Minggu, Februari 15, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Viral
    • Internasional
    • Peristiwa
      • Bencana
      • Kriminal
      • Trending
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • EKONOMI
    • Bisnis
    • UMKM
  • Seni Budaya
  • Sains
    • Gadget
    • Teknologi
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Gaya hidup
  • Entertainment
  • TRAVELING
    • Wisata
    • Kuliner
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Viral
    • Internasional
    • Peristiwa
      • Bencana
      • Kriminal
      • Trending
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • EKONOMI
    • Bisnis
    • UMKM
  • Seni Budaya
  • Sains
    • Gadget
    • Teknologi
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Gaya hidup
  • Entertainment
  • TRAVELING
    • Wisata
    • Kuliner
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Kolom

Keluar dari Jebakan Perampasan Negara 

Yudi Latief by Yudi Latief
17/03/2025
in Kolom, Opini, Politik
0
0
SHARES
101
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Keluar dari Jebakan Perampasan Negara

Oleh Yudi Latief

Apakah negara Indonesia bisa diperbaiki dari mekanisme internal pemerintahan? Dengan menyesal harus dikatakan bahwa hal itu hanya mungkin terjadi dengan mukjizat.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Board of Peace: Proyek Perdamaian Palsu Melembagakan Ketidakadilan

Board of Peace: Proyek Perdamaian Palsu Melembagakan Ketidakadilan

13/02/2026
Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas Akhirnya Mengajukan Praperadilan Melawan Penetapan KPK

Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas Akhirnya Mengajukan Praperadilan Melawan Penetapan KPK

12/02/2026
Load More

Keluar dari Jebakan Perampasan Negara 

Perampasan Negara

Kondisi politik dan ekonomi di Indonesia saat ini semakin menunjukkan adanya kendali tersembunyi di balik institusi formal negara. Fenomena state capture—yakni perampasan kebijakan negara oleh segelintir elite dan oligarki—menjadi akar dari berbagai masalah struktural yang sulit diperbaiki. Dalam situasi ini, kekuasaan tidak lagi berada di tangan lembaga resmi yang bertanggung jawab kepada rakyat, melainkan dikendalikan oleh kekuatan bayangan atau shadow state yang bekerja demi kepentingan pribadi dan kelompok.

State Capture dan Kehancuran Demokrasi

State capture di Indonesia tercermin dari bagaimana kebijakan publik yang sering kali memihak kepada kepentingan korporasi besar dan elite politik, bukan kepada kesejahteraan rakyat. Regulasi di berbagai sektor, mulai dari sumber daya alam, infrastruktur, hingga kebijakan sosial, kerap disusun untuk melanggengkan dominasi segelintir elite. Proses legislasi dan penegakan hukum pun tidak jarang dimanipulasi untuk melindungi kepentingan mereka, bukan sebagai instrumen keadilan sosial.

Baca juga: Menjelang Pemilihan Rektor UIN Maliki Malang, Suhu Politik Mulai Memanas, Agus Maimun Deklarasi, FITK Pecah?

Perampasan Negara

Dampak dari state capture sangat nyata dalam kehidupan sehari-hari: kesenjangan sosial yang melebar, perampasan ruang hidup rakyat, hilangnya kontrol publik terhadap sumber daya strategis, hingga pembungkaman suara kritis. Dalam kondisi ini, sistem demokrasi formal hanya menjadi ilusi, sementara keputusan penting diambil di ruang-ruang tertutup yang tidak terjangkau oleh pengawasan publik.

Shadow State: Kekuasaan di Balik Tirai

Di balik struktur negara yang tampak legal, shadow state beroperasi melalui jaringan informal yang menghubungkan elite politik, pengusaha besar, dan institusi keamanan. Mereka membentuk aliansi yang tidak terlihat di permukaan, namun memiliki kekuatan besar untuk mengontrol jalannya pemerintahan. Dalam banyak kasus, kekuatan ini mampu membelokkan arah kebijakan negara tanpa melalui prosedur demokratis yang transparan.

Kehadiran shadow state menjadikan institusi negara kehilangan independensinya. Lembaga penegak hukum, parlemen, bahkan birokrasi dipaksa tunduk pada kepentingan kelompok oligarki. Akibatnya, agenda reformasi yang seharusnya memperkuat demokrasi justru mengalami kemunduran drastis, sementara rakyat semakin terpinggirkan dari proses pengambilan keputusan.

Membangun Kekuatan Otonom di Akar Rumput

Di tengah situasi yang nyaris tanpa harapan ini, satu-satunya jalan untuk menyelamatkan rakyat adalah membangun kekuatan otonom di akar rumput. Kekuatan ini harus bersumber dari solidaritas komunitas, gerakan sosial, dan inisiatif warga yang mandiri dari kendali elite politik maupun korporasi.

Baca juga:Balik Kanan, Prabowo Timbul Tenggelam Bersama Konglomerat, Bukan Bersama Rakyat?

