah PJU Jatim?

Husnul Aqib, Anggota DPRD Jatim Fraksi PAN Asal Lamongan, Jadi Otak Korupsi Proyek Hibah PJU Jatim?

30/09/2025
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan