Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
JAKARTA, SWA NEWS – Belum genap dua bulan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, secara mengejutkan mengundurkan diri dari jabatannya.
Keputusan tersebut diambil dengan alasan hendak fokus menjalani pengobatan penyakit jantung ke luar negeri. Pengunduran diri Nanik dibenarkan oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan.
Ia mengonfirmasi bahwa Nanik telah berpamitan langsung kepada Presiden Prabowo di Istana Negara pada Rabu (22/7/2026).
“Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala BGN,” ujar Dirgayuza.
Alibi Pengobatan Kepala BGN Nanik Deyang dan Klaim Second Opinion
Melalui akun Facebook pribadinya, Nanik menyampaikan permohonan maaf kepada publik dan Presiden. Ia menjelaskan alasannya memilih berobat ke luar negeri bukan karena tidak percaya pada fasilitas medis di dalam negeri, melainkan untuk mencari second opinion atas saran koleganya.
Meskipun menepi dari kursi pimpinan BGN, loyalis Prabowo selama 14 tahun ini berjanji akan tetap mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari luar struktur pemerintahan.
Warisan Reformasi Kilat di BGN
Dalam masa jabatannya yang amat singkat sejak dilantik 8 Juni lalu, Nanik mengklaim telah meletakkan fondasi perbaikan di tubuh BGN.
Diantaranya yakni melakukan perombakan birokrasi dengan mengganti lima pejabat eselon I dari lima kementerian berbeda serta membentuk 11 tim reformasi internal.
Selain itu, ia mengklaim telah melakukan refocusing penerima manfaat dengan mengusulkan reorientasi sasaran program MBG agar lebih berfokus pada balita, ibu menyusui, ibu hamil (3B), serta siswa di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Walau hanya 2 bulan menjabat, Kepala BGN Nanik Deyang juga mengklaim dirinya telah membentuk tim evaluasi khusus untuk memeriksa kelayakan 27.877 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi.
Nanik juga memberi sinyal bahwa sosok yang bakal menggantikannya adalah figur yang memiliki hubungan dekat dengannya.
“Insyaallah pengganti saya adalah ‘adik saya’ di mana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yang menyimpang,” tulis Nanik.
Penulis: Ardian FR
Editor: Imam Abu Hanifah


