Perampasan Negara

Gerakan akar rumput yang otonom memiliki potensi besar untuk merebut kembali ruang demokrasi yang dirampas. Dengan membangun organisasi rakyat yang independen, menguatkan ekonomi komunitas, serta memperluas kesadaran politik kritis, rakyat dapat menciptakan kekuatan tandingan terhadap hegemoni shadow state.

Strategi Tandingan

Strategi yang dapat dilakukan untuk membangun kekuatan otonom antara lain sebagai berikut:

Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Mengembangkan ekonomi berbasis komunitas, koperasi, dan solidaritas ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada sistem ekonomi yang dikuasai oligarki.

Pendidikan Politik Kritis: Meningkatkan kesadaran politik di kalangan rakyat melalui pendidikan berbasis hak-hak sipil, demokrasi partisipatif, dan advokasi kebijakan publik.

Jaringan Solidaritas progresif: Membangun aliansi di antara gerakan sosial, organisasi masyarakat sipil, elemen progresif komunitas kampus, dan komunitas lokal untuk memperkuat posisi tawar rakyat di hadapan negara dan korporasi.

Demokrasi Partisipatif: Mendorong partisipasi aktif warga dalam proses pengambilan keputusan di tingkat lokal sebagai langkah awal untuk merebut kembali kontrol terhadap kebijakan publik.

Merevitalisasi gembala komunitas: memberdayakan jaringan penjaga tradisi dan komunitas adat dalam melindungi masyarakat lokal dari perampasan ruang hidup, sumberdaya lokal dan basis ekonomi rakyat.

Penutup

Perbaikan Indonesia tidak akan terjadi selama state capture masih mencengkeram lembaga-lembaga negara. Rakyat hanya akan menjadi korban dari sistem yang melayani kepentingan shadow state, bukan kepentingan publik. Oleh karena itu, membangun kekuatan otonom di akar rumput bukan hanya menjadi pilihan, tetapi merupakan keharusan. Dengan kekuatan mandiri yang tumbuh dari komunitas, rakyat memiliki peluang untuk merebut kembali hak-haknya dan membangun masa depan yang lebih adil dan demokratis.

Rakyat harus percaya pada kekuatannya sendiri—karena perubahan sejati hanya akan datang dari bawah, bukan dari elite penguasa yang telah lama mengkhianati amanah demokrasi.


Keluar dari Jebakan Perampasan Negara 

Yudi Latief

Aktivis dan Cendekiawan Muslim

 

Tags: Cendekiawan MuslimOpiniPerampasan NegaraTokoh nasionalYudi Latief
Yudi Latief

Yudi Latief

Aktivis dan Cendekiawan Muslim

Related Posts

Board of Peace: Proyek Perdamaian Palsu Melembagakan Ketidakadilan
Opini

Board of Peace: Proyek Perdamaian Palsu Melembagakan Ketidakadilan

by Haidar Bagir
13/02/2026
Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas Akhirnya Mengajukan Praperadilan Melawan Penetapan KPK
Kriminal

Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas Akhirnya Mengajukan Praperadilan Melawan Penetapan KPK

by redaksi swanews
12/02/2026
Program RT Berkelas Kota Malang
News

Suryadi, Anggota DPRD Kota Malang Fraksi Golkar, Bersinergi dengan Program RT Berkelas Kota Malang

by redaksi swanews
10/02/2026
Khofifah Dipanggil KPK untuk Persidangan Korupsi Dana Hibah Provinsi Jatim, Tercantum Dapat Fee 30 Persen
Kriminal

Khofifah Dipanggil KPK untuk Persidangan Korupsi Dana Hibah Provinsi Jatim, Tercantum Dapat Fee 30 Persen

by redaksi swanews
04/02/2026
Tambang dan Krisis Ideologi Dakwah Berkemajuan
Kolom

Tambang dan Krisis Ideologi Dakwah Berkemajuan

by Qosdus Sabil
30/01/2026
Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
Kriminal

Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan 2017–2019, KPK Tetapkan 4 Tersangka Siapa Saja?

by redaksi swanews
30/01/2026
Next Post
Ini Hasil Survei Menurut Orang Dekat Jokowi: Dia Paling Tepat Jadi Ketua Wantimpres

Ini Hasil Survei Menurut Orang Dekat Jokowi: Dia Paling Tepat Jadi Ketua Wantimpres

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kemenag RI

    Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kemenag RI Dituntut Mundur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjelang Pemilihan Rektor UIN Maliki Malang, Suhu Politik Mulai Memanas, Agus Maimun Deklarasi, FITK Pecah?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahyanto Hendri Wahyudi Dipercaya Menjabat Kadis Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman Kabupaten Banyuwangi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komunitas Saung Alas Muara Gembong Berkolaborasi dengan UI Memulihkan Lingkungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Swa News Indonesia

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Cepat | Mencerahkan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Viral
    • Internasional
    • Peristiwa
      • Bencana
      • Kriminal
      • Trending
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • EKONOMI
    • Bisnis
    • UMKM
  • Seni Budaya
  • Sains
    • Gadget
    • Teknologi
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Gaya hidup
  • Entertainment
  • TRAVELING
    • Wisata
    • Kuliner
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan