Rabu, Februari 4, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Viral
    • Internasional
    • Peristiwa
      • Bencana
      • Kriminal
      • Trending
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • EKONOMI
    • Bisnis
    • UMKM
  • Seni Budaya
  • Sains
    • Gadget
    • Teknologi
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Gaya hidup
  • Entertainment
  • TRAVELING
    • Wisata
    • Kuliner
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Viral
    • Internasional
    • Peristiwa
      • Bencana
      • Kriminal
      • Trending
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • EKONOMI
    • Bisnis
    • UMKM
  • Seni Budaya
  • Sains
    • Gadget
    • Teknologi
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Gaya hidup
  • Entertainment
  • TRAVELING
    • Wisata
    • Kuliner
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Kolom

Gadis Kecil, Milyarder, Totalitas Perubahan Nasib

Hamid Basyaib by Hamid Basyaib
28/09/2025
in Kolom, Sastra
0
Gadis Kecil, Milyarder, Totalitas Perubahan Nasib
0
SHARES
101
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Gadis Kecil, Milyarder, Totalitas Perubahan Nasib

 

Oleh Hamid Basyaib

PADA suatu malam Oktober yang sejuk, pusat kota Chicago berkilauan diterpa cahaya senja. Di Marlowe’s — restoran tepi sungai yang meraih bintang Michelin—Richard Evans makan sendirian.

READ ALSO

Tambang dan Krisis Ideologi Dakwah Berkemajuan

Problem Tambang dan Etika Keberpihakan: Kritik terhadap Sikap Muhammadiyah

Ia berwibawa dan pendiam, dan dikenal di lingkaran real estate karena ketegasannya dalam berbisnis dan ketenangannya yang sekeras baja.

Gadis Kecil, Milyarder, Totalitas Perubahan Nasib

Rambutnya yang mulai memutih tertata rapi. Rolex di pergelangan tangannya berkilau di bawah lampu meja. Steak ribeye yang telah matang sempurna menanti suapan pertamanya.

Bisik-bisik selalu mengiringi setiap langkah Richard Evans. Kekaguman berpadu dengan kewaspadaan terhadap dirinya. Ia membangun kerajaan bisnis, namun tak banyak orang yang sanggup melihat ke balik sosok setegar granit itu.

Tiba-tiba sebuah suara memecah keheningan malam itu.“Pak, bolehkah saya makan bersama Bapak?”

Evans mengangkat kepala. Seorang gadis kecil—bertelanjang kaki, tak lebih dari sebelas tahun—berdiri di samping mejanya. Rambut kusut membingkai wajahnya yang kotor berdebu, dan matanya menyimpan kesepian yang tak butuh terjemahan. Manajer restoran hendak menghalau, tapi Evans mengangkat tangan menahannya.

“Siapa namamu?” tanyanya sambil melipat serbet dengan hati-hati.

“Emily,” jawabnya, sambil melirik ke arah para tamu lain. “Saya belum makan sejak hari Jumat.”

Evans menunjuk kursi kosong. Suasana restoran kontan hening ketika gadis itu naik ke kursi. Kakinya menggantung di udara. Saat pelayan datang, Evans hanya berkata, “Bawakan steak saya untuknya. Dan segelas susu hangat.”

Emily makan perlahan, nyaris penuh rasa khidmat. Ia seperti khawatir makanan langka itu bisa lenyap sewaktu-waktu.

Ketika piringnya bersih, Evans mendekatkan wajah. “Di mana keluargamu?”

Emily menjawab dengan terbata-bata: ayahnya meninggal karena terjatuh, ibunya sudah lama menghilang entah ke mana, dan neneknya baru saja meninggal. Hening membungkus meja itu.

Baca juga: Tuhan dalam Jebakan Post Truth

Richard Evans menggenggam gelas airnya. Ia dihantui bayangan masa lalunya sendiri.

Hampir tak ada yang tahu bahwa ia pernah hidup di trotoar dingin yang sama—mengumpulkan kaleng, tidur di samping radiator di gedung kosong. Ia tahu sejak dini bahwa suara lapar lebih nyaring daripada harga diri. Ia merangkak naik, berjanji pada diri sendiri: bila suatu hari ia berhasil keluar, ia akan meraih tangan orang lain.

Kemudian ia berdiri, mengeluarkan dompet—bukan untuk memberi uang, melainkan sesuatu yang lebih.

“Maukah kamu ikut pulang denganku?” tanyanya.

Emily berkedip. “Maksudnya?”

“Maksud saya, tempat untuk tidur. Makanan sungguhan. Kesempatan sekolah. Tapi harus dengan usaha dan rasa hormat. Tak ada lagi kelaparan.”

Emily mengangguk. Air mata menggantung seperti manik kaca di tepi keyakinannya.

Malam itu, segalanya berubah.

Emily bertemu kehangatan—air panas, seprai lembut, mukjizat sampo dan sikat gigi. Namun kebiasaan bertahan hidup tak mudah hilang.

Ia tidur meringkuk di lantai dan menyembunyikan roti gulung di dalam sweter. Saat pembantu rumah menemukan simpanan biskuitnya, Emily menangis. Evans berlutut di sampingnya, suaranya mantap: “Kamu tak perlu takut lagi.”

Dalam bimbingannya yang tenang, Emily berkembang. Ia belajar giat, digerakkan oleh keteguhan yang tak jauh beda dari Evans sendiri. Ia diberi tutor, didukung minatnya, dan keberhasilannya tak pernah dipamerkan.

