Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Kota Malang, Swa News — Suasana hangat mewarnai penyambutan rombongan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kementerian Sekretariat Negara di Balai Kota Malang, Rabu (29/7/2026).
Kunjungan kerja lintas kementerian dalam rangka percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) ini sekaligus menjadi ajang ‘pulang kampung’ bagi Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR.
Disambut langsung oleh Penjabat (Pj.) Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, pejabat Kemenkes yang akrab disapa Dokter Benny tersebut tak sanggup menyembunyikan rasa emosionalnya saat kembali ke kota kelahirannya.
“Saya lahir di Jalan Malabar Nomor 9, dari sini kira-kira hanya satu kilometer. Begitu tiba di bandara Malang, rasanya sudah sampai rumah sendiri,” kenang Dokter Benny di hadapan jajaran Forkopimda dan pimpinan perangkat daerah.
Dorong Malang Jadi Role Model Penanganan TBC
Di balik nostalgia masa kecilnya, Wamenkes menegaskan agenda utama kedatangannya adalah memastikan efektivitas sinergi pusat dan daerah dalam mengatasi ancaman penyakit tuberkulosis. Ia menilai Kota Malang bersama Kota Bogor memiliki kesiapan infrastruktur, jejaring fasilitas kesehatan, dan komitmen Pemda yang sangat kuat.
“Saya berharap Kota Malang menjadi contoh nasional dalam percepatan eliminasi TBC. Kota ini punya sumber daya mumpuni dan jejaring pelayanan kesehatan yang tangguh. Gerakan yang kita mulai dari tahun 2026 ini harus jadi model bagi daerah lain,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Pj. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyambut baik kepercayaan pemerintah pusat. Ia menegaskan Pemkot Malang siap memaparkan berbagai praktik terbaik penanganan kesehatan masyarakat serta memfasilitasi peninjauan langsung ke lapangan.
“Melalui kebersamaan ini, kita ingin membangun sinergi yang solid. Kualitas lingkungan yang bersih, kawasan yang tertata, serta fasilitas kesehatan yang responsif adalah modal utama Kota Malang untuk menekan angka kasus TBC secara signifikan,” tutur Wahyu.


















