Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Jakarta, Swa News – Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Kebijakan Publik Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, mendesak agar pemerintah melakukan moratorium MBG (Program Makan Bergizi Gratis). Ia beralasan, program MBG lebih banyak mudaratnya, Selasa (16/6/2026).
Busyro juga menilai proses perjalanan program MBG selama ini tidak transparan. Indikasinya, sejak proses perencanaan yang telah berlangsung tampak tidak terbuka. Akibatnya, banyak manipulasi terkait proses perizinan hingga problem standar mutu.
Saat ini sudah banyak tuntutan dari mahasiswa melalui demonstrasi agar pemerintah melakukan evaluasi secara menyeluruh dan bila perlu menutup sementara program MBG.
Banjir Desakan Moratorium MBG, M. Qodari Pastikan Pemerintah Jalan Terus
Hingga kini, polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik. Banyak kritik, tuntutan evaluasi, serta pemberhentian program tersebut.
Namun, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa program tersebut akan tetap dijalankan karena merupakan bagian dari visi dan janji kampanye Presiden Prabowo Subianto yang telah memperoleh mandat melalui proses demokrasi.
“MBG tidak dapat dihentikan begitu saja karena menjadi salah satu program utama yang ditawarkan kepada rakyat sebelum Pilpres,” ujar Qodari di hadapan awak media di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Ia menilai berbagai tantangan dalam pelaksanaan program seharusnya menjadi bahan evaluasi dan perbaikan, bukan alasan untuk menghentikannya.
Namun demikian, menurut Qodari, pemerintah akan tetap membuka ruang kritik, masukan, dan pengawasan publik agar pelaksanaan MBG dapat berjalan lebih efektif serta tepat sasaran.
Apalagi, program ini juga diproyeksikan untuk membantu mengatasi masalah gizi pada anak-anak dan balita yang masih menjadi tantangan besar bagi sebagian masyarakat. (AR).

















