Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Kota Batu, Swa News – Memperingati Hari Koperasi Nasional ke-79, Pemerintah Kota Batu menggelar Pelatihan Perkoperasian dengan mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”. Acara pembukaan dilakukan langsung oleh Wali Kota Batu, Nurochman, di Hotel Selecta, Kota Batu, Selasa (28/7/2026).
Pelatihan ini diikuti ratusan peserta yang terdiri atas pengurus dan pengawas koperasi, perwakilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pengurus Dekopinda, hingga pelaku koperasi dari berbagai sektor.
Wali Kota Batu Nurochman mengajak seluruh insan koperasi di Kota Batu menjadikan momentum Harkop ke-79 sebagai titik balik untuk berbenah. Koperasi diharapkan tampil lebih modern, profesional, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Menurutnya, koperasi memiliki potensi besar untuk menjadi mesin penggerak ekonomi daerah, asalkan pengelolaannya dilakukan secara serius dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Saatnya koperasi menjadi penggerak ekonomi Kota Batu. Koperasi tidak boleh lagi dipandang hanya sebagai tempat simpan pinjam, tetapi harus mampu menjadi wadah yang membantu petani, pelaku UMKM, dan masyarakat memperluas usaha serta meningkatkan kesejahteraan anggotanya,” tegas Cak Nur, sapaan akrab Nurochman.
Cak Nur menilai koperasi harus bertransformasi dari sekadar lembaga keuangan menjadi lembaga usaha yang produktif. Koperasi perlu masuk ke rantai pasok, menjadi offtaker hasil pertanian, hingga membantu UMKM memasarkan produknya.
Cak Nur juga menyambut baik kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang mulai terbentuk di Kota Batu. Ia menyebut program ini sebagai angin segar dalam memperkuat ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa.
Kehadiran koperasi baru ini, lanjut dia, harus menjadi pemicu bagi koperasi-koperasi lain untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, mutu pelayanan, dan inovasi usaha.
“Koperasi yang sehat adalah koperasi yang mampu menjawab tantangan zaman. Karena itu, pembenahan manajemen dan profesionalitas menjadi kunci,” ujarnya.
Lebih lanjut, politisi PKB itu menegaskan pihaknya tidak akan lepas tangan. Pemkot berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan, pelatihan, dan pendampingan agar koperasi di Kota Batu semakin sehat secara kelembagaan maupun usaha.
Dengan tata kelola yang baik, koperasi diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan potensi unggulan daerah, mulai dari sektor pertanian, pariwisata, hingga UMKM.
“Dengan semangat kolaborasi, koperasi diharapkan semakin berdaya dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat Kota Batu,” pungkas Cak Nur.
Pelatihan perkoperasian ini menjadi salah satu langkah konkret Pemkot Batu dalam mendorong koperasi naik kelas. Harapannya, di usia ke-79 ini, koperasi benar-benar dapat menjadi tumpuan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi sekaligus menciptakan kemandirian daerah.
Peliput: Sholeh
Editor: Imam


















