Rabu, November 4, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Kolom

Agama, Kopi, dan Pasar

Mat RaybyMat Ray
22/01/2025
in Kolom, Opini, Seni dan Budaya
1
0
SHARES
106
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

Agama, Kopi, dan Pasar

Oleh: Selamet Castur

Tulisan ini merupakan sekapur sirih Imam Ghozali dalam mengajarkan hikmah pengalaman seorang sufi As Subaly ketika memberikan pelajaran makna kecintaan abadi.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

mocopart 2026

MOCOPART 2026, Panggung Kreativitas Modifikasi Otomotif Jawa Timur Resmi Digelar di Malang

26/10/2026
Homeless Media, Karhutla, dan Suara Publik yang Tak Boleh Dibungkam

Homeless Media, Karhutla, dan Suara Publik yang Tak Boleh Dibungkam

25/10/2026
Load More

Pada suatu ketika, As Subaly menerima rombongan tamu. Saat itu, As Subaly bertanya pada para tamu tersebut, “Apa maksud tujuan kamu semua ke sini?” Para tamu itu lantas menjawab, “Karena kami adalah pengagum dan pecinta Anda.”

Mendengar jawaban itu, seketika As Subaly tertawa, kemudian melempari para tamu tersebut dengan batu. Tentu, para tamu itu lari semua menghindari lemparan batu tersebut.

Seketika itu, As Subaly menertawakan mereka sambil berkata, “Bagaimana mungkin kamu semua mendedikasikan diri menjadi pecinta dan pengagumku? Hanya karena ujian lemparan batu saja kamu sudah melarikan diri.”

Barangkali, jika peristiwa itu berlangsung saat ini, bisa saja As Subaly akan membuat pertanyaan, “Apakah kamu semua juga akan tetap mencintai dan mengagumi diriku jika kemudian dirayu dengan kenikmatan harta dan tahta?”

 

Membaca metafor As Subaly ini seakan kita ingin mengilustrasikan kesempitan cara pandang manusia yang sering memanipulasi pikirannya, yang tidak bisa lagi membedakan keniscayaan keyakinan transenden dengan puncak kepuasan imanen materialisme yang seakan menjadi pencapaian tertinggi spiritual.

Itu pasti berbeda. Karena prinsip keyakinan spiritual tidak pernah bergantung pada sudut ruang, waktu, dan personal. Sementara kecintaan berbasis materialisme itu akan berbatas pada ruang, waktu, dan kesenangan sesaat yang dibangun atas dasar persepsi semu.

Agama, Kopi, dan Pasar As Subaly

Kita bisa beranalogi ketika minum kopi. Bukan cangkir yang kita pakai yang akan melambungkan sensasi aroma rasa kenikmatan—karena itu masalah ruang dan waktu—tapi yang melambungkan hakikat sensasi kenikmatan adalah rasa kopi itu sendiri, meskipun pada kenyataannya rasa kopi itu juga tentatif, bergantung pada formulasi dan rasa kebatinan siapa yang membikin.

Oleh karena itu, sensasi rasa sesungguhnya adalah konfirmasi pikiran kita pada kreasi ontologis Sang Pencipta kopi: para petani yang menginisiasi secara kreatif membudidayakan berbagai aneka ragam lokalitas cita rasa. Kemudian beragam rasa itu akan menentukan makna universalitas kopi yang bertebaran dalam alam raya Sang Maha Pencipta, rahmatan lil’alamin.

Pada bagian lain, ada problem revolusi industri. Persoalan utama revolusi pasar industri kopi terletak pada kepandaian para produsen kopi yang mengubah rasa keaslian kopi menjadi berbagai ragam rasa kontemporer, mengubah lokalitas rasa menjadi selera transnasional, dan sekaligus mengiring lidah para konsumen penikmat kopi sesuai dengan kepentingan pasar produsen.

Ternyata kehidupan beragama juga sudah mengalami proses revolusi pasar. Agama menjadi komoditas industrial, kehilangan rasa syariat dan estetika yang menyuguhkan keindahan. Agama kemudian mirip sajian kuliner yang akan beradaptasi dengan selera pasar, selera korporasi, selera rasa yang berkombinasi secara beragam di luar hakikat dan kuasa agama itu sendiri.

 

Pasar memang terkadang manipulatif, mengajak konsumen hidup di bawah alam sadar. Bahkan, para produsen agen fatwa agama terkadang ikut menghalalkan berbagai cara, tidak segan lagi menyuguhkan “formalin” dan sari rasa kimiawi, yang seakan menjadi keniscayaan dalam sajian penuh aromatik dan bergizi.

