Jakarta, Swa News– Hingga siang tadi, nama Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin, mendadak mendapat respons negatif hingga muncul tuntutan mundur dari netizen, Sabtu (1/2/2026).

Pemicunya, diduga ada pernyataan dari yang bersangkutan yang menyudutkan posisi guru madrasah swasta.
“Banyak guru yang diangkat oleh yayasan yang tidak sepengetahuan Kemenag. Mereka mendirikan madrasah, terus mengangkat dan minta dibayar, padahal kami (Kemenag) tidak terlibat,” narasi yang tertulis dalam beberapa akun media sosial.
Namun, Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kemenag RI juga telah menanggapi hal tersebut dengan meminta maaf melalui Instagram resmi Kemenag RI.
“Saya memohon maaf setulus-setulusnya jika dalam penjelasan saya di DPR ada yang kurang berkenan. Tidak ada maksud sama sekali untuk menyinggung para guru. Saya sangat menghormati guru dan terus-menerus memperjuangkan nasib dan kesejahteraan mereka. Kemenag serius membenahi tata kelola dan kesejahteraan guru. Kami pastikan bahwa perbaikan tata kelola dan kesejahteraan guru agama dan madrasah terus dilakukan dan diperjuangkan,” pungkasnya, Sabtu (1/2/2026).
Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kemenag RI tidak menanggapi
Pihak swa news juga telah meminta yang bersangkutan untuk mengklarifikasi terkait pemberitaan dan tuntutan para guru swasta tersebut. Meski pesan WhatsApp kami sudah dibaca, hingga berita ini dinaikkan belum ada tanggapan dari yang bersangkutan.
Sebelumnya, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, juga pernah membuat pernyataan blunder terkait martabat profesi guru.
“kalau mau cari uang jangan jadi guru, jadi pedagang saja.” Ujarnya.
Kemudian yang bersangkutan mengklarifikasi dan meminta maaf kepada para guru.
“Bahwa potongan video yang beredar menimbulkan tafsir yang kurang tepat dan melukai perasaan sebagian guru,”ungkapnya kala itu, (3/9/2025). (AR)
