Hampir tiap malam mereka berbincang sambil menghirup cokelat panas—pecahan kisah pedih Evans muncul dalam pengakuan lirih: malam-malam tanpa atap, tatapan orang-orang yang melihat namun seolah menembus dirinya.

Waktu berlalu, Emily akhirnya melangkah di panggung wisuda Columbia sebagai lulusan terbaik. Pidatonya bukan soal nilai GPA—melainkan tentang trotoar, steak, dan jawaban seorang pria pada permohonan gadis kecil asing yang kumuh.

“Kisah saya dimulai dengan lima kata: ‘Bolehkah aku makan bersama Bapak?’ Richard Evans mengubah hidup saya dengan satu tindakan kebaikan.”

Ia tak mengejar Wall Street. Sebaliknya, ia mendirikan Can I Eat With You?Foundation, yayasan yang mendedikasikan diri untuk memberi makan, tempat tinggal, dan pendidikan bagi anak-anak tunawisma. Richard Evans menyumbangkan sepertiga hartanya untuk mengawali misi itu.

Gadis kecil

Dan kini, setiap 15 Oktober, mereka kembali ke Marlowe’s—bukan untuk duduk di dalam, melainkan memenuhi meja di trotoar. Hidangan hangat. Pelukan terbuka. Tanpa pertanyaan.

Karena dulu, kasih sayang pernah duduk di meja itu. Dan ia tak pernah pergi.

 


Hamid Basyaib

Penulis dan Wartawan Senior

Tags: CerpenChicagoGadis kecilWall Street

Related Posts

Tambang dan Krisis Ideologi Dakwah Berkemajuan
Kolom

Tambang dan Krisis Ideologi Dakwah Berkemajuan

30/01/2026
Problem Tambang dan Etika Keberpihakan: Kritik terhadap Sikap Muhammadiyah
Kolom

Problem Tambang dan Etika Keberpihakan: Kritik terhadap Sikap Muhammadiyah

28/01/2026
Bukan Azwar Anas Pemilik Otoritas Tambang Tumpang Pitu!
Kolom

Bukan Azwar Anas Pemilik Otoritas Tambang Tumpang Pitu!

08/01/2026
Tumpang Pitu
EKONOMI

CSR Tumpang Pitu Wewenang Korporasi, Bukan Bupati!

29/12/2025
Tumpang Pitu
Kolom

Jejak Sentralisasi Dinamika Tata Kelola Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi

18/12/2025
Dilema Kedaulatan Santri?
Kolom

Dilema Kedaulatan Santri?

22/10/2025
Next Post
Husnul Aqib, Anggota DPRD Jatim Fraksi PAN Asal Lamongan, Jadi Otak Korupsi Proyek Hibah PJU Jatim?

Husnul Aqib, Anggota DPRD Jatim Fraksi PAN Asal Lamongan, Jadi Otak Korupsi Proyek Hibah PJU Jatim?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kemenag RI

Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kemenag RI Dituntut Mundur

01/02/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025
Menjelang Pemilihan Rektor UIN Maliki Malang, Suhu Politik Mulai Memanas, Agus Maimun Deklarasi, FITK Pecah?

Menjelang Pemilihan Rektor UIN Maliki Malang, Suhu Politik Mulai Memanas, Agus Maimun Deklarasi, FITK Pecah?

13/02/2025
Dangdutan Isra Mi’raj di Banyuwangi

MUI Akan Membawa Dangdutan Isra Mi’raj di Banyuwangi ke Jalur Hukum? 

19/01/2026
Cahyanto Hendri Wahyudi Dipercaya Menjabat Kadis Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman Kabupaten Banyuwangi

Cahyanto Hendri Wahyudi Dipercaya Menjabat Kadis Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman Kabupaten Banyuwangi

23/01/2026

EDITOR'S PICK

foto presiden yoon suk yeol (allkpop atyonhapnews)

Presiden Korea Selatan Dilarang Bepergian ke Luar Negeri Usai Jadi Tersangka, Kenapa?

11/12/2024
Membangun Generasi Ulul Albab di UIN Maliki Malang: Antara Strategi dan Implementasi

Membangun Generasi Ulul Albab di UIN Maliki Malang: Antara Strategi dan Implementasi

25/05/2025
Menteri Agama Hadir ke UIN Maliki Malang, Singgung Nama Mantan Rektor Prof. Dr. Imam Suprayogo, Ada Apa?  

Menteri Agama Hadir ke UIN Maliki Malang, Singgung Nama Mantan Rektor Prof. Dr. Imam Suprayogo, Ada Apa?  

11/02/2025
Sindiran Inayah Wahid untuk Gibran di Haul Gus Dur Ke- 15 : “Para-para” dan “Fufufafa” Jadi Sorotan

Sindiran Inayah Wahid untuk Gibran di Haul Gus Dur Ke- 15 : “Para-para” dan “Fufufafa” Jadi Sorotan

28/12/2024
Swa News Indonesia

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Cepat | Mencerahkan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Viral
    • Internasional
    • Peristiwa
      • Bencana
      • Kriminal
      • Trending
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • EKONOMI
    • Bisnis
    • UMKM
  • Seni Budaya
  • Sains
    • Gadget
    • Teknologi
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Gaya hidup
  • Entertainment
  • TRAVELING
    • Wisata
    • Kuliner
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In