Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Jakarta, Swa News– Pada Idhul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto menyumbangkan 1.098 ekor sapi kurban bersumber dari APBN melalui anggaran Bantuan Kemasyarakatan Presiden. Hal ini menuai banyak kritik publik. (27/05/2026)

“Rinciannya 598 sapi akan disalurkan kepada seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Kemudian ada 500 sapi diberikan tokoh masyarakat hingga tokoh agama,” Ujar Juri Andriantono pada media, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Juri menambahkan total anggaran yang dikeluarkan untuk kurban sapi Prabowo ini sebesar 100 miliar rupiah bersumber dari APBN melalui anggaran Bantuan Kemasyarakatan Presiden.
Baca juga: Jelang Iduladha 2026, Harga Cabai di Jawa Timur Melonjak Hingga Rp 70 Ribu per Kilogram
Politisi PDI Perjuangan, Guntur Romli, mengkritik keras kurban Presiden Prabowo yang menggunakan APBN. Ia menegaskan bahwa kurban merupakan ibadah individu yang harus bersumber dari dana pribadi, tidak boleh menggunakan anggaran negara, meski dengan mengatasnamakan kelembagaan negara maupun pemerintah dan sejenisnya.
Kurban Sapi Prabowo Pakai APBN Mendapat Banyak Kritik Publik
“Dalam khazanah fiqh islam, kurban (udhiyah) adalah ibadah yang melekat pada individu mukalaf yang mampu kurban, satu sapi untuk tujuh orang boleh dengan cara patungan dan satu kambing untuk satu orang, tidak bisa lebih dari itu,” Paparnya.
Kritik ini nampaknya terkait dengan anggaran APBN yang sangat besar, mencapai 100 milyar rupiah untuk pembiayaan kurban Presiden Prabowo, pada Idul Adha 1447 Hijriyah kali ini.
Kemudian, yang menjadi sorotan juga adalah adanya tulisan nama Prabowo yang melekat dalam sapi tersebut. Sehingga banya pihak menyoroti seakan-akan klaim kurban pribadi, padahal menggunakan uang rakyat. (RD)

