Padahal, semua toleransi itu secara perlahan juga akan ikut membunuh akal pikiran, budaya, dan peradaban agama dalam menjaga kelestarian, keselarasan sosial, serta keberlanjutan masa depan peradaban yang lebih unggul.

 

Kisah As Subaly ini seakan ingin menggambarkan ulang adanya sebuah perbandingan rumus alam dan hukum sejarah yang bertingkat secara vertikal, yang kemudian berhasil membuka kesadaran manusia akan eksistensi yang berbeda dan memiliki kesinambungan antara alam ‘lahut’, ‘malakut’, dan ‘nasut’.

 

La ilaha illa Allah Itulah hakikat pembelajaran As Subaly: menimbang kehampaan di balik siklus keabadian. Adakalanya kita harus berhenti sejenak melihat revolusi bumi yang secara elips selalu bekerja dalam sistem edar ilahiyah (sunatullah) untuk selalu mengelilingi matahari. Karena di balik proses peredaran bumi, ada transformasi sifat holistik ketika memaknai kesatuan cinta abadi, kesatuan sejarah, serta kesatuan Tuhan, ‘monism in unity of God‘.

Agama, Kopi dan Pasar

Selamet Castur

Kolumnis Swa News

Tags: AgamaAgama kopi dan pasarAs SubalyKopi dan pasarTokoh sufi
Mat Ray

Mat Ray

Penjelajah Sastra Spiritual Prophetik

Related Posts

mocopart 2026
News

MOCOPART 2026, Panggung Kreativitas Modifikasi Otomotif Jawa Timur Resmi Digelar di Malang

byArdian FRand1 others
26/10/2026
Homeless Media, Karhutla, dan Suara Publik yang Tak Boleh Dibungkam
Kolom

Homeless Media, Karhutla, dan Suara Publik yang Tak Boleh Dibungkam

byMukhamad Munif
25/10/2026
Kolonialisasi Islam
Kolom

[De] Kolonialisasi Islam

bySelamet Castur
11/10/2026
Gaya hidup

Mahasiswa Teknik Kimia UB Sabet Juara 2 dan Presentasi Terbaik di PERISAI 2026

byMukhamad Munifand1 others
10/10/2026
Perempuan Penjaga Demokrasi
Opini

Menguak Realitas Peran Perempuan Penjaga Demokrasi

byMelpi M. Marpaung
09/10/2026
Tiga Cafe baru Hits Cocok untuk WFC dan Pecinta Kopi di Malang
Gaya hidup

Tiga Cafe baru Hits Cocok untuk WFC dan Pecinta Kopi di Malang

byMukhamad Munifand1 others
07/10/2026
Next Post
Aktris Cantik Livy Renata Kecam Keras Deddy Corbuzier, Bahas Keperawanan hingga ‘Nabok’ Anak Kecil

Aktris Cantik Livy Renata Kecam Keras Deddy Corbuzier, Bahas Keperawanan hingga 'Nabok' Anak Kecil

Comments 1

  1. Ping-balik: Pembangunan 6 TPS di Malang Tidak Memenuhi Target, Ini Kata Pj Wali Kota - SWA NEWS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025
jadwal bus malang blitar

Wajib Tahu! Jadwal Bus Malang Blitar Terlengkap 2026: Lengkap dengan Jam Berangkat dan Pilihan Bus

14/03/2026
Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

16/06/2026

EDITOR'S PICK

SMK Negeri 1 Turen Peringati HUT Arema, Wabup Malang Dorong Semangat Arema Jadi Penggerak Prestasi dan Persaudaraan

SMK Negeri 1 Turen Peringati HUT Arema, Wabup Malang Dorong Semangat Arema Jadi Penggerak Prestasi dan Persaudaraan

13/08/2026
Bersama PPKB FIB UI, 11 Aparat Pemerintah Timor Leste Kunjungi Desa Baduy, Ada Apa?

Bersama PPKB FIB UI, 11 Aparat Pemerintah Timor Leste Kunjungi Desa Baduy, Ada Apa?

06/12/2024
Yai Mim Dosen Pascasarjana UIN Malang Tutup Usia Saat Menjalani Proses Hukum Dikebumikan di Blitar

Yai Mim Dosen Pascasarjana UIN Malang Tutup Usia Saat Menjalani Proses Hukum Dikebumikan di Blitar

13/04/2026
ICT Watch Menyoroti Pelaksanaan Pembatasan Akses Digital Anak di Bawah Usia 16 Tahun

ICT Watch Menyoroti Pelaksanaan Pembatasan Akses Digital Anak di Bawah Usia 16 Tahun

28/03/2026
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan